Menikah Membukakan Rejeki ?!

0
49
menikah membukakan rejeki

Kehidupan Islami – Banyak pemuda yang saat ini sudah sadar akan manfaat nikah muda namun ada banyak juga yang masih merasa takut untuk menikah. Salah satu hal yang membuat seseorang merasa takut untuk menikah adalah karena belum memiliki pekerjaan yang tetap. Namun perlu diyakini oleh setiap muslim bahkan Menikah membukakan rejeki.

Menikah Membukakan Rejeki ?!

Dengan meyakini hal tersebut tentu tekad untuk menikah akan semakin kuat dibandingkan harus melakukan hubungan yang dilarang oleh islam. Banyak pemuda saat ini yang melakukan hubungan seperti pacaran dikarenakan merasa ingin bersama dengan orang yang dicintai namun belum ada keberanian untuk menikah. Hal ini justru sangat berbahaya karena manusia akan selalu digoda oleh setan untuk melakukan hal-hal yang melanggar aturan Allah.

Banyak kisah dari orang-orang yang awalnya masih belum memiliki pekerjaan tetap namun karena ingin beribadah kepada Allah dan menjauhkan diri dari fitnah maka akhirnya mereka mantap menikah. Setelah dalam pernikahan, Allah SWT menunjukkkan dan membukakan jalan rejeki hingga akhirnya saat ini memiliki pekerjaan atau bahkan usaha yang bisa dibilang mencukupi segala kebutuhan rumah tangga.

Dengan memahami prinsip bahkan Menikah membuka rejeki maka seseorang tidak akan meras ragu dan orang yang bisa yakin dengan janji Allah adalah termasuk orang yang bertaqwa. Syarat utama bagi orang yang ingin dibukkan jalan rejeki adalah taqwa.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ثَلَاثَةٌ كُلُّهُمْ حَقٌّ عَلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ عَوْنُهُ الْمُجَاهِدُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالنَّاكِحُ الَّذِي يُرِيدُ الْعَفَافَ وَالْمُكَاتَبُ الَّذِي يُرِيدُ الْأَدَاءَ

Ada tiga orang yang akan mendapatkan pertolongan Allah: (1) orang yang berjihad di jalan Allah, (2) orang yang menikah demi menjaga kesucian dirinya, (3) budak mukatab yang ingin membebaskan dirinya.” [1]

Rejeki setelah menikah memang akan terasa lebih mudah karena Allah Menikah membuka rejeki dan Allah sudah menjamin rejeki dari setiap makhluknya. Bahkan hewan yang melatapun juga sudah diatur rejekinya oleh Allah apalagi manusia yang diciptakan sebagai makhluk mulia. Allah memberikan rejeki kepada siapa saja yang dikehendaki.

Ada yang ditakdirkan untuk menjadi orang yang kaya namun ada juga yang ditakdirkan oleh Allah untuk menjadi orang yang miskin. Meskipun demikian, Allah adalah zat yang maha adil. Seperti yang telah diketahui, orang yag ditakdirkan kaya di dunia nantinya di hari perhitungan akan merasa kelelahan dengan hitungan hartanya yang ada di dunia.

Sedangkan orang miskin yang bertaqwa akan lebih cepat masuk surga bahkan jaraknya bisa sampai 500 tahun. Menikah membuka rejeki tetap harus diyakini agar usaha bisa semakin semangat dan dilakukan sungguh-sungguh.

Hal inilah yang perlu untuk di sadari bahwa Allah tetap akan memberikan rejeki kepada siapa saja apalagi yang bertaqwa kepada Allah. Rejeki yang diberikan Allah bisa berupa pekerjaan baru, usaha yang lancar atau dari sesuatu yang tidak disangka-sangka. Hal utama yang harus dilakukan adalah bertaqwa dan tetap berusaha.

Kunci kesuksesan ada pada usaha dan doa jadi jangan pernah putus kedua hal tersebut jika ingin mendapatkan rejeki dari Allah. Menikah membuka rejeki memang sangat benar dan perlu diyakini. Jika Allah sudah berkehendak maka tidak akan ada yang bisa menolaknya. Sebagai hamba Allah kita harus selalu berkhusnuzon kepada Allah karena Allah sesuai dengan prasangka hambanya.

Jika sobat cahaya islam sudah memiliki jodoh idaman yang akan di incar maka jangan ragu lagi untuk mengutarakannya. Namun pastikan bekal agama yang dimiliki serta siap bertanggung jawab juga harus dimiliki. Jika belum siap maka akan ada baiknya berpuasa karena dengan berpuasa hawa nafsu akan dapat terkendali.

Apabila ternyata tekad sudah kuat dan banyak yang mendukung maka pernikahan adalah sebuah momen membahagiakan dan penuh dengan pahala jika dikerjakan dengan niat ibadah. Yakinlah, Menikah membuka rejeki karena Allah yang member janji dan Allah tidak mungkin mengingkari.


Catatan Kaki

[1] H.R. An-Nasa’i, no. 3218; Tirmidzi, no. 1655; Ibnu Majah, no. 2518. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!