Perbedaan Air Mani dan Madzi, Sudah Tahu?

0
61
Perbedaan Air Mani dan Madzi

Perbedaan Air Mani dan Madzi – Keluarnya cairan mani dan madzi biasanya terjadi saat seseorang merasa sedang terangsang tau orgasme saat tengah melakukan hubungan seksual. Namun ini sangat lazim terjadi. Hanya saja, sudah tahukah apa perbedaan air mani dan madzi?

Kita bisa membedakannya dengan cara melihat karakteristiknya yang ada. Sebab, keduanya memiliki ciri-ciri khusus sebagaimana telah para ulama terdahulu jelaskan.

Mani merupakan cairan yang mana saat keluar artinya beserta dengan syahwat karena sedang beraktivitas seksual. Sedangan madzi, adalah cairan bening yang biasa keluar dari kemaluan wanita saat mengalami rangsangan gairah seksual.

Mengapa kita perlu mengetahui perbedaannya? Agar kita bisa mengenalinya dengan tepat dan tahu bagaimana cara mensucikannya dengan benar dari kedua cairan tersebut.

Seperti yang kita mengerti selama ini, bahwa ada cairan yang apabila keluar akan membuat seseorang berhadas besar dan tidak boleh melakukan ibadah.

Bukan hanya itu, ada juga cairan yang jika mengenai pakaian dan badan maka bisa menjadikannya najis, lalu hal tersebut akan membatalkan ibadah yang sedang kita laksanakan. Akibatnya, ibadah menjadi sia-sia.

Perbedaan Air Mani dan Madzi, Sudah Tahu?

Nah, Sobat Cahaya Islam, untuk memahaminya maka berikut penjelasan lengkap terkait perbedaan mani dan madzi. Demikian ulasannya.

1.      Air Mani

Mani bagi seorang lelaki biasanya berwarna putih pekat dan teksturnya kental, sedangkan mani yang wanita keluarkan lebih encer dan warnanya pun sedikit kekuningan.

Cairan ini, memiliki aroma yang khas dan biasanya keluar dengan pancaran atau kita kenal, muncratan.

Menurut pendapat para ulama, apabila ada cairan yang keluar dari kemaluan dan memenuhi salah satu kriteria tersebut maka sudah pasti hukumnya adalah sebagai air mani.

Saat mengeluarkannya pun kita bisa saja sadar maupun tidak, seperti saat sedang tertidur lalu tiba-tiba saja mimpi basah.

وَعَنْ أُمِّ سَلَمَةَ; أَنَّ أُمَّ سُلَيْمٍ -وَهِيَ اِمْرَأَةُ أَبِي طَلْحَةَ- قَالَتْ: – يَا رَسُولَ اَللَّهِ! إِنَّ اَللَّهَلَا يَسْتَحِي مِنْ اَلْحَقِّ, فَهَلْ عَلَى اَلْمَرْأَةِ اَلْغُسْلُ إِذَا اِحْتَلَمَتْ? قَالَ: “نَعَمْ. إِذَا رَأَتِالْمَاءَ” – اَلْحَدِيثَ. مُتَّفَقٌ عَلَيْه

Dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha, bahwasanya Ummu Sulaim–ia adalah istrinya Abu Thalhah–berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya Allah tidaklah malu menyebutkan kebenaran. Apakah wanita tetap mandi junub jika mimpi basah?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Iya, tetap mandi junub jika ia melihat air.” (Muttafaqun ‘alaih) [HR. Bukhari, no. 282 dan Muslim, no. 313]

Hukum air mani, tidaklah najis. Hanya saja, mengeluarkannya bisa menjadikan seseorang mengalami hadas besar yang membatalkan puasa dan tidak boleh melakukan shalat.

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ اَلْخُدْرِيِّ – رضي الله عنه – قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ – صلى الله عليهوسلم – – اَلْمَاءُ مِنْ اَلْمَاءِ – رَوَاهُ مُسْلِم

وَأَصْلُهُ فِي اَلْبُخَارِيّ

Dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Air itu dari air (mandi junub itu disebabkan karena keluar mani).” (Diriwayatkan oleh Muslim, dan asalnya hadits ini dari Al-Bukhari). [HR. Bukhari, no. 180 dan Muslim, no. 343, 345]

Maka dari itu, kita berkewajiban untuk mensucikan diri terlebih dahulu dengan cara mandi besar untuk membersihkan cairan tersebut.

Perbedaan Air Mani dan Madzi

Apabila terkena pakaian, maka kita harus mencucinya segera saat masih basah. Namun jika sudah kering maka perlu dengan mengoreknya saja sampai hilang dan bersih kembali.

2.      Air Madzi

Selanjutnya, madzi adalah cairan putih bening dengan tekstur lengket. Yang keluarnya pada saat seseorang dalam kondisi syahwat. Namun tidak keluar dengan muncratan dan tidak pula menjadikan tubuh lemas.

Keluarnya cairan ini seringnya dialami oleh kaum lelaki, itu pun kadang tidak terasa. Lalu, saat seseorang mengeluarkannya maka tidak perlu mandi besar dan tidak pula batal puasanya.

Cara membersihkannya, kita hanya perlu mencuci bagian yang terkena cairan air madzi lalu segera berwudhu. Jika pun terkena pakaian, maka kita cukup memercikan air ke bagian pakaian yang terkena.

Perbedaan Air Mani dan Madzi

Nah, Sobat, itulah perbedaan air mani dan air madzi. Keduanya sangat penting untuk kita ketahui masing-masing karakteristiknya. Agar bisa membersihkan dan mensucikannya sesuai dengan ajaran syariat agama.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY