Ketua Umum MUI Banten Hadiri Undangan Silaturahmi LDII

0
59
MUI Banten hadiri acara undangan silaturahmi

Ketua Umum MUI Banten hadiri acara undangan silaturahmi LDII. Acara tersebut sebenarnya telah berlangsung di Gedung DPW LDII Banten, Kabupaten Serang. Bahkan telah dihadiri oleh tokoh agama dan ratusan warga, pada Minggu (5/5).

Menurut KH Tb. Hamdi Ma’ani Rusydi, Acara bertemakan “Membangun Silaturahmi untuk Menguatkan Ukhuwah Demi Terwujudnya Banten Yang Maju, Damai, dan Sejahtera”. Tema tersebut tentu mengingatkan jamaah terkait peran aktif dalam menjaga keutuhan dan perdamaian masyarakat. Hal ini terutama dalam menghadapi pemilihan kepala daerah.

Ketua Umum MUI Banten Hadiri Undangan Silaturahmi LDII

KH Tb. Hamdi mengungkap partisipasi aktif dalam pemilu merupakan bagian dari tanggung jawab Sobat Cahaya Islam. Hal ini untuk memastikan pelaksanaannya berjalan dengan damai, lancar, sukses, aman, dan barokah.

1. Mempertahankan Spiritualitas dan Ibadah

MUI Banten hadiri acara undangan silaturahmi

Dirinya juga mengingatkan pentingnya mempertahankan spiritualitas dan ibadah pasca-Ramadhan. Sebagai umat Islam harus sedih meninggalkan bulan Ramadhan, namun yang lebih penting adalah menjaga agar amalan tidak hanya bertahan namun juga meningkat.

Bahkan, juga menekankan bahwa setiap Muslim harus mempersiapkan diri lebih baik. Hal ini tentu untuk kehidupan akhirat dan tidak hanya terfokus pada dunia semata.

Menurutnya, halal bihalal ini menjadi salah satu momen penting bagi warga LDII. Ini untuk meningkatkan ukhuwah Islamiyah dan mempererat tali silaturahmi di tengah masyarakat Banten.

2. Meningkatkan Solidaritas dan Kebersamaan Umat Islam

Dirinya berharap acara ini, dapat meningkatkan solidaritas dan kebersamaan umat Islam. Tentu, hal ini untuk mendukung terwujudnya Banten yang damai, maju, serta sejahtera.

Sementara itu, Dimo Tono Sumito, Ketua DPW LDII Banten, turut mengatakan kehadiran berbagai tokoh penting dari pemerintah dan MUI serta aparat keamanan. Hal ini merupakan dukungan terhadap LDII.

Dirinya berharap semua tokoh agama bisa memajukan, menyatukan umat serta masyarakat luas di Provinsi Banten. Dimo juga menegaskan pentingnya kegiatan ini sebagai sarana memperkuat muhasabah diri dan ukhuwah pasca-Ramadhan dan Syawal.

3. Saling Memaafkan dan Berlapang Dada

Dimo telah memandang pentingnya saling memaafkan dan berlapang dada. Hal ini merupakan esensi dari ukhuwah islamiyah. Acara tersebut juga mengingatkan Sobat Cahaya Islam terhadap nilai-nilai tersebut.

Dimo juga telah menambahkan pentingnya menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hal ini terutama dalam konteks tahun politik. Sebagai umat Islam, juga harus bisa membangun suasana yang harmonis, menjaga kesatuan dan perdamaian. Hal ini terutama setelah pemilihan umum.

Di lain sisi, Majelis Masyayikh Pesantren Indonesia menghelat “Sosialisasi Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren”, di Pondok Pesantren Madarijul Ulum, Bandar Lampung, pada Sabtu (4/5). Sekjen Majelis Masyayikh KH. Muhyiddin Khatib dan Staf Ahli Majelis Masyayikh KH. Dodo Ali Murtadho ini tampil sebagai pembicara.

4. Bentuk Kehadiran Negara

MUI Banten hadiri acara undangan silaturahmi

Kyai Muhyiddin selaku Guru Besar Ma’had Aly Situbondo juga telah menyampaikan bahwa UU Pesantren merupakan bentuk kehadiran negara terhadap perkembangan pesantren yang sangat pesat. Negara harus bisa bertanggung jawab untuk bisa memfasilitasi kemajuan pesantren.

Oleh karena itu, para kyai tidak perlu khawatir dan resah terhadap lahirnya UU Pesantren.

Dirinya melanjutkan, peran pesantren bagi hidup Republik Indonesia sangatlah besar. Sejak zaman kolonialisme, pesantren telah bergerak untuk memerdekakan dan mencerdaskan bangsa ini.

Setelah merdeka peran santri dan kyai ini juga tetap eksis. Hanya saja, saat itu lulusan pesantren tidak diakui apalagi pesantren tidak menerbitkan ijazah, maka perlu sekali regulasi yang mendukung.

Muhyidin juga menegaskan, untuk bisa mendukung kemajuan pendidikan pesantren. Undang-undang ini harus mengamanatkan Majelis Masyayikh Pesantren Indonesia.

Majelis juga bertugas untuk bisa menjadi penjaminan mutu pesantren secara nasional. Sedangkan, secara internal penjaminan mutu atau lingkup pesantren dilakukan oleh Dewan Masyayikh.

Sementara itu, Kang Dodo, atau KH. Dodo Ali Murtadho mengatakan kyai merupakan salah satu figur yang memiliki kekhasan. Beliau bukan penguasa wilayah tetapi pengaruhnya bisa lintas wilayah, seperti penjelasan MUI Banten hadiri acara undangan silaturahmi.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY