Popularitas Istilah Islam di Kalangan Milenial

0
64
Popularitas Istilah Islam di Kalangan Milenial

Berita Islami Dalam berita islam terbaru misalnya, kita bisa melihat bahwa dalam hal paling mendasar berupa penggunaan istilah Islam pun bisa berbeda di kalangan generasi milenial dengan generasi-generasi sebelumnya. Bagaimana dengan tingkat ke Popularitas Istilah Islam di Kalangan Milenial ? apa yang seharusnya dilakukan?

Popularitas Istilah Islam di Kalangan Milenial

Ada baris-baris penyair terkenal Kahlil Gibran yang mengatakan bahwa “anakmu bukanlah milikmu”. Dengan demikian, setiap generasi pada dasarnya memiliki pola pikir yang mungkin berbeda dari pola pikir generasi sebelumnya. Bahkan kadangkala pula pola pikir generasi seorang anak bisa berbeda dengan pola pikir generasi orangtuanya. Hal itu kadangkala terlihat juga dalam hal pemaknaan beberapa konsep dalam agama Islam.

Salah satu ciri khas generasi milenial adalah keakraban mereka dengan teknologi. Zaman generasi milenial adalah zaman media sosial. Tentu saja media sosial seringkali memberikan efek buruk, misalnya memicu pertengkaran karena tersebarnya aib pribadi, dan sebagaimana.

Tetapi media sosial memang alat, dan setiap alat selalu memiliki efek negatif dan efek positif. Salah satu efek positif media sosial bagi generasi milenial misalnya media sosial bisa dijadikan alat untuk menyebarkan ajaran Islam. Dalam hal ini, media sosial ataupun media daring lainnya bisa menjadi semacam kanal berita Islam. Melalui saluran itu, selain generasi islam milenial bisa mengikuti perkembangan berita islam terbaru, mereka juga bisa menjadi lebih mengenal konsep-konsep Islam.

Dari istilah ke Praktik

Sobat cahayaIslam, salah satu hukum yang berlaku di dunia internet bagi generasi milenial adalah mereka akan cenderung tertarik pada sesuatu yang populer di dunia itu. Maka cara dalam menyebarkan ajaran Islam melalui alat ini tentu saja pertama-tama harus melalui cara pempopuleran satu dua konsep ajaran Islam.

Dari popularitas itu generasi milenial islam kemudian akan tertarik memahami konsep itu lebih dalam. Setelah itulah diharapkan mereka kemudian akan mempraktikkannya. Sementara tentang berita islam kontemporer sendiri maka hal itu penting supaya pengetahuan mereka tentang keislaman tetap terupdate.

Ambil misalnya salah contoh istilah islam yang menjadi populer di kalangan generasi milenial, yakni istilah hijrah. Istilah ini dalam sejarah islam biasanya dimaknai secara literal sebagai perpindahan umat Islam dari Mekkah ke Medinah. Nah, melalui dunia internet termasuk media sosial, istilah ini kemudian dipopulerkan dan diberi makna metaforis.

Jika dulu kata itu bermakna perpindahan fisik dari satu tempat ke tempat lain, pada generasi milenial hal itu kemudian menjadi bermakna berpindah secara rohani dari pemikiran yang jauh dari ajaran islam menjadi mempraktikkan ajaran Islam. Dari sanalah kemudian bisa dimungkinkan bagi generasi milenial untuk menjadi umat Islam yang kaffah. Jika sobat cahayaIslam mengikuti berita islam di media sosial maka sobat cahayaIslam akan menemukan betapa populernya istilah ini.

Mungkin kemudian muncul rasa rendah diri bahwa hanya orang-orang tertentulah yang berhak melakukan penyebaran agama Islam melalui cara ini. Padahal jika kita menyimak salah satu sabda Nabi maka akan kita temukan perintah untuk berdakwah bagi siapapun:

حَدَّثَنَا أَبُو عَاصِمٍ الضَّحَّاكُ بْنُ مَخْلَدٍ، أَخْبَرَنَا الأَوْزَاعِيُّ، حَدَّثَنَا حَسَّانُ بْنُ عَطِيَّةَ، عَنْ أَبِي كَبْشَةَ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو، أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏ “‏ بَلِّغُوا عَنِّي وَلَوْ آيَةً، وَحَدِّثُوا عَنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ وَلاَ حَرَجَ، وَمَنْ كَذَبَ عَلَىَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ ‏”‏‏.‏

 

Diceritakan `Abdullah bin` Amr: Nabi (ﷺ) berkata, “Sampaikan (ajaran saya) kepada orang-orang bahkan jika itu adalah satu kalimat, dan ceritakan kepada orang lain kisah-kisah Bani Israel (yang telah diajarkan kepada Anda), karena tidak berdosa untuk melakukannya. Dan siapapun yang dengan sengaja berbohong pada saya, pasti akan mengambil tempatnya di dalam Api (Neraka). ” [1]

Dengan demikian, siapapun umat Islam, maka dia berhak untuk menyebarkan ajaran kepada orang lain. Tidak ada batasan sebagaimana yang mungkin selama ini disebarkan oleh berita islam tertentu.

Yang memiliki tugas untuk menyebarkan ajaran islam bukan hanya ulama dan ustaz-ustaz melainkan semua orang islam, karena dalam sabda nabi di atas pun tidak ada batasan spesifik tentang siapa yang boleh menyampaikan ajaran Islam.  Jadi, jangan ragu, sobat cahayaIslam, mari sebarkan pengetahuan kita sedikit ataupun banyak tentang ajaran Islam dan berita islam melalui semua kanal yang kita miliki, termasuk media sosial.


Catatan Kaki

[1] H.R. Shahih Bukhari nomor hadits 3461

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!