Taubat yang Tulus untuk Melebur Segala Dosa

0
131
Taubat-yang-Tulus-untuk-Melebur-Segala-Dosa

Taubat yang Tulus – Setiap manusia pasti pernah berbuat salah. Yang membedakan adalah Sebagian melakukan dosa kecil sedangkan lainnya dosa besar. Apapun kesalahan yang pernah kita perbuat, kita masih berkesempatan untuk mendapatkan ampunan selama kita tetap memegang teguh iman dan Islam. Caranya adalah dengan taubat yang murni atau tulus (taubat nasuha).

Allah Mengampuni Dosa Hamba yang Tidak Musyrik

Banyak sekali dosa besar yang mungkin pernah kita lakukan. Namun, sebesar apapun dosa tersebut, percayalah bahwa ampunan Allah lebih besar. Selama kita tidak berbuat syirik, Allah pasti mau menerima taubat kita. Sebuah hadits dari Anas bin Malik menerangkan:

 يَا ابْنَ آدَمَ! إنَّك لَوْ أتَيْتنِي بِقُرَابِ الْأَرْضِ خَطَايَا ثُمَّ لَقِيتنِي لَا تُشْرِكُ بِي شَيْئًا لَأَتَيْتُك بِقُرَابِهَا مَغْفِرَةً

“Hai anak Adam! Seandainya engkau mendatangi-Ku dengan dosa sepenuh bumi dalam keadaan tidak berbuat syirik kepada-Ku, Aku akan mendatangimu dengan ampunan sepenuh bumi pula.” (1)

Jadi, entah itu dosa berzina, membunuh, atau dosa-dosa lainnya, seseorang yang tidak berbuat syirik masih bisa bertaubat dan mendapat ampunan dari Allah. Lain halnya jika dosa syirik atau kafir, taubatnya adalah dengan syahadat atau masuk Islam.

Jangan Putus Asa Meminta Ampunan Allah

Allah adalah Dzat Yang Maha Pengampun. Baik dosa kecil maupun besar, Allah kuasa untuk mengampuninya. Syaratnya adalah seseorang yang berbuat dosa, bertaubat sebelum ajal menjemputnya. Meski ia adalah pendosa sejak kecil dan belum pernah beramal saleh sekalipun, kesempatan untuk mendapat ampunan masih tetap terbuka. Allah berfirman:

لَا تَقْنَطُوْا مِنْ رَّحْمَةِ اللّٰهِ ۗاِنَّ اللّٰهَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ جَمِيْعًا

“Janganlah kamu berputus asa dari Rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya.” (2)

Melalui ayat ini, Allah mengabarkan kepada hamba-Nya yang pernah berbuat dosa apapun untuk segera bertaubat. Meski dosa tersebut terlampau banyak, semuanya masih bisa terampuni. Tentu saja, satu-satunya Solusi adalah dengan bertaubat.

Cara Taubat yang Tulus

Taubat adalah hal yang sangat sakral. Oleh karena itu, kita tidak boleh bermain-main dengan taubat. Agar Allah menerima taubat kita, hendaknya kita bertaubat dengan tulus dan murni. Dalam sebuah ayat Al-Qur’an, Allah berfirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا تُوْبُوْٓا اِلَى اللّٰهِ تَوْبَةً نَّصُوْحًا

“Hai orang-orang yang beriman, bertabubatlah kepada Allah dengan taubat yang setulus-tulusnya.” (3)

Taubat yang murni atau tulus adalah berhenti dan menyesali dosa yang telah lalu, menghindari potensi dosa untuk saat ini, dan bertekad tidak mengulanginya di masa mendatang. Kemudian, jika dosa itu ada kaitannya dengan hak sesama manusia, ia harus mengembalikannya atau menyelesaikannya.

Misalnya, jika seseorang pernah mencuri barang milik seseorang, maka ia wajib mengembalikannya selain memohon ampun kepada Allah. Atau, jika seseorang pernah menyakiti orang lain, ia harus meminta maaf kepadanya selain bertaubat kepada Allah.


Referensi:

(1) Arbain Nawawi Hadits 42

(2) Q.S. Az-Zumar Ayat 53

(3) Q.S. At-Tahrim Ayat 8

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY