Hikmah Larangan Judi dalam Islam

0
58
Hikmah Larangan Judi dalam Islam

Hikmah Larangan Judi – Akhir-akhir ini, judi online semakin marak di Masyarakat. Lebih parah lagi karena orang-orang yang terlibat permainan haram ini adalah kalangan penting seperti anggota dewan, artis, dll. Padahal, hukum agama dan negara sama-sama melarang segala bentuk judi. Lalu, kenapa Islam melarang perjudian? Tentu saja, ada hikmah yang terkandung di balik larangan ini.

Mudharatnya Jauh Lebih Besar dari Manfaatnya

Penting untuk kita renungkat penggalan ayat Al-Qur’an berikut ini:

يَسْأَلُونَكَ عَنِ الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ قُلْ فِيهِمَا إِثْمٌ كَبِيرٌ وَمَنَافِعُ لِلنَّاسِ وَإِثْمُهُمَا أَكْبَرُ مِنْ نَفْعِهِمَا

“Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: Pada keduanya terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia. Tapi dosa keduanya jauh lebih besar dari manfaatnya.” (1)

Perjudian mengandung ketidakpastian. Artinya, seseorang yang bermain judi bisa mengalami keuntungan atau bisa jadi malah mengalami kerugian besar. Tapi, kebanyakan pemain judi lebih sering merugi. Tentu saja, keuntungan yang didapatkan tidak seberapa dibandingkan dengan besarnya dosa bermain judi.

Banyak pemain judi yang telah kehilangan harta bendanya seperti rumah, mobil, dan lain sebagainya hanya untuk bermain judi. Bahkan, tak jarang mereka terlilit hutang ratusan juta hanya karena permainan haram ini. Untungnya, Islam mengharamkan perjudian. Oleh karena itu, seharusnya umat muslim bisa menghindari perbuatan haram yang sangat merugikan ini.

Hendaknya Muslim Mengikuti Sunnatullah dalam Mencari Rezeki

Perjudian membuat manusia hanya bergantung pada pembagian dan angan-angan kosong. Sementara itu, di dalam bekerja ada usaha (ikhtiar) serta menghargai cara-cara yang Allah telah tentukan. Maka, hendaknya kita mengikuti sunnatullah dalam mencari rezeki, yakni dengan bekerja yang halal. Dalam hal ini, Allah berfirman:

يَااَيُّهَاالنَّاسُ كُلُوْامِمَّافِى الْأَرْضِ حَلَالًا طَيِّبًا

“Wahai sekalian umat manusia, makanlah olehmu Sebagian rezeki yang ada di bumi yang halal dan baik.” (2)

Dengan jelas, ayat di atas memerintahkan seluruh umat manusia untuk mencari rezeki dengan halal. Sementara itu, judi adalah perbuatan haram sehingga sangat bertentangan dengan syariat Islam. Apalagi, rezeki yang halal akan lebih berkah sedangkan rezeki yang haram tidak akan berkah.

Perjudian Menimbulkan Permusuhan

Akibat perjudian, permusuhan sering kali terjadi di antara para pemain. Mungkin saja mulutnya mengatakan sudah merelakan. Akan tetapi, hatinya tetap merasa tidak terima karena kekalahan dalam perjudian yang telah mengakibatkan kerugian besar.

Bagaimanapun juga, akan selalu ada pihak yang kalah dan menang, yang terampas dan yang merampas. Bagi pihak yang kalah, jika ia diam, diamnya pasti penuh kebencian dan kemarahan sebab tidak bisa mencapai angan-angannya.

Penjudi yang kalah akan merasa dongkol sebab taruhannya kalah. Jika ia ngomel, ia mengomeli dirinya sendiri sebab kesalahannya sendiri. Lebih bahaya lagi jika perjudiannya antar teman yang saling kenal, maka bisa mengakibatkan pertentangan dan permusuhan. Padahal, Allah dengan tegas melarang perpecahan, sebagaimana ayat Al-Qur’an berikut ini:

وَّلَا تَفَرَّقُوْا

“Dan janganlah kalian bercerai-berai atau berpecah belah.” (3)

Jika Islam tidak melarang perjudian, mungkin akan lebih banyak lagi korban dari permainan yang sangat merugikan ini. Semoga sobat Cahaya Islam dapat menjauhi permainan judi yang semakin meresahkan di Masyarakat dan dunia internet. Aamiin.


Referensi:

(1) Q.S. Al-Baqarah 219

(2) Q.S. Al-Baqarah 168

(3) Q.S. Ali Imran 103

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY