Pentingnya Saling Menasehati Sesama Muslim

0
110
Saling Menasehati Sesama Muslim

Saling Menasehati Sesama Muslim – Dalam Islam, kita harus saling menasehati, baik mengajak kebaikan maupun menegur saat ada yang berbuat salah. Tentu saja, sikap ini sangat penting dan setiap muslim harus bisa menerapkannya dalam kehidupan bermasyarakat. Pasalnya, Islam sendiri adalah agama nasehat yang menekankan untuk saling mengingatkan.

Ajaran Islam untuk Saling Menasehati Sesam Muslim

Dalam Al-Qur’an, Allah memerintahkan hamba-Nya untuk saling menasehati agar tidak termasuk dalam kerugian. Sebagaimana Q.S. Al-‘Ashr berikut ini:

وَالْعَصْرِ إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

“Demi masa! Sesungguhnya manusia dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, serta saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran.” (1)

Berdasarkan ayat-ayat di atas, ternyata beriman dan beramal saleh saja tidak cukup. Tapi, seorang muslim hendaknya juga saling menasehati, baik dengan mengajak menaati kebenaran maupun menetapi kesabaran.

Agama Islam Adalah Nasehat

Rasulullah juga pernah mengingatkan kepada kaumnya bahwa agama Islam adalah nasehat. Berikut dalilnya:

 إِنَّ الدِّينَ النَّصِيحَةُ

“Sesungguhnya agama adalah nasehat.” (2)

Oleh karena itu, sudah seharusnya umat Islam saling menasehati. Jika ada saudara muslim yang berbuat salah, kita harus menegur dan menasehatinya agar ia mau bertaubat. Bukan malah membiarkannya. Pasalnya, menasehati seseorang yang berbuat salah adalah bukti kepedulian kita terhadapnya. Karena itu semua juga untuk kebaikannya sendiri.

Tentu saja, menegur dan menasehati harus menggunakan adab. Jika tidak, justru dapat mengakibatkan pertengkaran dan putusnya pertemanan atau persaudaraan. Maka, hendaknya seorang muslim menasehati orang lain dengan lemah lembut tanpa menyinggung perasaannya. Pasalnya, banyak orang yang terkesan menggurui ketika memberikan nasehat, dan itu membuat orang lain tersinggung. Jadi, bijak-bijaklah dalam memberikan nasehat!

Menasehati dengan Nasehat Terbaik

Sahabat Abu Darda’ pernah berkata ‘Jika salah seorang temanmu berubah & berbuat salah, janganlah engkau meninggalkan & membuangnya. Tapi, nasehatilah dengan nasehat Terbaik. Bersabarlah sebab saudaramu terkadang bengkok (berbuat salah) dan terkadang lurus (sesuai syariat).’

Sementara itu, Imam Al-Fudhail bin ‘Iyadh berkata ‘Seorang mukmin itu biasa menutupi aib saudaranya dan menasehatinya. Sedangkan orang fajir (pendosa) itu biasa membuka aib dan menjelek-jelekkan saudaranya.’

Bahkan, Umar bin Khatab berkata ‘Tidak ada kebaikan pada kaum yang tidak saling menasehati, dan tidak ada kebaikan pada kaum yang tidak mencintai nasehat.’

Oleh karena itu, hendaknya seorang muslim saling mengingatkan, termasuk menegur ketika orang lain berbuat salah. Begitu juga sebaliknya, seorang muslim hendaknya mau menerima nasehat dari orang lain agar dapat menjadi pribadi yang lebih baik lagi ke depannya. Aamiin.


Referensi:

(1) Q.S. Al-‘Ashr Ayat 1-3

(2) Sunan Abi Dawud 4944

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY