Cara Pengelolaan Emosi dalam Keluarga Sesuai Ajaran Islam

0
331
pengelolaan emosi dalam keluarga

Pengelolaan emosi dalam keluarga – Dalam keluarga banyak sekali hal yang terjadi di antara satu orang dengan orang lainnya. Salah satu contohnya adalah emosi yang bisa saja memicu hal fatal. Untuk itu, sangat penting melakukan pengelolaan emosi dalam keluarga yang sesuai ajaran agama.

Rasa marah yang ada dalam emosi merupakan salah satu senjata bagi setan agar dapat membinasakan manusia. Dengan cara tersebut, setan bisa lebih mudah mengendalikan manusia. Pasalnya dengan marah, orang bisa mudah mengucapkan kekafiran, berbicara kasar, menggugat takdir, dan hal tercela lainnya.

Pentingnya Pengelolaan Emosi dalam Keluarga

Sobat Cahaya Islam, emosi yang terbentuk dalam keluarga bisa merusak jalinan hubungan baik. Mengingat emosi kerap disertai dengan kalimat caci maki, sampai kata-kata cerai yang berakibat berakhirnya rumah tangga. Tepat di saat itu, misi setan dalam merusak manusia terutama hubungan rumah tangga akhirnya tercapai.

Jelas saja, masalah tersebut tak selesai sampai situ saja. Pasalnya tak jarang masih ada kemungkinan balas dendam dari orang yang terkena amarah dalam emosi. Bisa Sobat Cahaya Islam bayangkan, begitu banyak kerusakan yang timbul karena emosi.

Menyadari hal tersebut, islam begitu menekankan untuk pengelolaan emosi dalam keluarga dan kehidupan bermasyarakat. Islam pun memberikan berbagai motivasi agar manusia tak mudah terpancing emosi apalagi dalam keluarga. Mengingat keluarga merupakan tempat berkumpul dan kembalinya seseorang.

Dengan membangun hubungan keluarga yang harmonis dan tanpa rasa amarah berarti, maka besar kemungkinan  kehidupan Sobat selalu damai.

Bagaimana Cara Mengelola Amarah yang Timbul?

Sobat Cahaya Islam, ada beberapa cara mengelola rasa amarah yang timbul dari dalam diri. Cara tersebut bisa menjadi pengelolaan emosi dalam keluarga yang dapat Sobat terapkan di kehidupan sehari-hari. Adapun cara-caranya antara lain:

1.       Memohon Perlindungan Allah SWT

Saat Sobat merasa amarah, segeralah memohon perlindungan pada Allah SWT. Mintalah perlindungan Allah SWT dari godaan syaitan. Cara paling ampuh untuk memohon perlindungan Allah SWT adalah dengan membaca ta’awudz yakni:

أعوذُ بالله مِنَ الشَّيْطانِ الرَّجيمِ

A-‘UDZU BILLAHI MINAS SYAITHANIR RAJIIM

Pasalnya sumber amarah adalah setan, termasuk di dalam keluarga sekalipun. Karena itu, Sobat bisa meredam godaannya dengan memohon perlindungan hanya pada Allah SWT. Ini juga sejalan dengan perintah Nabi Muhammad SAW dalam sabda-Nya yaitu:

 “Apabila seseorang marah, kemudian membaca: A-‘udzu billah (saya berlindung kepada Allah) maka marahnya akan reda.” (Hadis shahih – silsilah As-Shahihah, no. 1376

2.       Diam

Bawaan orang yang sedang emosi yaitu berbicara tanpa aturan sama sekali. Hal tersebut bisa membuat seseorang berbicara yang mengundang murka Allah SWT. Jelas saja ini membahayakan apalagi jika Sobat berbicara tanpa aturan kepada anak di dalam keluarga.

pengelolaan emosi dalam keluarga

Oleh sebab itu, diam adalah cara mujarab demi terhindar dari dosa yang lebih besar. Ucapan kekafiran, mengumpat takdir, celaan berlebihan, dan lainnya bisa Allah catat sebagai tabungan dosa.

3.       Ambil Posisi yang Lebih Rendah

Kecenderungan bagi orang yang marah yaitu ingin senantiasa lebih tinggi. Kalau semakin dituruti, maka ia kian merasa ingin lebih tinggi. Dengan posisi tersebut, ia pun dapat melampiaskan rasa amarah sepuasnya.

Oleh sebab itu, Nabi Muhammad SAW memberikan saran sebaliknya. Supaya dapat meredam amarah, maka beliau menganjurkan untuk mengambil posisi lebih rendah lagi. Nabi Muhammad SAW bersabda:

إِذَا غَضِبَ أَحَدُكُمْ وَهُوَ قَائِمٌ فَلْيَجْلِسْ، فَإِنْ ذَهَبَ عَنْهُ الْغَضَبُ وَإِلَّا فَلْيَضْطَجِعْ

Apabila kalian marah, dan dia dalam posisi berdiri, hendaknya dia duduk. Karena dengan itu marahnya bisa hilang. Jika belum juga hilang, hendak dia mengambil posisi tidur.” (HR. Ahmad 21348, Abu Daud 4782 dan perawinya dinilai shahih oleh Syuaib Al-Arnauth). 

4.       Berwudhu

Marah merupakan sifat setan yang terbuat dari api. Untuk itu, Sobat bisa memadamkannya dengan air yang dingin. Karena itu, Sobat bisa meredamnya dengan mengambil air wudhu.

Hal ini sejalan dengan:

إِنَّ الْغَضَبَ مِنْ الشَّيْطَانِ وَإِنَّ الشَّيْطَانَ خُلِقَ مِنْ النَّارِ وَإِنَّمَا تُطْفَأُ النَّارُ بِالْمَاءِ فَإِذَا غَضِبَ أَحَدُكُمْ فَلْيَتَوَضَّأْ

Sesungguhnya marah itu dari setan, dan setan diciptakan dari api, dan api bisa dipadamkan dengan air. Apabila kalian marah, hendaknya dia berwudhu.” (HR. Ahmad 17985 dan Abu Daud 4784)

Sobat Cahaya Islam, itulah cara yang bisa Sobat lakukan sebagai langkah pengelolaan emosi dalam keluarga. Dengan cara tersebut, maka Sobat bisa mengelola amarah berlebihan sebaik mungkin.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY