Membangun Harmoni Keluarga Dengan Islam

0
585
Rear view of joyful Asian family jumping together in the park

Memiliki keluarga yang harmonis dan saling mendukung merupakan salah satu bentuk kebahagiaan yang hakiki dan tentu saja diidamkan oleh semua orang. Keluarga adalah fragmen yang sangat penting dalam kehidupan dimana keluarga yang indah akan berpengaruh pada kehidupan yang berjalan. Islam adalah agama yang secara tuntas mengatur beragam hal tentang membangun keluarga yang harmonis dan Islami. Dalam hal ini, kita akan membahas tentang Membangun Harmoni Keluarga Dengan Islam dimana kita bisa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Membangun Harmoni Keluarga Dengan Islam

Kondisi menyedihkan hari ini

Di berbagai media kita dapat melihat bagaimana kondisi keluarga hari ini yang cukup jauh dari kondisi yang nyaman dan harmonis. Banyak sekali harmoni keluarga yang hancur karena beragam masalah. Semakin meningkatnya kasus kekerasan pada anak dan perceraian dewasa ini menjadi bukti bagaimana kondisi keluarga hari ini. Tentu, hal ini termasuk sebuah kondisi yang sangat menyedihkan.

Perlu dipahami bahwa keluarga adalah suatu hal yang sangat penting yang sangat berpengaruh terutama untuk kehidupan anak-anak. Anak yang berhasil dan sukses biasanya akan terlahir dari keluarga yang baik dan harmonis. Oleh karena itu, kita tentu perlu untuk belajar bagaimana tips membina harmoni keluarga dengan Islam yang tentu akan membuat kehidupan kita menjadi lebih tertata dan bahagia.

Tips membina keluarga harmoni

Sebagaimana telah kita singgung di awal bahwa Islam adalah agama yang mengatur secara lengkap tata cara membangun keluarga yang harmonis. Tata cara tersebut tentu dapat menjadi pedoman bagi seseorang yang ingin memulai kehidupan yang baru dengan berkeluarga. Mari kita simak beberapa tips untuk membangun harmoni keluarga dengan Islam di bawah ini.

Saling Mengenal

Salah satu langkah awal yang harus dilakukan untuk membangun sebuah keluarga yang harmonis adalah saling mengenal dimana kedua insan memiliki tujuan yang sama, yakni menikah. Namun, perlu diketahui bahwa langkah perkenalan ini tidak hanya sebatas mengetahui pribadinya tetapi juga kebiasaannya sebagaimana tercantum dalam Al-Qur’an :

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. [1]

Dengan tahapan ini diharapkan kita dapat menjalani kehidupan rumah tangga dengan baik karena satu sama lain sudah memahami karakter masing-masing.

Saling Memahami

Setelah saling mengenal atau ta’aruf, tips selanjutnya adalah tafaahum atau saling memahami kekurangan dan kelebihan masing-masing. Kebanyakan orang akan senantiasa menginginkan mendapatkan calon yang sempurna menurut dirinya sendiri. Namun, Islam mengajarkan umatnya untuk bisa menerima kekurangan pasangan. Jika keduanya saling memahami, maka akan tercipta sebuah harmoni keluarga dengan Islam, sebagaimana tercantum dalam Al-Qur’an :

هُوَ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَجَعَلَ مِنْهَا زَوْجَهَا لِيَسْكُنَ إِلَيْهَا ۖ فَلَمَّا تَغَشَّاهَا حَمَلَتْ حَمْلًا خَفِيفًا فَمَرَّتْ بِهِ ۖ فَلَمَّا أَثْقَلَتْ دَعَوَا اللَّهَ رَبَّهُمَا لَئِنْ آتَيْتَنَا صَالِحًا لَنَكُونَنَّ مِنَ الشَّاكِرِينَ

Dialah Yang menciptakan kamu dari diri yang satu dan dari padanya Dia menciptakan isterinya, agar dia merasa senang kepadanya. Maka setelah dicampurinya, isterinya itu mengandung kandungan yang ringan, dan teruslah dia merasa ringan (beberapa waktu). Kemudian tatkala dia merasa berat, keduanya (suami-isteri) bermohon kepada Allah, Tuhannya seraya berkata: “Sesungguhnya jika Engkau memberi kami anak yang saleh, tentulah kami termasuk orang-orang yang bersyukur”. [2]

Saling Memberi

Maksud dari hal ini adalah ketika suami dan istri saling memahami maka akan timbul rasa saling memberi dan melengkapi. Kesadaran yang timbul inilah yang akan membuat keluarga menjadi terlihat menyenangkan dan damai. Hal mengenai harmoni keluarga dengan Islam ini sebagaimana dimaksud dalam Al-Qur’an :

وَلِكُلٍّ وِجْهَةٌ هُوَ مُوَلِّيهَا ۖ فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ ۚ أَيْنَ مَا تَكُونُوا يَأْتِ بِكُمُ اللَّهُ جَمِيعًا ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah (dalam membuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. [3]

Saling Menerima

Komunikasi yang baik antar pasangan akan membuat keluarga jauh dari pertengkaran dan hal yang mengecewakan lainnya. Sedang tips yang ketiga dalam membina keluarga dengan Islam adalah tahaabbu atau saling mencintai. Jika cinta sudah bersemi di hati masing-masing, tentu tidak akan ada alasan kenapa seorang suami tidak bertanggung jawab.

Beragam tips tersebut adalah pedoman untuk membina harmoni keluarga dengan Islam yang mungkin sudah hilang saat ini. Oleh karenanya, penting bagi kita untuk senantiasa belajar dan berusaha mengaplikasikan pedoman tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

[1] QS Al-hujarat 13

[2] QS. Al-A’raf 189

[3]  QS Al-baqarah 148

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!