Hari Kebangkitan Nasional Sebagai Momentum Kebangkitan Islam

0
24

Hari Kebangkitan Nasional – 20 Mei ditetapkan sebagai Hari Kebangkitan Nasional. Sebenarnya 20 Mei adalah hari lahir dari organisasi Boedi Oetomo. Boedi Oetomo merupakan sebuah organisasi perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Para pendirinya adalah kaum terpelajar Indonesia yang mendapat kesempatan untuk mengenyam pendidikan. Saat Indonesia masih dijajah Belanda, orang pribumi hanya sedikit yang diperbolehkan untuk sekolah. Hanya anak-anak dari kalangan atas yang bisa mendapat kesempatan langka itu.

Boedi Oetomo didirikan untuk membebaskan bangsa Indonesia dari perbudakan dan penjajahan Belanda. Sampai sekarang pun bangsa Indonesia masih di jajah oleh negara-negara adikuasa, meskipun dengan cara soft-power. Rakyat Indonesia sebagian besar masih hidup di garis kemiskinan.

Hari Kebangkitan Nasional Ingatkan Rasa Nasionalisme

Kebangkitan Nasional tidak akan terwujud jika tiap warga negara tidak memiliki rasa nasionalisme. Nasionalisme harusnya dimiliki oleh setiap rakyat Indonesia. Memiliki jiwa nasionalisme artinya mencintai bangsa dan tanah airnya.

Tanpa rasa nasionalisme yang kuat suatu negara akan mudah mendapat ancaman dari luar. Imperialisme modern adalah suatu bentuk penjajahan yang lebih halus caranya daripada kolonialisme. Contohnya sangat banyak, salah satunya adalah masuknya investor-investor asing yang hanya mengeruk kekayaan SDA Indonesia.

Investor asing bisa masuk ke Indonesia karena para elit pemerintah yang tidak punya rasa nasionalisme. Mereka rela menggadaikan kekayaan alam negeri hanya untuk mengenyangkan perut mereka sendiri.

Di saat masih banyak pengangguran di dalam negeri, justru ada banyak WNA masuk sebagai tenaga kerja di proyek-proyek pemerintah dengan para investor. Apakah rasa nasionalisme benar-benar sudah hilang dari kita?

Sobat Cahaya Islam, Hari Kebangkitan Nasional seyogyanya tidak hanya dirayakan dengan selebrasi atau perayaan saja. Hari Kebangkitan Nasional bisa kita jadikan sebagai sebuah momentum untuk meningkatkan rasa nasionalisme.

Nasionalisme dan Islam

Masih banyak yang mempertentangkan antara nasionalisme dan Islam. Padahal keduanya memiliki hubungan yang sangat dekat bahkan tidak dapat dipisahkan. Kemerdekaan Indonesia tidak bisa lepas dari peran umat Islam. Dulu para kyai dan santri ikut berjuang mengorbankan semua yang dimiliknya berperang melawan penjajah.

Islam tidak menentang nasionalisme. Meskipun ada yang secara sengaja mempertentangkan nasionalisme dan Islam tapi perlu diketahui oleh Sobat Cahaya Islam bahwa Islam tidak melarang semangat nasionalisme. Rasa nasionalisme ada pada kandungan ayat Al-Quran Surat Al-Baqarah ayat 126:

Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa: “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini, negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezeki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman diantara mereka kepada Allah dan hari kemudian. Allah berfirman: “Dan kepada orang yang kafirpun Aku beri kesenangan sementara, kemudian Aku paksa ia menjalani siksa neraka dan itulah seburuk-buruk tempat kembali”.

Dapat kita lihat dari ayat di atas bahwa Nabi Ibrahim mendoakan agar negerinya aman dan sentosa. Doa Nabi Ibrahim adalah wujud dari cinta beliau pada tanah airnya. Sikap cinta tanah air inilah yang dinamakan dengan nasionalisme. Jadi, sobat Cahaya Islam tidak perlu ragu untuk menumbuhkan rasa nasionalisme. Islam sendiri mengajjarkan untuk mencinta tanaha air dan negeri yang kita tinggali.

Kebangkitan Nasional dan Kebangkitan Islam

Kebangkitan nasional bisa dicapai bila setiap rakyat negeri tersebut memiliki jiwa dan semangat nasionalisme. Nasionalisme memberikan semangat untuk menjaga tanah air dari ancaman yang datang kapan saja.

Nasionalisme dan kebangkitan nasional memunculkan kebangkitan Islam. Semua rakyat hidup rukun aman dan tentram. Umat Islam saat ini sangat sulit untuk bersatu. Islam tidak akan bangkit jika umatnya saja selalu bermusuhan. Setiap perbedaan harusnya tidak menjadikan alasan untuk memusuhi satu sama lain.

 

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!