Mematikan Rezeki Orang Lain, Bagaimana Hukumnya?

0
357
Mematikan Rezeki Orang Lain 1

Mematikan rezeki orang lain – Rezeki adalah sesuatu yang sudah Allah atur porsinya bagi tiap-tiap makhluk-Nya. Itu sebabnya, kita tidak boleh merasa iri dengan banyaknya rezeki orang lain atau merasa sombong karena rezeki kita jauh lebih banyak. Kedua sikap ini sungguh Allah benci karena mencerminkan rasa tidak bersyukur.

Dalam islam sendiri, islam mengajarkan kita untuk menghormati dan menghargai rezeki orang lain. Sehingga segala bentuk perbuatan kecurangan yang dapat merusak apalagi membuat orang lain kehilangan rezekinya, maka ini hukumnya jelas Allah larang. Allah SWT telah memerintahkan kita untuk senantiasa berbuat baik dan adil terhadap orang lain. Lalu bagaimana hukum mematikan rezeki orang lain dalam perspektif islam?

Mematikan Rezeki Orang Lain 2

Mematikan Rezeki Orang Lain, Begini Hukum dan Kerugiannya

Mematikan rezeki orang lain bukanlah tindakan yang baik dan bahkan termasuk dalam perbuatan dzalim terhadap orang lain. Itu sebabnya, Allah tidak menganjurkan perbuatan-perbuatan yang dapat menyebabkan kerugian, kesusahan dan penderitaan bagi orang lain. Apalagi tindakan tersebut bukan berdasarkan kebenaran, melainkan kecurangan, iri dengki ataupun kebencian.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ إِلَّا أَنْ تَكُونَ تِجَارَةً عَنْ تَرَاضٍ مِنْكُمْ ۚ وَلَا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.

Ayat ini telah menggambarkan bagaimana seorang muslim tidak boleh berbuat curang apalagi memakan harta orang lain melalui jalan yang batil. Terlebih Allah memerintahkan kaum muslimin untuk saling tolong menolong dan berbuat baik. Sehingga kecurangan adalah perbuatan yang bertentangan dengan hukum islam.

Lalu bagaimana hukum mematikan rezeki orang lain? tentu saja hukumnya adalah Allah haramkan atau larang. Tahukah sobat CahayaIslam, begini kerugian orang yang berbuat dzalim terhadap rezeki orang lain.

Dosa Besar dan Akibatnya di Akhirat

Mengambil hak rezeki orang lain adalah dosa besar dalam islam. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa setiap perbuatan akan Allah minta pertanggungjawabannya di akhirat. Siapapun yang merampas rezeki orang lain dapat menjadi beban berat di hari kiamat, dan tentu saja balasannya adalah siksaan yang pedih.

Hilangnya Keberkahan dalam Hidup

Allah menjanjikan keberkahan dalam rezeki bagi mereka yang menjalani hidup sesuai dengan ajaran-Nya. Dengan merampas rezeki orang lain, kita mengorbankan keberkahan serta rahmat yang Allah berikan. Hidup tanpa keberkahan dapat menyebabkan kesulitan dan kekurangan dalam berbagai aspek kehidupan.

Hidup Menjadi Tidak Tenang

Mengambil hak rezeki orang lain juga dapat mengakibatkan hilangnya rasa damai dan ketenangan dalam hati dan diri. Perbuatan dzalim terhadap orang lain akan menjadi salah satu sebab seorang muslim tidak dapat menjalani hidup dengan baik-baik saja. Hal ini karena Allah akan menciptakan penyesalan hingga ketakutan bagi pelaku dzalim.

Mematikan rezeki orang lain – Sebagai umat islam, kita belajar untuk saling menghormati dan menjalani hidup dengan jujur. Mengambil hak rezeki orang lain bukanlah tindakan yang benar dan baik, bahkan ini merupakan dosa besar. Maka itu sobat CahayaIslam, semoga kita senantiasa menjauhi perbuatan yang merugikan sesama ya.


Catatan Kaki:

(1) – Surat An-Nisa’ Ayat 29

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY