Bagaimana Islam Memandang Xenophobia?

0
95

Xenophobia – Istilah Xenophobia muncul dalam trending Twitter pada Rabu, 19 Januari kemarin dan menyeret salah satu personil girl band Blackpink yaitu Jisoo. Melalui trending Twitter tersebut netizen menaikkan tagar (Tanda Pagar) #XenophobiaIsNotAJoke dan #ProtectJISOO dengan maksud melindungi personil Blackpink tersebut dari serangan netizen.

Sobat Cahaya Islam, perlu kita ketahui bersama bahwa trending Twitter yang menyeret Jisoo muncul karena Jisoo kurang bisa berbahasa Inggris dengan baik jika dibandingkan dengan 3 personil Blackpink lainnya yaitu Rose, Jennie, dan Lisa. Hal ini memicu serangan dari netizen yang menganggap Jisoo tidak serius dalam berkomunikasi dengan para penggemarnya.

Padahal istilah Xenophobia ini sudah cukup lama dibahas oleh media. Xenophobia sendiri merujuk pada ketakutan seseorang terhadap orang asing yang berbeda dengan dirinya. Orang-orang dengan Xenophobia biasanya menganggap bahwa budaya bangsanya lebih unggul daripada budaya bangsa lain. Namun, hal ini belum dapat dipastikan termasuk gangguan mental atau bukan.

Menanggapi Xenophobia yang menyeret Jisoo, para netizen dan penggemar Jisoo ikut membela Jisoo. Orang-orang dengan Xenophobia atau Xenofobia biasanya juga dikaitkan dengan homofobia dan rasisme. Istilah Xenophobia sebenarnya lebih banyak merujuk pada budaya suatu kelompok. Mereka bisa sangat takut atau membenci orang-orang yang bukan kelompok dari mereka.

Sobat Cahaya Islam, menanggapi istilah yang menyeret Jisoo hingga memunculkan trending Twitter, Islam sebenarnya telah membahas mengenai Xenophobia dan sejenisnya sejak dulu. Sehingga, ada banyak pelajaran yang dapat kita ambil dari istilah ini yang berkaitan dengan Islam. Yuk! Simak penjelasannya pada ulasan di bawah ini:

Xenophobia dalam Pandangan Islam

Sebagaimana penjelasan tentang istilah Xenophobia yang muncul dalam trending Twitter beberapa hari lalu. Islam mengungkapkan tentang pencegahan istilah tersebut terjadi pada umatnya. Faktor budaya dapat menjadi salah satu faktor penyebab seseorang dikatakan Xenophobia. Lalu, apa saja pandangan Islam tentang Xenophobia?

1.     Faktor Penyebab Xenophobia

Selain faktor budaya, kehadiran orang asing yang memiliki perbedaan agama, ras, etnik pada suatu negara dapat menjadikan Xenophobia berlanjut hingga rasisme. Contoh saja pada penyerangan terhadap Muslim di Selandia Baru pada tahun 2019 hingga umat Muslim di sana didiskriminasi baik dari segi ekonomi, sosial, dan kemasyarakatan.

Islamophobia juga masih satu jenis dengan Xenophobia. Ada kecenderungan dari para Islamophobic yang menganggap budaya Islam lebih rendah dibanding dengan budaya Barat. Sehingga hal ini menjauhkan para pelakunya dari sikap toleransi dan tenggang rasa. Hal ini menjadikan perasaan terancam pada sekelompok minoritas.

2.     Cara Mencegah Xenophobia

Selain mengetahu apa itu Xenophobia dan penyebabnya, bagaimana cara mencegah hal tersebut terjadi? Upaya pencegahan Islamophobia dapat dilakukan dengan menindak tegas pelaku yang terlibat dalam tindak penyebaran kebencian. Sementara, Xenophobia dapat dicegah dengan dialog antar budaya, saling memahami antara budaya satu dan lainnya.

Dalam Al-Quran dijelaskan sebagai berikut:

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim. (QS. Al-Hujurat ayat 11)

Sobat Cahaya Islam, dari istilah Xenophobia kita mengenal bahwa hal tersebut jika dibiarkan dampaknya akan merusak tali silaturahmi dengan kelompok-kelompok yang berbeda. Padahal Islam menganjurkan umatnya untuk saling menjaga persaudaraan.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY