Rupiah Hari Ini Rawan Inflasi, Dinar Dirham Anti Inflasi

0
69

Rupiah hari ini – Masyarakat modern memiliki uang kertas dan logam sebagai alat tukar yang resmi. Hampir setiap negara memiliki mata uangnya masing-masing. Uang- uang yang beredar di masyarakat dijamin dengan persediaan emas.

Oleh karena itu, sebuah negara tidak bisa sembarangan mencetak uang kertas apalagi jika tidak memiliki cadangan emas yang sesuai. Negara Indopensia merupakan negara yang menggunakan uang rupiah hari ini.

Uang kertas memang sudah ada sejak lama namun sebelum uang kertas, masyarakat menggunakan metode barter untuk melakukan transaski. Seiring berjalannya waktu, barter kemudian digantikan dengan uang logam berupa emas dan perak atau dinar dirham.

Pada zaman nabi, transaksi besar menggunakan dinar emas sedangkan dirham digunakan untuk transaksi kecil. Selain itu ada juga alat tukar lain yang memiliki nilai lebih kecil seperti fulus.

Sejak jaman dahulu hingga sekarang, nilai dari emas dan perak tidak pernah berubah. Sedangkan uang kertas sangat mudah mengalami inflasi sehingga banyak negara bisa dengan mudah mengalami krisis moneter.

Rupiah Hari Ini dan Dinar Dirham Kini Telah Kembali

Saat ini masyarakat dunia masih menggunakan uang kertas untuk transaksi. Namun tahukan sobat cahaya Islam jika ternyata dinar emas dan dirham perak sudah kembali dicetak dan digunakan sebagai transaksi.

Banyak umat muslim yang kini telah kembali menggunakan dinar dirham sebagai alat tukar. Ada banyak kelebihan yang dimiliki oleh dinar dan dirham dibandingkan dengan uang kertas.

Dalam sebuah hadis shahih, dinar dan dirham disebut akan kembali menjadi alat tukar di akhir zaman. Sedangkan uang kertas ikan menjadi sesuatu yang tidak bernilai sehingga betebaran di jalanan seperti daun yang betebaran. Berikut ini adalah hadis mengenai dinar dirham akhir zaman:

“Akan datang kepada manusia, suatu masa yang mana tidak bermanfaat di masa itu kecuali Dinar dan Dirham.”  (HR. Ahmad: 16569

Dalam hadis tersebut jelas disebutkan bahwa uang kertas tidak akan digunakan lagi oleh masyarakat karena memang sudah tergantikan dengan sistem yang baru. Penggunaan uang kertas saat ini termasuk sistem riba sehingga banyak negara yang menjadi miskin akibat inflasi dan krisis. Selain itu, penggunaan uang kertas juga menyebabkan kesenjangan sosial yang sangat tinggi.

Bisa kita lihat saat ini betapa banyak masyarakat miskin yang mengalami kesulitan ekonomi namun semakin banyak orang kaya yang kekayaannya begitu kontras dengan orang miskin. Ini adalah salah satu kekurangan dari uang kertas.

Uang kertas memang ringan dan sangat mudah dibawa kemana-mana. Namun dinar dirham menawarkan lebih banyak kelebihan karena tidak mengandung riba.

Syariat Islam banyak yang tidak terlaksana dengan baik akibat sistem modern dan penggunan uang kertas. Beberapa ketentuan Islam yang tidak terlaksana dengan baik dengan sistem ini antara lain pembayaran zakat, mahar, diyat dan hudud, serta banyak ketentuan muamalah lainnya.

Inflasi uang kertas terjadi berkali-kali sehingga banyak negara yang kesusahan apabila sedang terjadi inflasi sehingga dapat menyebabkan krisis moneter termasuk yang terjadi pada rupiah hari ini.

Saat ini anda bisa melihat sendiri kesenjangan social yang semakin banyak menjadi fenomena umum. Perlu diingat jika sistem uang kertas adalah riba sedangkan riba sangat dilaknat oleh Allah.

Dinar Dirham Selalu Stabil

Sejak jaman dahulu hingga sekarang, meas dan perak memiliki nilai yang sangat stabil. Fulus adalah uang yang juga djamin oleh dinar dirham sehingga nilainya juga selalu naik seiring berjalannya waktu.

Di jaman nabi satu dinar bisa mendapatkan 1 ekor kambing dan hingga saat ini masih sama. Berbeda dengan uang kertas yang awalnya 1.000 rupiah bisa mendapatkan emas namun sekarang 1000 rupiah tidak bisa digunakan untuk membeli barang yang lebih mahal dibandingkan jajanan anak-anak.

Itulah kenapa di akhir zaman dinar-dirham akan kembali karena appaun yang berbasis riba akan runtuh. Wallahualam.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!