Kisah Nabi Ismail dan Kasih Sayang Seorang Ibu Memang Tak Terhingga Sepanjang Masa!

0
61
Kisah Nabi Ismail dan Kasih Sayang Seorang Ibu Memang Tak Terhingga Sepanjang Masa!

Kisah Nabi Ismail – Apa yang terbersit pertama kali di pikiran sobat cahayaislam semuanya ketika kami berkata tentang cerita kehidupan nabi ismail? 90% pasti akan mengatakan tentang bagaimana keren dan epik nya kisah seorang anak yang dengan tulus ikhlas mengorbankan dirinya karena sang Ayah yang juga seorang utusan Allah (Nabi Ibrahim AS) mendapatkan mandat dari penciptanya untuk menyembelih anaknya. Always that story.

Tapi coba kita cek sisi lain dari kisah kehidupan Nabi Ismail jauh sebelum itu. Kali ini tim cahayaislam akan mencoba menceritakan sedikit tentang sosok seorang ibu nabi ismail sendiri (Hajar) dalam kisah nabi ismail ketika masih dalam gendongannya.

Siapakah Hajar yang merupakan Ibu Nabi Ismail itu?

Sobat cahayaislam penasaran dong pastinya gimana sih background dari wanita mulia bernama Hajar ini yang merupakan ibu dari Nabi Ismail? Dari hadits yang diriwayatkan Bukhori dengan nomor hadits nomor 2635 ( (كتاب الهبة وفضلها والتحريض عليها

حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ، أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ، حَدَّثَنَا أَبُو الزِّنَادِ، عَنِ الأَعْرَجِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ـ رضى الله عنه ـ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏”‏ هَاجَرَ إِبْرَاهِيمُ بِسَارَةَ، فَأَعْطَوْهَا آجَرَ، فَرَجَعَتْ فَقَالَتْ أَشَعَرْتَ أَنَّ اللَّهَ كَبَتَ الْكَافِرَ وَأَخْدَمَ وَلِيدَةً ‏”‏‏.‏ وَقَالَ ابْنُ سِيرِينَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم ‏”‏ فَأَخْدَمَهَا هَاجَرَ ‏”

Dalam hadits itu diceritakan bahwa Nabi Ibrahim tengah hijrah dari tempat dia berdakwah (di Mesir dan sekitarnya) hingga kemudian dia sampai di tempat tujuan. Hajar merupakan seorang budak wanita yang diberikan sebagai hadiah kepada Nabi Ibrahim AS. (Dalam beberapa riwayat lain dikatakan bahwa yang memberikannya adalah seorang penguasa tirani nan lalim)

Hajar mengandung putra Nabi Ibrahim, yaitu Nabi Ismail

Beberapa ahli tafsir dan peneliti kisah Nabi menceritakan bahwa dalam proses hijrah yang panjang tersebut pada akhirnya Hajar menyadari bahwa dirinya mengandung. Karena sadar diri bahwa dirinya hanya seorang budak, dia kemudian berusaha menyembunyikan kehamilannya dari Sarah (istri Nabi Ibrahim) dan Nabi Ibrahim AS. Karena pada dasarnya Nabi Ibrahim sudah berusaha mendapatkan keturunan dengan istrinya sejak lama.

Namun apa daya, setelah berbulan – bulan akhirnya terkuak juga kehamilan Hajar. Nabi Ibrahim yang sudah menantikan seorang keturunan tentu merasa sangat bahagia mendengarnya. Namun lain cerita untuk Sarah. Manusia memang merupakan tempat dosa dan kesalahan. Kecemburuan meliputinya saat perhatian Nabi Ibrahim menjadi lebih banyak ditujukan kepada Hajar yang mengandung anaknya. Sarah marah dan meminta Nabi Ibrahim untuk menjauhkan mereka dari pandangannya karena rasa cemburu yang berkobar.

Perintah Allah untuk menyebarkan Tauhid di Negeri Orang tanpa Hajar dan Ismail Kecil

Untuk sebuah hikmah yang Hanya Allah SWT semata yang tahu, Nabi Ibrahim kemudian diperintahkan untuk meninggalkan Hajar dan Anaknya di sebuah lembah tandus (di daerah yang sekarang merupakan Makkah). Menurut para ahli tafsir dan peneliti sejarah mengatakan bahwa Nabi Ibrahim diperintahkan untuk berdakwah di daerah yang sekarang Palestina. Beberapa versi juga mengatakan bahwa hal itu semata untuk menuruti keinginan istri nabi Ibrahim (Sarah) yang sudah diliputi rasa cemburu. Wallahu ‘Alam

Hingga kemudian Nabi Ibrahim dengan berat hati harus meninggalkan Hajar yang tengah menyusui anaknya yakni Nabi Ismail yang masih bayi disebuah lembah tandus dengan berbekal satu cawan air untuk diminum dan geriba berisi beberapa buah kering dan kurma. Bayangkan aja sobat cahayaislam, like literally in the middle of nowhere.

Wahai Utusan Allah Ibrahim! Kemanakah engkau ingin pergi dengan meninggalkan kami (Hajar dan ismail) di tengah lembah kering nan tandus tak berpenghuni ini? – dengan Sendu Hajar mengatakan ini berulang kali.

Nabi Ibrahim dengan hati remuk terdiam terus berjalan menjauh dari Hajar dan anaknya yang dicintainya.

Apakah ini merupakan perintah dari Allah? – sayup sayup dari kejauhan Hajar bertanya lagi

Nabi Ibrahim menoleh dan kemudian mengangguk pelan. Hajar pun kemudian berhenti memanggil – manggil Nabi Ibrahim. Dia percaya Tuhannya takkan menyia-nyiakan mereka dan apapun yang terjadi, Allah akan membantu dia dan anaknya survive.

Doa Nabi Ibrahim kepada Allah untuk keselamatan Hajar dan Anaknya dalam kisah nabi ismail

dalam kisah nabi ismail tersebut, meski sedih nabi Ibrahim tetap tabah menjalankan perintah Allah. Hingga setelah berada di jalan berbukit jauh dari Hajar dan Ismail kecil. Nabi Ibrahim termenung menatap ke langit sembari berdoa kepada Allah untuk keselamatan mereka yang ia tinggalkan. Doa ini termaktup dalam surat Ibraim

رَبَّنَا إِنِّي أَسْكَنْتُ مِنْ ذُرِّيَّتِي بِوَادٍ غَيْرِ ذِي زَرْعٍ عِنْدَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُوا الصَّلَاةَ فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِنَ النَّاسِ تَهْوِي إِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُمْ مِنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُونَ

Artinya adalah: Wahai Tuhan kami, sungguh aku telah meninggalkan satu keturunan kami di suatu lembah tak berpenghuni dan tak memiliki tanam – tanaman, maka jadikanlah manusia condong kepada mereka (membantu mereka), dan anugerahkan rezeki untuk mereka dari buah – buahan hingga semoga mereka (keturunanku) sama bersyukur.

Asal Usul Sa’i Shafa Marwah dari Keputus asaan Hajar

Setelah Nabi Ibrahim telah jauh pergi. Tertinggallah Hajar dan puteranya di daerah terpencil nan sunyi senyap itu. Dia dengan tabah menerima nasib yang telah ditakdirkan oleh Allah untuknya dan anaknya. Namun Hajar percaya kepada Allah! Dia benar benar yakin bahwa Allah akan menolong dia dan anaknya dari keadaan yang sangat pekat tersebut.

Kian hari, makanan berupa kurma dan buah buahan kering dan air yang ditinggalkan oleh Nabi Ibrahim semakin menipis. Beban hidup semakin berat terasa oleh Hajar yang pada kala itu masih harus menyusui anaknya. Dirinya mulai kurus dan kering kerontang, hingga dia sampai pada titik dimana tidak bisa menyusui ismail lagi. Ismail yang kelaparan meronta dan menangis tak henti – henti.

Tangis ismail yang menyayat hati dan memilukan itu membuat hati Hajar teriris – iris. Dengan panik Hajar mulai berlari kesana kemari berharap seseorang ada di dekat mereka untuk memberikan sedikit derma makanan untuk meredakan tangis anaknya. Dia berlari keatas bukit disekitar situ kemudian kembali ke bukit diseberang bukit sebelumnya. Hajar berlari mondar mandir diantara bukit itu karena ilusi fatamorgana. Dia seolah mendengar suara manusia di bukit satu dan melihat bayang bayang oase di bukit yang lain. Hal itu berlangsung hingg 7 kali.

Catatan: Peristiwa inilah yang kini menjadi salah satu rangkaian ibadah haji yang dikenal dengan Sa’i Shafa Marwah. Shafa & Marwah adalah dua bukit dimana Hajar dengan putus asa mencari bantuan untuk menahan lapar dan tangis dirinya dan ismail.

Kedatangan seorang pemuda asing yang akan menolong mereka

Dengan keadaan lemah dan tak berdaya setelah berlari kesana kemari mencari bantuan. Dalam kisah nabi ismail kecil dan Ibunya ini Allah memang merupakan satu satunya sandaran terbaik. Di kala segalanya hampir sampai pada titik akhir. Keputusasaan meliputi Hajar ditengah raung tangis Ismail yang kelaparan dan badan seorang ibu yang tengah lunglai terkapar kelelahan dalam terik matahari yang menyengat badan itu datanglah seseorang. Hajar tetap berdoa akan rahmat Allah dan pertolonganNya.

Seseorang pemuda dengan perawakan gagah datang ditengah keputusasaan itu. Dengan raut wajah iba dia bertanya kepada Hajar “Siapakah gerangan engkau wahai wanita yang terus berdoa akan rahmat Allah ditengah lembah yang gersang ini?” – ucap pemuda itu

aku adalah seorang wanita hamba sahaya milik utusan Allah ibrahim bersama anakku, yang tengah ditinggalkan disini karena Ibrahim harus menunaikan tugas suci – Hajar yang lemah dengan lirih menjawab

Lalu kepada siapa engkau dititipkan di lembah yang tandus dan tak berpenghuni ini? Tanya pemuda itu lagi kepada Hajar

Aku dan anakku dititipkan hanya kepada Allah semata dengan mengharapkan rahmatNya – jawab Hajar tak kuasa

Pemuda itu menghela nafas dan tersenyum, kemudian berkata

Jika begitu, maka niscaya engkau telah dititipkan kepada seorang dzat yang maha segalanya dan akan membantumu dengan rahmat yang berlimpah ruah untuk mencukupi kamu dan anakmu

Usut punya usut, pemuda gagah dalam kisah nabi ismail tersebut tak lain dan tidak bukan merupakan Malaikat Jibril yang diutus oleh Allah untuk membantu mereka melewati masa sulit tersebut.

Keajaiban Allah berupa Mata Air Zam zam

Malaikat jibril kemudian memapah Hajar beserta ismail kecil menuju suatu tempat yang tidak jauh dari situ. Jibril kemudian menderakkan kakinya kuat kuat ke satu tanah disitu hingga kemudian muncullah sumber mata air yang mengalir deras.

Hajar yang melihat kejaiban yang telah diberikan Allah lewat Malaikat jibril tersebut tersenyum sembari membasuh ismail dengan air itu. Mereka bahagia dan bersyukur atas rahmat Allah itu. Kini sumber air dalam kisah nabi ismail ini dikenal semua pemeluk islam seluruh dunia sebagai sumber air zam zam.

Sebelum Jibril pergi meninggalkan Hajar dan Ismail kecil, dia mengatakan bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan lagi tentang makanan untuk mereka. Karena di tengah padang lembah tak berpenghuni dan gersang, sumber mata air adalah titik awal sebuah kehidupan.

Beberapa waktu tak berselang lama, kawanan burung mulai datang untuk turut minum di mata air itu. Dan benar saja, kawanan burung selalu menarik perhatian para pelancong dan saudagar yang biasanya bermukim di sekitar sana. Salah satu yang dikisahkan dari para ahli tafsir dan peneliti sejarah, kawanan yang datang pertama kali ke daerah itu dan menemukan Hajar dan Nabi Ismail kecil adalah Suku Jurhum yang kemudian membantu mereka untuk survive.

***

Nah itu sih sedikit kisah nabi ismail yang epik dari sosok ibu nabi Ismail AS yang bernama Hajar. Dari situ sobat cahayaislam tentu menyadari kan betapa memang seperti di syair syair itu, bahwa kasih ibu memang tak terhingga sepanjang masa. Cinta hajar kepada anaknya ismail membuat dia tanpa lelah berusaha dan berdoa serta bersandar pada rahmat Allah agar pertolonganNya datang. Semoga bisa menginspirasi dan bermanfaat yaa!

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!