Sarbumusi Dorong Penyelesaian Masalah Megatrends Ketenagakerjaan untuk Prabowo-Gibran

0
170
Sarbumusi dorong penyelenggaraan masalah Megatrends

Sarbumusi dorong penyelenggaraan masalah Megatrends Ketenagakerjaan usai memasuki era pemerintahan baru Indonesia 2024-2029 pada Oktober 2024 nanti. Irham Ali Saifuddin, membahas beberapa permasalahan  ketenagakerjaan yang berkaitan dengan dampak perubahan di lingkungan strategis.

Harapan beliau tersebut agar bisa segera diselesaikan dengan baik. Dirinya, juga ingin Prabowo-Gibran dapat memberikan harapan baru terhadap dunia ketenagakerjaan di Indonesia. Hal ini karena, dunia ketenagakerjaan kini banyak tantangan, seperti saat sedang mengalami krisis global, dan krisis ekonomi.

Sarbumusi Dorong Penyelenggaraan Masalah Megatrends

Menurut Irham selaku Presiden Dewan Pimpinan Pusat Konfederasi Serikat Buruh Muslimin Indonesia (DPP K-Sarbumusi), selain tantangan dari dalam, terdapat juga tantangan ketenagakerjaan di luar. Berikut ini penjelasan lengkapnya

1. Digitalisasi Pekerjaan

Sarbumusi dorong penyelenggaraan masalah Megatrends

Irham menyadari bahwa permasalahan megatrends sama seperti digitalisasi pekerjaan. Di mana hal tersebut berhubungan dengan pembinaan skill yang kian menjadi masalah.

Jadi sobat Cahaya Islam juga harus tahu apa saja diperlukan di masa mendatang. Hal tersebut agar lebih kompatibel di dalam dunia kerja.

2. Perubahan Iklim

Permasalahan megatrends selanjutnya, menurut Irham selalu berhubungan dengan climate change (perubahan iklim). Hal tersebut terjadi karena adanya sektor ekonomi Indonesia yang masih bergantung dengan sistem kerja tradisional.

Hal ini juga bergantung dengan keadaan alam. Sobat Cahaya Islam akan melihatnya secara nyata. Meski dalam jangka waktu yang pendek. Ini juga akan menggerus sendi-sendi ketenagakerjaan yang asalnya dari sektor tradisional, seperti nelayan, pertanian dan lainnya.

3. Bonus Demografi

Berikutnya, Irham juga telah menyoroti terkait bonus demografi yang menjadi tantangan sendiri dalam megatrends. Di mana usia produktif lebih banyak jumlahnya, namun tidak dapat digunakan sebagai tenaga kerja produktif.

Tentu, ada banyak sekali pertanyaan seberapa besar Indonesia mempersiapkan diri untuk hal itu. Sehingga pada tahun 2045 mendatang bisa menjadi Indonesia Emas.

Hal ini bisa saja terjadi mulai per hari ini sebagai tantangan demografi. Meskipun porsi penduduk Indonesia dengan usia produktif tersebut sedang tinggi-tingginya.

Namun, masih banyak pengangguran pada usia tenaga kerja muda. Ini juga menjadi angka paling tinggi di Asia. Persoalan seperti ini jika tidak di addres dengan baik, maka akan menjadi tantangan (bumerang) tersendiri.

4. Kebijakan Adaptif

Sarbumusi dorong penyelenggaraan masalah Megatrends

Oleh karena itu, Irham sendiri mewakili DPP K-Sarbumusi percaya akan pemerintahan baru. Di mana harus bisa membuat kebijakan lebih adaptif terhadap situasi-situasi dan tantangan saat ini.

Apalagi diketahui, ketenagakerjaan Pak Jokowi selama 10 tahun pemerintahannya sudah berhasil meletakkan fondasi cukup kuat. Hal ini terutama berkaitan dengan infrastruktur ekonomi dan kebijakan yang baik.

Oleh karena itu, sebisa mungkin di dilanjutkan dan sekaligus diperbaiki terutama dalam aspek perundangan yang ramah. Selain itu, diharapkan pemerintah lebih melindungi, inklusif, serta menyerap banyak tenaga kerja sekaligus pekerjaan berkualitas.

Selaku Sarbumusi, yang merupakan badan otonom PBNU juga siap mengurusi soal kebutuhan dan ketenagakerjaan. Di mana Sarbumusi berharap pemerintahan baru Prabowo-Gibran, yang akan dilantik Oktober nanti bisa memberikan harapan baru.  Bahkan, Sarbumusi dorong penyelenggaraan masalah Megatrends juga memiliki harapan besar bagi dunia ketenagakerjaan di Indonesia.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY