Mengambil Hikmah Buruknya Keangkuhan dari Kisah Firaun dalam Al Quran

0
919
Mengambil Hikmah Buruknya Keangkuhan dari Kisah Firaun dalam Al Quran

Kisah Firaun dalam Al Quran – Siapa sih di dunia ini yang tidak pernah mendengar kemashyuran nama sosok yang satu ini. Dikatakan sebagai orang yang kuat karena tidak pernah barang sedetikpun terkena penyakit. Dia menguasai kerajaan dengan kebudayaan yang konon oleh para sejarawan dianggap sebagai pusat kebudayaan dan peradaban tertua di dunia. Namun sayang sosoknya dikenal sebagai orang yang angkuh dan usianya berakhir dengan adzab dari Allah SWT.

Ringkasan Kisah Firaun dalam Al Quran dan Sepak Terjang Nabi Musa

Ketika kita berbicara tentang kisah Firaun dalam Al Quran, maka hal itu tidak bisa dipisahkan dari sepak terjang manusia pilihan Allah. Seorang utusan yang akan membawa kebaikan untuk kaum Bani Israil. Menentang kelaliman raja Firaun. Salah satu cerita yang terkenal adalah Nabi musa yang di larung di Sungai Nil karena kebijakan Firaun yang tidak masuk akal untuk membunuh semua bayi lelaki. Termasuk pula adu kehebatan antara penyihir pilihan Firaun dan Nabi Musa dan lainnya.

Meski Bukti Allah telah nyata, dan Nabi Musa mencoba untuk mengajak Firaun kepada kebaikan. Firaun tetap angkuh! merasa paling pol sendiri, merasa dirinya adalah Tuhan. Hingga pada akhirnya dia harus tenggelam bersama bala tentaranya di Sungai Merah ketika mengejar Nabi Musa.

Hikmah yang diambil: Ketidak-Berdayaan Manusia dan Balasan Untuk Kesombongan

Pada akhirnya, hikmah baik yang harus bisa kita petik. Keangkuhan Firaun menjadi contoh nyata tentang ketidakmampuan manusia untuk melampaui batas yang ditentukan oleh Allah. Firaun mengklaim dirinya sebagai tuhan dan mengabaikan keberadaan Allah yang Maha Kuasa. Hal ini mengingatkan kita akan pentingnya kesederhanaan, kerendahan hati, dan mengakui bahwa kita sebagai hamba Allah yang lemah dan bergantung pada-Nya.

حَدَّثَنَا أَبُو نُعَيْمٍ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ مَعْبَدِ بْنِ خَالِدٍ، قَالَ سَمِعْتُ حَارِثَةَ بْنَ وَهْبٍ الْخُزَاعِيَّ، قَالَ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ ‏ “‏ أَلاَ أُخْبِرُكُمْ بِأَهْلِ الْجَنَّةِ كُلُّ ضَعِيفٍ مُتَضَعِّفٍ لَوْ أَقْسَمَ عَلَى اللَّهِ لأَبَرَّهُ، أَلاَ أُخْبِرُكُمْ بِأَهْلِ النَّارِ كُلُّ عُتُلٍّ جَوَّاظٍ مُسْتَكْبِرٍ ‏”

Terlebih lagi, dari hadits Bukhari 4918 diatas. Kita mengetahui bahwa Rasulullah telah mengabarkan kepada kita. Bahwa termasuk salah satu diantara orang orang ahli Neraka kelak adalah orag orang yang sombong.

Faktanya, Firaun adalah contoh nyata tentang akibat yang menimpa orang yang sombong dan menyombongkan diri terhadap Allah. Allah menurunkan azab yang dahsyat kepada Firaun dan pasukannya sebagai hukuman atas keangkuhannya. Dari sini, umat Muslim diajarkan untuk menghindari sikap sombong dan merendahkan orang lain. Kehidupan Firaun menjadi peringatan bagi kita agar tidak terjerumus dalam kesombongan dan selalu menjaga kerendahan hati.

***

Nah, kira kira itulah sobat cahayaislam hikmah terbaik yang bisa kita ambil dan jadikan patokan untuk kita semua. Agar kita semua bisa menjadi pribadi – pribadi yang senantiasa berusaha untuk selalu down to earth alias rendah hati, jauh dari sikap angkuh dan sombong seperti Firaun. Tentu saja sobat cahayaislam nggak mau kan berakhir seperti Firaun? – Semoga bermanfaat

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY