Hadits Arbain Nawawi 21: Beriman dan Istiqomah

0
826
Hadits-Arbain-Nawawi-21-Beriman-dan-Istiqomah

Hadits Arbain Nawawi 21 – Sobat Cahaya Islam pasti sudah sering mendengar istilah ‘istiqomah’. Namun, banyak yang belum paham apa maksudnya. Dalam sebuah hadits di kitab Arbain Nawawi, Rasulullah berwasiat kepada Sufyan bin ‘Abdillah untuk beriman dan istiqomah. Penjelasannya ada di bawah ini.

Penjelasan Hadits Arbain Nawawi 21

Hadits ke-21 dalam Arbain Nawawi berisi nasehat berharga dari Rasulullah, yakni untuk beriman dan istiqomah.

يَارَسُوْلَ اللهِ قُلْ لِيْ فِي الإِسْلامِ قَوْلاً لاَ أَسْأَلُ عَنْهُ أَحَدَاً غَيْرَكَ؟ قَالَ: “قُلْ آمَنْتُ باللهِ ثُمَّ استَقِمْ

Wahai Rasulullah, katakan padaku satu perkataan dalam Islam yang mana aku tak perlu bertanya tentang hal tersebut pada orang lain selain engkau. Rasulullah bersabda, “Katakan: Aku beriman kepada Allah, lalu istiqomahlah.” (1)

Maksudnya, Sufyan bin ‘Abdillah meminta Rasulullah untuk memberikan sebuah kalimat khusus yang mencakup semuanya/komplit. Sementara itu, beriman kepada Allah merupakan amalan hati. Di sisi lain, istiqomah termasuk amalan jawarih (anggota badan).

Apa Itu Istiqomah?

Menurut Ibnu Abbas, istiqomah terdiri dari 3 bagian, yakni dengan lisan (membaca syahadat), dengan hati (niat), dan dengan jiwa (taat). Sementara itu, Ibnu Rajab Al Hambali memaknai istiqomah sebagai meniti jalan yang lurus (agama), yang mencakup ketaatan lahir dan batin.

Sedangkan An-Nawawi menjelaskan bahwa istiqomah adalah tetap berada dalam ketaatan. Jadi, seseorang selalu taat dan berada di jalan yang lurus dalam menjalankan ibadah.

Kemudian, Abu Bakar Ash-Shidiq mengartikan bahwa istiqomah adalah tidak menyekutukan Allah (syirik). Lalu, Umar bin Khattab mengartikan istiqomah sebagai sikap bertahan pada perintah Allah dan tidak melakukan larangan apapun dari Allah.

Sementara Utsman bin Affan berpendapat bahwa istiqomah artinya ikhlas. Sedangkan ‘Ali bin Abi Thalib menjelaskan bahwa istiqomah maksudnya melaksanakan kewajiban atau perintah Allah.

Balasan Bagi Orang yang Beriman dan Istiqomah

Orang-orang yang tetap istiqomah beriman kepada Allah akan mendapatkan surga di akhirat. Jadi, mereka tidak perlu khawatir dan bersedih, seperti yang tertera dalam ayat Al-Quran ini:

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

“Sesungguhnya mereka yang mengatakan: Tuhan kami adalah Allah, lalu mereka istiqomah, tidak ada kekhawatiran pada mereka dan mereka tidak perlu bersedih.” (2)

Kini, saatnya kita intropeksi diri masing-masing apakah kita sudah istiqomah atau belum. Jika masih sering meninggalkan hal-hal yang wajib atau melakukan hal-hal yang haram, maka kita harus memperbaiki diri agar bisa istiqomah.


Referensi:

(1) Arbain Nawawi Hadits 21

(2) Q.S. Al-Ahqaf Ayat 13

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY