Malam Satu Suro Selalu Dikaitkan Hal-hal Mistis, Dalam Islam Sendiri Bagaimana?

0
39

Malam Satu Suro – Suro merupakan bahasa Jawa yang berarti Bulan Muharram tahun Hijriyah. Malam tanggal satu bulan ini banyak kepercayaan terutama di tanah Jawa, sebagai waktu yang sakral banyak mengandung mistis. Sehingga, banyak ritual yang dilakukan pada malam itu, seperti sesaji, padusan (mandi), dan perenungan diri.

Menurut sejarah, budaya ini merupakan taktik Sultan Agung dari Kerajaan Mataram Yogyakarta yang menggunakan taktik akulturasi budaya Islam dan Jawa, yang menghasilkan kalender Islam versi Jawa. Contohnya Muharram sama halnya Suro, Robiul Awal sama dengan Mulud.

Akulturasi budaya itu sukses mendarah daging di masyarakat. Tradisi-tradisi ritual sampai saat ini masih sering dilakukan di malam satu Suro. Bahkan malam yang diyakini angker ini, membuat peringatan orang-orang untuk tidak keluar rumah pada waktu itu, serta sebuah pantangan ada hajatan di bulan suro.

Lantas bagaimana sobat Cahaya Islam, agama kita memandang malam satu di bulan Muharram itu? Apa sama-sama angker? Lihat saja berikut.

Malam Satu Suro Ditelaah dari Pandangan Islam

Asal muasal Suro atau Muharram yakni sejarah Islam yang ditetapkan sebagai kalender Hijriyah di masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab. Terkait bulan ini ada banyak keistimewaan dari sudut Islam.

  1. Malam Pergantian Tahun

Malam tanggal satu Muharram, malam pergantian tahun yang disarankan untuk muhasabah diri (introspeksi diri) terhadap perilaku di tahun yang lalu, serta mempersiapkan kehidupan yang lebih baik di tahun baru.

Orang yang rugi adalah orang yang hari kemarin sama halnya dengan hari ini, atau justru lebih buruk. Sedangkan orang yang beruntung yakni orang yang hari ini lebih baik dari kemarin.

  1. Termasuk dalam Bulan Haram

Bulan Haram yakni bulan yang dimuliakan Allah SWT dibandingkan bulan-bulan lainnya. Ada empat bulan haram: Muharram , Rajab, Zulqaidah, dan Zulhijjah. Pada bulan haram Allah SWT melarang untuk berlaku tidak baik, seperti melakukan pembunuhan atau peperangan.

  1. Larangan untuk Memaki Waktu

Bertambah satu tahun, di waktu yang dianggap mistis dan dipercaya waktu yang mempunyai banyak marabahaya, bencana, atau musibah. Itu tidak dibenarkan menurut Islam, semua waktu sama milik Allah SWT semata.

Jangan menilai waktu yang ini atau itu dalam tanda kutip yang buruk. Menghina waktu sama halnya menghina penciptanya. Hati-hati hidup dunia kalau mau selamat di akhirat. Berikut larangan tentang menghina waktu.

وَقَالُوا مَا هِيَ إِلَّا حَيَاتُنَا الدُّنْيَا نَمُوتُ وَنَحْيَا وَمَا يُهْلِكُنَا إِلَّا الدَّهْرُ وَمَا لَهُمْ بِذَلِكَ مِنْ عِلْمٍ إِنْ هُمْ إِلَّا يَظُنُّونَ

“Dan mereka berkata: ‘Kehidupan ini tidak lain hannyalah kehidupan di dunia saja, kita mati dan kita hidup dan tidak ada yang akan membinasakan kita selain masa (waktu)’, dan mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang itu, mereka tidak lain hannyalah menduga-duga saja.” (QS. Al Jatsiyah [45] : 24).

  1. Kesempatan Berdoa

Malam ketika kebanyakan orang terlelap tidur, malam tahun baru Islam menjadi waktu yang tepat untuk berdoa awal tahun. Berharap waktu yang akan datang semakin baik dan berkah. Semua hajat dapat terwujud kan di tahun yang baru.

  1. Waktu untuk Memohon Terjaga dari Gangguan

Jika masyarakat Jawa masih juga beranggapan bahwa malam ini adalah mistis. Lebih baik kita menangkalnya dengan cara yang bijaksana. Bukan dengan melawan gangguan sebangsa makhluk gaib dengan menghukumnya.

Namun dengan cara memanjatkan doa pelindung kepada Allah SWT dan memperbanyak amalan baik, maka gangguan pun akan hilang dengan sendirinya.

Sobat Cahaya Islam, itu lima hal tentang malam satu Suro dengan telaah menurut pandangan agama Islam. Semua makhluk adalah milik Allah SWT, tidak ada daya dan kekuatan selain atas izin-Nya. Buka lembaran tahun baru, dengan semangat beribadah!

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!