Coba Sekali – kali Mendengarkan Allah dan Hayati Apa yang Ingin Disampaikan Padamu!

0
274
Coba Sekali – kali Mendengarkan Allah dan Hayati Apa yang Ingin Disampaikan Padamu

Mendengarkan Allah – Pernah nggak sih sobat cahayaislam bertanya – tanya: seberapa dekatkah aku dengan Allah? Atau seintens apa sih komunikasiku dengan penciptaku? – Seringkali kita sebagai hambaNya hanya datang bersujud dan berdoa kepadaNya ketika hal hal buruk datang dalam kehidupan kita (ketika ada perlunya saja).

Mendengarkan Allah adalah Seni Keimanan Seorang Hamba

Seperti layaknya Seni. Seni mendengarkan Allah dapat diartikan sebagai praktik mendengarkan dan memperhatikan petunjuk Allah dalam kehidupan sehari-hari dengan tujuan mencapai kehidupan yang lebih baik dan harmonis. Hal ini mencakup pemahaman dan aplikasi ajaran agama dalam tindakan dan perilaku sehari-hari. Dan tentu dalam estetika seni, ada beberapa prinsip yang terkait dengan seni mendengarkan Allah untuk kehidupan yang lebih baik ini.

it Has Something to Do dengan Dekatnya Kita dengan Al Quran Beserta FirmanNya

Al Quran menjadi sumber petunjuk Allah yang utama. Membaca, mempelajari, dan memahami kitab suci membantu dalam memperoleh pengetahuan tentang kehendak Allah, prinsip-prinsip moral, dan tuntunan hidup yang lebih baik. Dari kegiatan familiarisasi ini, kita akan lebih mudah menjadi lebih peka pada pesan Tuhan. Melibatkan memperhatikan dan mendengarkan firman Allah dalam Al Quran melalui khutbah, ceramah agama, atau nasihat spiritual. Yang disampaikan oleh para pemimpin agama atau orang-orang yang memiliki pengetahuan yang mendalam tentang ajaran agama juga menjadi sebuah opsi yang oke.

Menjalin Hubungan dengan Allah Melalui Doa dan Kesadaran Spiritualitas

Selain Mempelajari Firman Allah. Doa juga adalah sarana komunikasi dengan Allah. Dalam seni mendengarkan Allah, doa menjadi alat untuk menyampaikan kebutuhan, permintaan, atau ungkapan syukur kepada-Nya. Dalam hal ini adalah membuka hati dan pikiran untuk menerima petunjuk-Nya melalui doa dan menjalankan kehidupan sejalan dengan nilai-nilai agama. Karena doa pula adalah otaknya ibadah. Seperti yang dijelaskan dalam hadits dibawah ini:

وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {إنَّ الله تَعَالَى يُحِبُّ الْمُلِحِّيْنَ فِى الدُّعَاءِ}

Secara keseluruhan, Seni mendengarkan Allah pada akhirnya juga akan melibatkan pengembangan kesadaran spiritual yang lebih dalam. Hal ini melibatkan refleksi dan introspeksi diri, menjaga kesucian hati, dan mencari kebenaran dan hikmah dalam setiap pengalaman kehidupan. Dari sini hingga akhir. Hasil proses panjang kita untuk mendengarkan Allah pun purna dan merefleksi pada apa yang kita lakukan dan amalkan.

***

Pada akhirnya, kita hanyalah manusia yang menghamba padaya. Bahkan Kadang kita juga datang mendekat dengan mengumpat dan menghardik pada rasa sakit yang melanda (bahkan jika itu karena kesalahan kita). Namun kita tahu, Allah selalu ada disana. Dari artikel singkat ini yang coba kita bahas adalah satu sih intinya: Motivasi diri.

Kesimpulannya adalah introspeksi. Kita harus bertanya pada diri sendiri. Pernahkah kita mencoba barang sejenak mendengarkan apa yang ingin disampaikanNya kepadamu? Alih alih hanya datang dan menggerutu tanpa perasaan yang terpadu? Terkadang manusia terlalu banyak menyertakan emosi dan hasrat manusiawinya untuk menuntut kepada Tuhannya yang maha segala-galanya. Tentu Allah mampu dan bisa memberikan itu, tentu dia maha mendengar akan hal hal yang engkau keluhkan.

Dan jelas saya dan sobat cahayaislam semua pasti yakin bahwa Dia akan memberikan jalan terbaik untuk kita pada akhirnya. Namun bukankah komunikasi antara Tuhan dan HambaNya akan lebih berarti bila itu terjadi dua arah? Cobalah mencoba untuk mendengarkan Allah dengan rasa dan Jiwa. Temukan apa yang Dia coba katakan kepada anda. Semoga Bermanfaat

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY