Memaknai Momen Idul Adha bagi Umat Islam

0
31
Idul Adha

Idul Adha – Setiap tahun, umat muslim senantiasa melaksanakan momen Idul Adha atau Hari Raya Kurban. Walaupun sedang dalam masa pandemi, kondisi ini tak menyurutkan semangat umat untuk melaksanakan kurban sebagai bentuk ketaatan kepada Allah Ta’ala.

Sobat Cahaya Islam, walaupun Idul Adha senantiasa umat jalankan setiap tahunnya, namun bisa saja tak banyak umat yang memahami terkait Idul Qurban tersebut. Selain itu, terdapat beberapa keutamaan yang akan umat dapatkan bila dapat menjalankannya apalagi di tengah suasana pandemi.

Apa Saja Keutamaan Bagi Umat Saat Menjalankan Idul Adha?

Idul Adha

Sobat Cahaya Islam, Idul Adha memiliki berbagai keutamaan bagi umat Islam. Selain umat mendapatkan keberkahan, maka mereka pun juga mendapat penghapusan dosa selama dua tahun lamanya baik di masa lampau maupun yang akan datang tersebab menjalankan puasa Arafah. Masya Allah bukan?

Selain itu, beragam do’a yang umat panjatkan pada awal bulan Dzulhijjah mendapat jaminan dari Allah SWT untuk dapat dikabulkan. Sehingga, momen menuju Idul Adha sangatlah tepat jika umat gunakan untuk senantiasa berdzikir bersama, istighotsah maupun berdoa berjama’ah. Walaupun kondisinya masih belum memungkinkan, umat juga dapat melaksanakan momen jamaah tersebut lewt virtual zoom maupun aplikasi tele-conference lainnya.

Mengapa Umat Muslim Harus Berqurban?

Meski tiap tahun melaksanakan, bisa jadi tak semua umat memahami esensial dari berqurban. Secara sederhana, berqurban merupakan perwujudan dari ketaatan umat kepada Allah SWT.

Awal mula sejarah Qurban sendiri, yakni manakala Allah SWT meminta Nabi Ibrahim AS untuk mengorbankan Ismail, anaknya yang kemudian juga atas izin Allah SWT menjadi seorang Nabi.

Qurban ini pun juga dapat umat teladani dari kisah Qabil dan Habil, keturunan Nabi Adam AS.

وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ ابْنَيْ آدَمَ بِالْحَقِّ إِذْ قَرَّبَا قُرْبَانًا فَتُقُبِّلَ مِنْ أَحَدِهِمَا وَلَمْ يُتَقَبَّلْ مِنَ الْآخَرِ

Artinya : “Ceritakanlah kepada mereka kisah dua putra Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan kurban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). (QS. Al Maidah: 27).

Umat muslim pastilah mengetahui, bahwa Ismail adalah anak yang sangat Nabi Ibrahim AS rindukan kedatangannya. Namun kecintaan Nabi Ibrahim AS terhadap Ismail tak menyurutkan keraguan Ibrahim terhadap permintaan Allah SWT yang menginginkan dirinya untuk menyembelih Ismail. Sungguh Masya Allah, keluarga Nabi Ibrahim AS adalah contoh keluarga yang patut umat teladani.

Nabi Ibrahim AS juga mendapat dukungan dari Ismail dan ibunya untuk bersegera melaksanakan perintah Allah Ta’ala. Atas sinergitas dari ketiga inti dari keluarga tersebutlah, maka nabi Ibrahim AS dapat menjalankan perintah Allah SWT. Namun, Allah SWT ternyata meminta beliau untuk mengukur tingkat keimananannya sehingga Ismail tergantikan dengan kambing.

Idul Adha adalah Momentum Penting Umat Islam

Idul Adha

Qurban menjadi sebuah momentum penting bagi umat Islam untuk senantiasa menyadari bahwa harta, keluarga maupun seluruh yang umat miliki suatu hari nanti akan kembali kepada Allah Ta’ala. Sehingga akan sangat tak pantas bagi umat bila terlalu serakah dalam memiliki harta, tahta maupun keluarga yang umat miliki.

Justru dengan mengikhlaskan harta, tahta bahkan keluarga yang ia miliki kembali pada Allah ta’ala, maka umat dapat menunjukkan wujud kecintaannya secara hakiki pada sang Pencipta. Tentu saja, awalan memang tak mudah. Sebab, salah satu kelemahan yang manusia miliki yakni tak ingin kehilangan harta benda yang Ia miliki. 

Nah Sobat Cahaya Islam, demikian ulasan mengenai momen Idul Adha bagi umat serta sejarah singkat pelaksanaan Idul Qurban. Semoga di masa depan, umat dapat lebih merayakannya bersama dengan keluarga secara bahagia. Aamiin Yarobbal ‘Alamin.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY