Kemenag Menggelar Peluncuran Senam Haji, Dihadiri 28 Ribu Jamaah

0
71
Kemenag menggelar peluncuran Senam Haji

Kemenag menggelar peluncuran Senam Haji Indonesia, yang dilaksanakan di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta (28/4/2024). Launching ini dihadiri 28 ribu jamaah haji Indonesia secara offline dan online.

Launching senam haji merupakan bagian dari ikhtiar untuk bisa menjaga kebugaran jemaah haji. Hal ini juga bertujuan agar jemaah bisa melaksanakan rangkaian ibadah haji dengan sehat, lancar, hingga saat pulang.

Kemenag Menggelar Peluncuran Senam Haji

M Ali Ramdhani, Sekjen Kemenag mengungkapkan Pemerintah telah memberikan perhatian khusus terhadap faktor kesehatan dalam penyelenggaraan haji tahun ini. Terdapat beberapa hal yang menjadi alasan mengapa faktor kesehatan saat ini menjadi perhatian. Berikut ini penjelasan lengkapnya:

1. Kuota Haji Cukup Banyak

Kemenag menggelar peluncuran Senam Haji

Pertama, kuota haji tahun ini diketahui telah mencapai 241.000 jamaah. Jumlah kuota ini merupakan angka terbanyak dalam sejarah penyelenggaraan ibadah haji 1445 H/2024 M Indonesia.  

Dari jumlah tersebut, ternyata ada lebih dari 45.000 jamaah yang sudah masuk ke dalam kategori lanjut usia (lansia). Sama seperti 2023, tahun ini Sobat Cahaya Islam mengusung tagline: ‘Haji Ramah Lansia’.

2. Jamaah Haji Tahun Lalu Banyak Meninggal

Kedua, sudah ada lebih 770 jamaah haji yang meninggal tahun lalu. Ini juga termasuk jumlah jamaah terbanyak dalam 10 tahun terakhir penyelenggaraan ibadah haji.  

Ali berharap kesehatan jamaah haji menjadi concern. Dirinya ingin sekali jamaah haji berangkat dalam kondisi yang sehat. Sehingga nantinya bisa menunaikan ibadah haji dengan baik. Lalu pulang ke Tanah Air juga dalam kondisi yang fit. 

3. Menjaga Ketahanan Fisik

Kang Dhani juga mengungkapkan bahwa gerakan Senam Haji dilaksanakan untuk menjaga ketahanan fisik serta kebugaran bagi para jamaah. Bahkan, gerakan senam ini telah disusun berdasarkan dari kajian maupun penelitian para pakar kesehatan.

Hal ini tentunya agar dapat diterapkan untuk seluruh jamaah haji Indonesia. Sementara itu, Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU), Hilman Latief juga telah menyampaikan senam haji ini dirumuskan oleh tim Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi (Perdosri) serta Perhimpunan Kedokteran Haji Indonesia (Perdokhi).

Di mana senam itu berkaitan dengan gerakan low impact. Perdoski juga saat ini sudah mengatur sedemikian rupa. Hal ini tentunya agar bisa diterapkan di rumah sampai saat perjalanan di pesawat ke Tanah Suci. Jenis senamnya juga bersifat low impact, bukan aerobik, sehingga tidak akan menguras tenaga.

Meski low impact, tentu gerakan senam haji selalu diharapkan mampu menjadi bekal para jamaah sebelum berangkat. Hal ini tentunya agar keadaan saat melaksanakan haji lebih sempurna. Bahkan, senam ini juga bisa dilakukan jamaah selama berada di tanah suci. 

4. Menggelar Peragaan Batik Haji

Kemenag menggelar peluncuran Senam Haji

Selain peluncuran Senam Haji Indonesia, Kementerian Agama juga telah menggelar peragaan batik haji. Ada sejumlah peraga memperkenalkan Batik Haji Indonesia di hadapan sedikitnya 28 ribu jamaah haji.

Ini juga menjadi terobosan baru setelah 12 tahun batik jamaah haji tidak pernah ganti. Seragam batik ini didapatkan melalui adanya Sayembara Desain Batik Haji pada 2023.

Diharapkan seragam batik ini akan mencerminkan identitas Indonesia. Sehingga nantinya akan mudah dikenali oleh jamaah dari berbagai negara di dunia. Sementara itu, Kemenag menggelar peluncuran Senam Haji Indonesia juga telah melibatkan para pelaku UMKM yang ada di berbagai daerah Nusantara.

.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY