Peluang Bisnis Islami dan Medsos

0
62
Peluang Bisnis Islami

Islam mengajarkan umatnya untuk giat bekerja. Dengan giat bekerja orang akan bisa memenuhi kebutuhannya sendiri dengan memadai. Saat ini banyak sekali Peluang Bisnis Islami di Medsos apakah sobat sudah mencobanya?

Peluang Bisnis Islami dan Medsos

Islam sama sekali tidak menganjurkan umatnya untuk bermalas-malasan. Bermalas-malasan hanya akan membawa pada kondisi kekurangan secara ekonomi, dan hal semacam itu jelas harus dijauhi karena dalam islam juga dikenal satu motivasi islam untuk bekerja, bahwa “kefaqiran itu membawa dekat pada kekufuran”. Menjadi faqir atau tak berpunya itu jauh lebih berbahaya daripada menjadi kaya. Jika kefaqiran membawa pada kekufuran, maka kekayaan kadangkala membawa pada kesombongan.

Dua efek buruk itu jelas harus kita hindari. Apa yang paling penting adalah kita memiliki etos kerja islam. Ini penting supaya kita juga bersungguh-sungguh dalam bekerja. Selain itu ada juga hadis nabi yang berbunyi sebagai berikut:

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَيَّاشٍ، حَدَّثَنَا أَبُو غَسَّانَ، مُحَمَّدُ بْنُ مُطَرِّفٍ قَالَ حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ الْمُنْكَدِرِ، عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ ـ رضى الله عنهما ـ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏ “‏ رَحِمَ اللَّهُ رَجُلاً سَمْحًا إِذَا بَاعَ، وَإِذَا اشْتَرَى، وَإِذَا اقْتَضَ

Diceritakan Jabir bin `Abdullah: Utusan Allah (ﷺ) berkata, “Semoga rahmat Allah ada pada orang yang lunak dalam membeli, menjual, dan menuntut kembali uangnya.” [1]

Hadis ini memberikan motivasi islam yang sangat kuat berkaitan dengan status. Orang yang terhormat adalah orang yang makan dari jerih payahnya sendiri. Orang malas, sebaliknya, dia lebih merasa terhormat ketika bisa makan mengandalkan jerih payah orang lain.

Peluang Bisnis Kekinian

Di masa kini, sobat cahayaislam, sangat penting juga untuk kreatif melihat peluang kerja. Tentu saja sebagai umat islam, pekerjaan pun harus dipertimbangkan dari sudut pandang keislaman. Jangan sampai kita bekerja dan melakukan jerih payah sendiri tapi uang yang kita dapatkan berasal dari pekerjaan yang tak halal.

Jika melakukan bisnis, bisnis yang kita lakukan adalah bisnis islam. Itulah pada dasarnya yang selalu ditekanlah oleh motivasi islam. Bahwa bukan hanya hasil besar yang diharapkan dari sebuah kerja atau bisnis melainkan juga nilai halalnya.

Salah satu peluang yang sangat besar yang bisa kita manfaatkan sekarang misalnya adalah jualan online. Dalam hal ini, medsos bisa menjadi sarana yang sangat membantu untuk promosi, baik itu melalui facebook ataupun Instagram.

Tentu saja kita harus kembali mempertimbangkan apakah bisnis online yang kita lakukan itu sesuai dengan ajaran islam atau tidak. Kalau tidak ya mending mencari lagi yang lain. Salah satu yang selalu ditekankan dalam motivasi islam adalah ketika anda tidak berhasil dalam satu usaha maka akan selalu ada usaha lain yang halal yang bisa anda lakukan. Yang penting adalah anda tak pernah berhenti mencari. Kalau mencari terus maka suatu saat anda pasti akan menemukannya.

Maka yang menjadi dasar utama motivasi islam adalah usaha yang sungguh-sungguh dan kepercayaan terhadap Allah. Manusia mungkin sudah berupaya keras supaya berhasil, tetapi jika Allah menghendaki lain maka ia tetap saja tidak akan berhasil. Kekuasaan Allah SWT sebagai Tuhan itu berada di seberang logika. Menakarnya dengan menggunakan logika biasanya hanya mendatangkan frustrasi sendiri. Dan itu berbahaya. Manusia yang frustrasi cenderung mudah putus asa dan tak memiliki motivasi untuk bekerja.

Ada banyak alternatif mengenai barang apakah yang bisa kita jadikan barang jualan. Salah satunya misalnya busana muslim. Hal ini sudah jelas halal. Selebihnya anda tinggal memikirkan strategi supaya pembeli barang jualan anda banyak. Selain menjual busana muslim, menjual buku-buku islam juga bisa menjadi alternatif yang lain.

Umat islam jelas membutuhkan asupan pengetahuan keislaman yang kredibel, anda bisa menyediakan buku-buku yang bisa memberikan asupan itu. Kunci motivasi islam mengenai bisnis online adalah keramahan dan banyak senyum. Dengan demikian pembeli akan merasa betah membeli dari anda bukan hanya satu kali melainkan kemudian menjadi pelanggan tetap.


Catatan Kaki:

[1] H.R. Sahih Bukhori no. 2072. Bab: Seseorang harus lunak dan murah hati dalam tawar-menawar

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!