Hikmah Perilaku Jujur dalam Islam, Perbuatan yang Mulia

0
53
hikmah perilaku jujur

Hikmah Perilaku Jujur – Jujur menjadi hal penting yang perlu dilakukan semua manusia. Tanpa adanya kejujuran, maka dunia ini bisa menjadi kacau. Tak heran banyak sekali hikmah perilaku jujur yang diajarkan agama islam bagi umatnya.

Dengan banyaknya hikmah kejujuran, diharapkan manusia bisa lebih menjunjung tinggi sikap jujur. Sobat sebagai muslim pun juga harus mengedepankan kejujuran dalam hal apapun. Dengan demikian, akan tercipta dunia yang damai dan kehidupan aman.

Memahami Hikmah Perilaku Jujur dalam Ajaran Agama

Sobat Cahaya Islam, jujur termasuk ke dalam akhlak terpuji atau mahmudah menurut agama islam. Tak heran jika banyak sekali hikmah perilaku jujur bagi mereka yang melakukannya. Selain itu, kejujuran pun juga termasuk sikap yang Allah SWT sukai.

Secara bahasa, kejujuran adalah berkata, mengakui, atau memberi sebuah informasi yang sesuai dengan kenyataan. Mereka yang jujur tidak mengubah, menambah, ataupun mengurangi apapun yang diterima sebelumnya.

Jujur sendiri cukup banyak macamnya dalam kehidupan. Ada jujur dalam niat, jujur dalam lisan atau ucapan, dan jujur dalam perbuatan. Orang yang jujur dalam niat mempunyai ketepatan dan ketulusan antara yang ditampakkan maupun yang disembunyikan.

Sedangkan jujur dalam lisan artinya menjaga semua ucapan yang keluar dari dalam lisan atau mulutnya. Dengan begitu, seseorang tak akan menyebarkan sesuatu yang kebenarannya belum jelas.

Hikmah dari Perilaku Jujur bagi Umat Muslim

Sobat Cahaya Islam, begitu mulianya perilaku jujur dalam kehidupan. Bahkan Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW memerintahkan hamba-Nya agar senantiasa berlaku jujur. Di samping itu, banyak sekali hikmah perilaku jujur yang bisa Sobat petik untuk kehidupan dunia dan akhirat.

Untuk pembahasan lebih lanjut, berikut beberapa hikmah dari perilaku jujur yang perlu Sobat pahami:

1. Jalan ke Surga

hikmah perilaku jujur

Sobat, seperti yang disinggung sebelumnya, jujur adalah perintah Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW langsung. Oleh karenanya, mereka yang melakukan perintah tersebut akan mendapat kebaikan dunia maupun akhirat.

Salah satu kebaikan yang dimaksud adalah memudahkan jalan ke surga Allah SWT. Ini sebagaimana firman Allah SWT yang berbunyi,

قَالَ اللّٰهُ هٰذَا يَوْمُ يَنْفَعُ الصّٰدِقِيْنَ صِدْقُهُمْۗ لَهُمْ جَنّٰتٌ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَآ اَبَدًاۗ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُمْ وَرَضُوْا عَنْهُۗ ذٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيْمُ

Allah berfirman:”Ini adalah suatu hari yang bermanfaat bagi orang-orang yang benar kebenaran mereka. Bagi mereka surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya; Allah ridha terhadap mereka, dan merekapun ridha terhadapnya. Itulah keberuntungan yang paling besar”. (QS. AL Maidah: 119).

2. Mendapat Kepercayaan Orang Lain     

hikmah perilaku jujur

Hikmah dari perilaku jujur berikutnya adalah mendapat kepercayaan orang lain. Bukan hanya satu orang, mereka yang jujur pun berpeluang besar mendapat kepercayaan masyarakat. Hal ini tidak berlaku bagi orang yang suka berbohong atau berdusta.

Ia pasti tidak akan dipercaya karena masyarakat menganggapnya tak amanah. Dalam Al Quran, Allah SWT berfirman,

وَالَّذِينَ هُمْ لأمَانَاتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُونَ} 

“Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya. Yakni apabila mereka dipercaya, mereka tidak khianat; dan apabila berjanji, tidak menyalahinya. Demikianlah sifat orang-orang mukmin.” (QS. Al-Maarij: 32)

3. Terhindar dari Kemunafikan

Sobat, munafik adalah salah satu sifat yang umat islam hindari. Sebab munafik bisa mengantarkan seseorang ke lembah dosa dan hukuman berupa neraka. Salah satu cara terhindar dari sifat tersebut adalah dengan bersikap jujur.

Dengan selalu bersikap jujur dan menjunjung tinggi kejujuran, maka Sobat tak akan termasuk dalam orang yang munafik. Ini sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW,

ٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَرْبَعٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ كَانَ مُنَافِقًا خَالِصًا وَمَنْ كَانَتْ فِيهِ خَلَّةٌ مِنْهُنَّ كَانَتْ فِيهِ خَلَّةٌ مِنْ نِفَاقٍ حَتَّى يَدَعَهَا إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ وَإِذَا عَاهَدَ غَدَرَ وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ وَإِذَا خَاصَمَ فَجَرَ

Dari Abdullah bin Amru dia berkata, “Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Ada empat perkara, barangsiapa yang empat perkara tersebut ada pada dirinya maka dia menjadi orang munafik sejati, dan apabila salah satu sifat dari empat perkara tersebut ada pada dirinya, maka pada dirinya terdapat satu sifat dari kemunafikan hingga dia meninggalkannya: jika berbicara selalu bohong, jika melakukan perjanjian melanggar, jika berjanji selalu ingkar, dan jika berselisih licik.” ( HR. Muslim) [ No. 58 Syarh Shahih Muslim] Shahih.

Sobat Cahaya Islam, itulah beberapa hikmah perilaku jujur yang perlu Sobat pahami.  Begitu banyaknya hikmah yang bisa Sobat petik, sepatutnya menjadi semangat untuk senantiasa bersikap jujur. 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY