Sejarah Islam dalam Karya Sastra: Netralkah?

0
70
Karya Sastra

Cerita Islami – Sobat cahayaIslam mungkin terkadang merasa heran kenapa masih sangat sedikit pembahasan tentang karya sastra dalam sejarah islam. Pembahasan tentang seni misalnya ada banyak, dari mulai seni arsitektur sampai seni kaligrafi, tetapi pembahasan tentang sastra sebagai salah satu cabang seni di dalam Islam masih jarang.

Sejarah Islam dalam Karya Sastra: Netralkah?

Padahal sastra sendiri sebenarnya bisa digunakan untuk menjadi sarana dakwah islam. Sastra memiliki kelebihan membuat apapun yang disampaikan lebih mudah membuat pihak-pihak yang dituju merasa tertarik. Kalau sudah demikian, akan lebih mudah lagi membuat mereka menjadi tertarik mempelajari ajaran Islam.

Mengapa hal itu penting, sobat cahayaIslam? Karena kita kadangkala menemukan juga penggambaran-penggambaran Islam di dalam karya-karya sastra yang ditulis bukan oleh orang Islam. Tentu saja sepanjang penggambaran mereka tentang Islam itu sesuai dengan fakta-fakta yang terjadi dalam sejarah Islam, maka hal itu bukanlah masalah.

Tetapi ketika yang terjadi sebaliknya, maka itu akan menjadi masalah besar. Dua karya sastra dunia yang memberikan gambaran keliru tentang Islam misalnya adalah Divine Comedy karya Dante Alighieri dan Don Quixote karya Miguel de Cervantes.

Nabi Muhammad dan Ali bin Abi Thalib dalam Divine Comedy

Divine Comedy adalah karangan Dante Alighieri, seorang penyair Itali kelahiran tahun 1265. Dante menulis Divine Comedy menjadi 3 bagian, Inferno, Purgatorio, dan Paradiso. Ketiga menunjukkan tiga tempat yang dilewati secara berurutan. Pertama adalah neraka, kemudian purgatory tempat penyucian, kemudian setelah itu ke surga.

Tentu saja konsep surga dan neraka yang dia pahami bertolak dari agama yang dia anut yaitu Kristen, dan hal itu berbeda dengan konsep surga dan neraka di dalam Islam. Tampaknya Dante sendiri telah mempelajari sejarah Islam, tetapi sayangnya hal itu tidak membuat dia menuliskan perihal islam dengan benar.

Bagian yang menyimpang dari sejarah Islam di dalam Divine Comedy Dante Alighieri bisa ditemukan pada bagian yang menceritakan neraka. Dia menuliskan bahwa dia melihat Nabi Muhammad dan Ali bin Abi Thalib disiksa di neraka. Dari sudut pandang ajaran agama islam, hal itu jelas sangat bertentangan, bahkan bisa dikatakan sebagai penghinaan.

Bagaimana mungkin Nabi Muhammad, sosok yang sangat mulia, dan Ali bin Abi Thalib, menantunya sekaligus salah satu dari empat Khulafaurrasyidin bisa masuk ke neraka. Deskripsi yang keliru semacam ini jelas bertolak dari sentimen penulisnya terhadap agama lain.

Nabi Muhammad dalam Don Quixote

Don Quixote adalah karya sastra yang biasa dianggap sebagai novel modern pertama di dunia. Ditulis dalam bahasa Spanyol oleh Miguel de Cervantes sebanyak dua jilid tebal. Terjemahannya dalam bahasa Indonesia baru diterbitkan tahun 2019 oleh Yayasan Obor Indonesia.

Dikisahkan bahwa Cervantes memang mengalami masa pergantian pengaruh Kristen oleh Islam di Spanyol yang dalam sejarah Islam dikenal sebagai Andalusia. Di bawah pengaruh Islam, Andalusia kemudian menjadi salah satu pusat peradaban Islam yang paling penting. Sebagian peninggalan masa kejayaannya juga masih bisa ditemukan sampai sekarang.

Nah, sobat cahayaislam, sebagaimana dalam Divine Comedy, dalam Don Quixote juga ada bagian yang merepresentasikan islam secara keliru, tidak sesuai dengan sejarah Islam. Di bagian awal novel tersebut disebutkan adanya patung Nabi Muhammad yang terbuat dari emas. Itu sangat aneh, karena patung dalam Islam dilarang. Bahkan Islam sendiri datang menghancurkan ajaran agama terdahulu yang mengajarkan menyembah dewa-dewa dalam bentuk patung. Di dalam Alquran Surat An-Najm ayat 19-20 misalnya disebutkan:

Al-Lata, Al-Uzza, dan Manah adalah tiga dewa yang disembah oleh bangsa Arab pra Islam. Ketiganya diwujudkan dalam patung yang berbeda-beda. Jika Nabi Muhammad datang menghancurkan kepercayaan seperti itu, mana mungkin kemudian Nabi Muhammad sendiri memperbolehkan adanya patung emas beliau?

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!