Marsha Aruan Pindah Agama? Ini 3 Bukti Kuat Islam Agama Paling Benar

0
58

Marsha Aruan – Artis sekaligus penyanyi yang telah membintangi beberapa film diantaranya adalah Garuda Di Dadaku, baru-baru ini ia dikejutkan oleh komentar netizen tentang unggahannya di Instagram yang memperlihatkan dia sedang di baptis tanggal 8 Agustus 2020.

“kok kakak pindah agama? – hmm? sejak kapan juga aku pindah agama? dari lahir ga pernah pindah pindah kok,” tulisan yang tertera dalam Instastory Marsha Aruan.

Klarifikasi Marsha Aruan yang dibaptis bersama kedua saudaranya yakni Michelle Aruan dan Stefani  Gabriel, bukan pindah agama dibenarkan oleh ibunya sendiri. Terkait waktu pembaptisan memang baru saja ia lakukan.

Sobat Cahaya Islam, memilih untuk memeluk agama apa memang merupakan salah satu kebebasan setiap individu. Apa kalian tahu, menjadi bagian dari agama Islam merupakan hadiah terindah yang Allah SWT berikan yang berupa hidayah.

Meskipun agama Islam yang kita anut bermula dari orang tua kita yang beragama Islam tidak mengapa, yang terpenting mari kita kuatkan keimanan kita dalam beragama yang mencangkup rukun iman yang enam.

Iman ibarat kehidupan yang sering mengalami fluktuasi (naik-turun). Oleh karena itu untuk menguatkan iman kita perlu mempelajari agama Islam dan juga bukti-bukti kebenarannya agar pondasi keimanan kita tidak kendor melainkan semakin tumbuh kuat. Aamiin.

Marsha Aruan Dibaptis, Muslim Keimanannya Perlu Diperkuat dengan Melihat Bukti Kebenaran Islam

Innaddina ‘inda Allahi Islam, sesungguhnya agama di sisi Allah hanyalah agama Islam. Sebagai agama terpilih, mempunyai banyak bukti kebenaran.

  1. Untuk Masuk Islam Mudah

Kemudahan merupakan tonggak yang terpancar dari agama Islam, dalam penyebarannya Islam dilakukan dengan jalan damai tanpa paksaan. Untuk menjadi bagian dari umat Islam hanya dengan mengucapkan dua kalimat syahadat.

  1. Memiliki Allah Yang Maha Esa

Esa berarti satu, Allah SWT adalah yang paling berkuasa di muka bumi ini, berbeda dengan agama lain yang memiliki lebih dari satu Tuhan. Allah memiliki 20 sifat wajib dan 20 sifat mustahil serta satu sifat jaiz.

Secara logika, bila yang berkuasa lebih dari satu, maka dapat dimungkinkan akan terjadi penyelewengan. Tuhan satu berkehendak ini, Tuhan kedua berkehendak itu, maka siapa yang kehendaknya terjadi? Apa perlu persaingan untuk menentukan siapa yang menang?

  1. Al-Qur’an Sebagai Kitab Suci yang tidak Seorang pun Dapat Meniru

Al-Qur’an adalah Kalam Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui malaikat Jibril selama 22, tahun 2 bulan 22 hari. Al-Qur’an berisi pedoman hidup yang keotentikannya terjaga. Tidak ada seorang pun yang dapat meniru Al-Qur’an meski satu ayat.

Sebagaimana yang tertuang dalam Al-Qur’an surah Al-Isra’ ayat 88

قُلْ لَئِنِ اجْتَمَعَتِ الْإِنْسُ وَالْجِنُّ عَلَىٰ أَنْ يَأْتُوا بِمِثْلِ هَٰذَا الْقُرْآنِ لَا يَأْتُونَ بِمِثْلِهِ وَلَوْ كَانَ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ ظَهِيرًا

Katakanlah: “Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al Quran ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan dia, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain”. (QS. Al-Isra’ (17): 88)

Meskipun dikerahkan semua bangsa jin dan manusia, Al-Qur’an sekalipun tidak dapat ditiru. Selain tidak dapat ditiru, Al-Qur’an juga tidak dapat dipalsukan sebab tersimpan di dalam dada para hafiz.

Keotentikannya Al-Qur’an juga terlihat dari bahasanya yang sama dari dulu diturunkan sampai sekarang yakni bahasa Arab. Hal ini berbeda dengan agama-agama lain yang kitab sucinya tidak lagi berbahasa sama, tetapi telah banyak dilakukan perubahan.

Semoga tiga bukti kebenaran agama Islam dapat menguatkan iman Islam kita hingga sampai akhir hayat nanti meninggal dalam keadaan membawa iman Islam dan khusnul khotimah.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!