Perbedaan Bukan Berarti Musuh!

0
495

Baru-baru ini tersebar kabar tentang seorang anak dengan perawakan Chinese yang mendapat perlakuan buruk dari teman-temannya atau dikenal dengan istilah bulliying. Anak tersebut mendapat perlakukan tidak baik dari teman-temannya karena dia berlatar belakang berbeda dari teman-temannya dengan kata lain karena dia berperawakan Chinese yang membuatnya dibully dan mendapat sebutan ‘dasar Ahok’ padahal perbedaan bukan berarti musuh!. Anak tersebut masih duduk disekolah dasar. Akibat perbuatan buruk teman-temannya akhirnya dia merasa sedih dan tidak mau lagi pergi ke sekolah. Hal ini menunjukkan betapa anak-anak begitu mudah mencontoh apa yang mereka lihat dan dengar. Hal ini terjadi karena permasalahan beberapa waktu lalu terkait pak Ahok sehingga timbul hal-hal sensitive terkait masalah ini.

Perbedaan Bukan Berarti Musuh!

Sahabat cahaya Islam, manusia dimuka bumi memiliki latar belakang yang berbeda-beda, ras, suku, dan agama. Perbedaan bukan berarti musuh, manusia dapat hidup rukun walau dalam perbedaan. Islam mengajarkan umatnya untuk selalu berbuat baik kepada sesama makhluk hidup, jangankan kepada manusia bahkan kepada tumbuhan dan hewan pun, kita harus berbuat baik. Masalah rasis bukanlah masalah baru, masalah seperti ini telah berulang-ulang kali terjadi dan dampaknya sangat buruk bagi hubungan sesama manusia. Banyak keburukan yang dapat terjadi jika masalah seperti ini terjadi, hubungan antara dua kubu etnis yang terlibat akan membesar dan akan menyebabkan perpecahan yang semakin parah. Naudzubillah.

Islam adalah agama yang sempurna yang selalu mengajarkan kebaikan. Bersyukurlah kita yang dilahirkan menjadi seorang Muslim, itulah nikmat yang paling luar biasa. Sebagai seorang Muslim sudah seharusnya kita mencontoh baginda Nabi Muhammad SAW yang mana beliau adalah sebaik-baiknya akhlak. Beliau juga tidak pernah membeda-bedakan perlakuannya terhadap orang lain walau seorang non Muslim.

لَا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ أَنْ تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ

“Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil” (QS. Al-Mumtahanah: 8)

(1) قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ

 (2) لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ

(3) وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ

(4) وَلَا أَنَا عَابِدٌ مَا عَبَدْتُمْ

(5) وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ

(6) لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ

“Katakanlah (wahai Muhammad kepada orang-orang kafir), “Hai orang-orang yang kafir, aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. Untukmulah agamamu dan untukkulah agamaku”. (QS. Al-Kafirun: 1-6).

Allah mencintai orang-orang yang berbuat baik dan menjaga perkataannya agar tidak menyinggung perasaan orang lain. Berbuat baik kepada orang lain berarti berbuat baik kepada diri sendiri karena tak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan.

“Tiada sesuatu yang lebih berat dalam timbangan (amal) seorang mukmin pada hari Kiamat melebihi akhlak baik. Sesungguhnya, Allah membenci perkataan keji lagi jorok.” (HR. Tirmidzi).

Allah menciptakan manusia dengan berbeda-beda tapi bukan berarti kita harus hidup dalam permusuhan, jika kita ingin menunjukkan kebenaran harus dengan cara yang tepat bukan dengan cara yang kasar, terutama bagi orang-orang dewasa agar memberi contoh yang baik bagi anak-anak agar mereka dapat mencontoh kebaikan.

وَلَوْ شَاءَ رَبُّكَ لَجَعَلَ النَّاسَ أُمَّةً وَاحِدَةً ۖ وَلَا يَزَالُونَ مُخْتَلِفِينَ

إِلَّا مَنْ رَحِمَ رَبُّكَ ۚ وَلِذَٰلِكَ خَلَقَهُمْ ۗ وَتَمَّتْ كَلِمَةُ رَبِّكَ لَأَمْلَأَنَّ جَهَنَّمَ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ

Jika Tuhanmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat, kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu. Dan untuk itulah Allah menciptakan mereka. Kalimat Tuhanmu (keputusan-Nya) telah ditetapkan: sesungguhnya Aku akan memenuhi neraka Jahannam dengan jin dan manusia (yang durhaka) semuanya.”. (QS. Hud: 118-119)

Sahabat cahaya Islam, hidup damai dengan perbedaan adalah hal yang indah. Rasulullah SAW selalu menunjukkan kebaikan bahkan ketika beliau tidak disukai, beliau tidak pernah membalasnya. Sebagai umat Islam kita harus menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang cinta damai, yang suka kelembutan, dan selalu menebar kebaikan.

 

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!