Dakwah islam kekinian: Tontonlah Film dengan Bismillah

0
91
dakwah islam

Ceramah Agama – Menonton film adalah salah satu kegiatan umum bagi manusia yang hidup pada zaman sekarang. Salah satu fungsi film sangat sederhana yaitu untuk refreshing. Setelah refreshing maka dia akan menjadi lebih segar ketika besoknya kembali bekerja. Ada banyak pilihan film yang bisa ditonton sekarang, bagi umat islam, film juga bisa membantu menyebarkan dakwah islam. Film-film semacam inilah yang layak untuk ditonton.

Dakwah islam kekinian: Tontonlah Film dengan Bismillah

Menonton Film Meningkatkan Keimanan

Mungkin ada di antara sobat cahayaislam yang pernah mendapatkan pandangan sinis bahwa menonton film itu budaya Barat. Bahwa umat islam tidak boleh ikut-ikutan melakukan hal itu. Di sini yang perlu dicatat adalah film seperti apa dulu yang kita tonton. Kalau filmnya memang hanya mengajarkan hal-hal yang tak sesuai dengan ajaran Islam maka sudah jelas film tersebut tak ada gunanya ditonton.

Akan tetapi kalau film yang ditonton justru bisa meningkatkan keimanan dan membantu menyebarkan dakwah islam, kenapa tidak? Toh umat Islam yang hidup pada zaman sekarang harus menyesuaikan diri juga dengan perkembangan zaman.

Dalam ajaran Islam ada hadis nabi yang berbunyi:

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ بْنِ قَعْنَبٍ، حَدَّثَنَا مَالِكٌ، عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ، عَنْ مُحَمَّدِ، بْنِ إِبْرَاهِيمَ عَنْ عَلْقَمَةَ بْنِ وَقَّاصٍ، عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏ “‏ إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ وَإِنَّمَا لاِمْرِئٍ مَا نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيبُهَا أَوِ امْرَأَةٍ يَتَزَوَّجُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ ‏”‏ ‏.‏

Ini telah diriwayatkan atas otoritas Umar b. al-Khattab bahwa Rasulullah (ﷺ) berkata: (Nilai) suatu tindakan tergantung pada niat di baliknya. Seorang pria akan dihargai hanya untuk apa yang diinginkannya. Imigrasi seseorang yang beremigrasi demi Allah dan Rasul-Nya (ﷺ) adalah demi Allah dan Rasul-Nya (ﷺ); dan emigrasi orang yang beremigrasi untuk mendapatkan keuntungan duniawi atau menikahi wanita adalah untuk apa yang telah ia hijrah. [1]

Dari hadis di atas jelas yang merupakan salah satu hadis paling populer dalam dakwah Islam, dinyatakan bahwa semua perbuatan itu tergantung niat. Maka kita bisa menonton film dengan niat yang baik. Itu jelas lebih baik daripada menonton film yang baik tetapi niatnya buruk, misalnya ingin berduaan dengan wanita yang bukan mahram.

Dengan demikian, menonton film bagi umat islam jelas diperbolehkan sepanjang film tersebut termasuk kategori film dakwah islam. Artinya, dari film tersebut ada berbagai ajaran Islam yang bisa dipetik oleh penonton. Kenyataannya, sudah banyak pula sekarang di Indonesia para sutradara yang membuat film dengan misi menyebarkan ajaran islam dengan melalui jalur seni.

Menonton Film Tanpa Maksiat

Menonton film di bioskop seringkali dijadikan ajang pacaran muda-mudi. Sebagai umat Islam, kita tentu harus menjauhi hal semacam itu. Bahkan kalaupun misalnya tujuan kita baik, menonton film untuk meningkatkan pengetahuan mengenai sejarah islam, ataupun menonton film untuk menangkap nilai-nilai dakwah islam yang ada dalam adegan-adegannya, hal itu menjadi tidak baik. Ketika kita meniatkan film dengan tujuan baik, jangan sampai tata cara menonton itu sendiri justru menghapus kebaikan.

Maka pilihan yang paling tepat bagi yang sudah menikah jelas menonton film di bioskop dilakukan bersama keluarga. Selain hal itu menunjukkan keharmonisan keluarga islam yang merupakan salah satu poin terpenting dalam penyebaran dakwah Islam, hal itu juga bisa membuat keakraban keluarga semakin kuat.

Kalau tidak merepotkan maka hal itu bisa menjadi family time di tiap akhir pekan. Sebuah keluarga Islami adalah sebuah keluarga harmonis di mana semua anggotanya berbahagia. Menonton film bersama di bioskop bisa menjadi alternatif yang menyenangkan.

Satu hal lain yang juga harus diperhatikan oleh sobat cahayaislam adalah genre film. Ketika misalnya kita menonton film bersama anak-anak kita misalnya, jangan sampai genre film yang dipilih tidak cocok untuk anak-anak. Kitalah sebagai orangtua yang harus menyesuaikan, karena mereka masih dalam tahap perkembangan mental sementara kita sudah matang.

Sementara itu, kalau misalnya kita masih belum menikah, kita bisa memilih opsi menonton dengan kawan-kawan kita sesama jenis. Hal tersebut jauh lebih baik untuk menjaga terjadinya hal-hal yang bertentangan dengan dakwah islam.


Catatan Kaki

[1] Sahih Muslim nomor hadis 1907

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!