Keluasan Rahmat Allah: Lelaki yang Memberi Minum Seekor Anjing

0
2945
Keluasan Rahmat Allah: Lelaki yang Memberi Minum Seekor Anjing

Cerita islami – Rahmat Allah dan karunia Allah itu sangatlah luas. Adalah suatu kebodohan bila kita putus asa terhadap rahmat-Nya. Atau yang lebih parah lagi malah tidak menginginkan rahmat dari Allah atau malah banyak berbuat dosa karena tidak mengakui adanya rahmat yang dilimpahkan oleh Allah kepada seluruh makhluk di dunia ini. Allah maha segalanya dan rahmat yang diberikan oleh-Nya begitu besar. Hal ini dibuktikan dari sebuah kisah seorang lelaki yang memberi minum seekor anjing yang kehausan dalam sebuah hadits riwayat Muslim 2244.

Keluasan Rahmat Allah: Lelaki yang Memberi Minum Seekor Anjing

Kisah lelaki musyafir yang kehausan

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ، عَنْ مَالِكِ بْنِ أَنَسٍ، فِيمَا قُرِئَ عَلَيْهِ عَنْ سُمَىٍّ، مَوْلَى أَبِي بَكْرٍ عَنْ أَبِي صَالِحٍ السَّمَّانِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏”‏ بَيْنَمَا رَجُلٌ يَمْشِي بِطَرِيقٍ اشْتَدَّ عَلَيْهِ الْعَطَشُ فَوَجَدَ بِئْرًا فَنَزَلَ فِيهَا فَشَرِبَ ثُمَّ خَرَجَ فَإِذَا كَلْبٌ يَلْهَثُ يَأْكُلُ الثَّرَى مِنَ الْعَطَشِ فَقَالَ الرَّجُلُ لَقَدْ بَلَغَ هَذَا الْكَلْبَ مِنَ الْعَطَشِ مِثْلُ الَّذِي كَانَ بَلَغَ مِنِّي ‏.‏ فَنَزَلَ الْبِئْرَ فَمَلأَ خُفَّهُ مَاءً ثُمَّ أَمْسَكَهُ بِفِيهِ حَتَّى رَقِيَ فَسَقَى الْكَلْبَ فَشَكَرَ اللَّهُ لَهُ فَغَفَرَ لَهُ ‏”‏ ‏.‏ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَإِنَّ لَنَا فِي هَذِهِ الْبَهَائِمِ لأَجْرًا فَقَالَ ‏”‏ فِي كُلِّ كَبِدٍ رَطْبَةٍ أَجْرٌ

Abu Huraira melaporkan Rasulullah (ﷺ) sebagai ucapan: Seseorang menderita kehausan yang hebat saat dalam perjalanan, ketika ia menemukan sebuah sumur. Dia turun ke dalamnya dan minum (air) dan kemudian keluar dan melihat seekor anjing menjulurkan lidahnya karena kehausan dan memakan tanah yang basah. Orang itu berkata: Anjing ini menderita kehausan seperti yang saya derita. Dia turun ke dalam sumur, mengisi sepatunya dengan air, lalu memasukkannya ke dalam mulutnya sampai dia naik dan menyuruh anjing meminumnya. Maka Allah menghargai perbuatannya ini dan mengampuninya. Kemudian (Sahabat di sekitarnya) berkata: Rasulullah, adakah pahala bagi kita bahkan untuk (melayani) hewan seperti itu? Dia berkata: Ya, ada pahala untuk pelayanan kepada setiap hewan yang hidup. [1]

Diceritakan dalam hadits diatas bahwa suatu ketika ada seorang rojul yang mengalami kehausan yang sangat ketika sedang dalam perjalanan. Cuaca saat itu benar-benar sangat panas, membuatnya termegap-megap mengisyaratkan kebutuhan pada air untuk menghilangkan dehidrasinya. Sejurus kemudian dia menemukan satu buah sumur yang cukup dalam dan berisikan kubangan air di dasarnya.

Menemukan sumber air untuk diminum, dengan segera rojul itu memanjat turun ke dasar sumur dan meminum airnya. Setelah dirasa cukup, rojul itu kemudian naik lagi ke permukaan dan mendapati seekor anjing yang tergopoh menjulurkan lidahnya sambil menjilat sisa-sisa tanah yang lembab dan gembur. Melihat anjing itu rojul kemudian berkata: Anjing ini merasakan rasa haus seperti aku tadi.

Tentu dia merasa iba karena keadaan anjing itu. Anjing itu tidak bisa terjun ke dasar sumur karena terlalu dalam. Bisa-bisa malah celaka anjing itu. Singkat cerita, rojul itu kembali turun ke dasar sumur dan memenuhi sepatunya dengan air dan membawanya keatas untuk diberikan kepada Anjing tersebut untuk diminum.

Sembari menceritakan kisah itu, Rasulullah bersabda bahwa Allah menghargai perbuatan sang rojul dan mengampuni dosa-dosanya. Para sahabat yang hadir saat itu sama bertanya “apakah ada pahala untuk kita bahkan untuk membantu hewan semacam itu?” – dan Rasulullah menjawab “Ya, ada pahala yang diberikan Allah untuk membantu hewan”

Apa yang bisa dipetik dari kisah tersebut?

Tentu hal pertama yang bisa dipetik dari kisah tersebut adalah tentang besarnya rahmat Allah. Allah bahkan memberikan pembalasan yang sangat luar biasa dari hal kecil yang kita lakukan. Allah sampai mengampuni dosa lelaki yang memberikan minum untuk anjing yang sedang kehausan tersebut. Pertanyaannya adalah: bila memberikan minum untuk seekor hewan seperti anjing saja begitu besar rahmat Allah yang kita dapatkan, lalu bagaimana dengan memberi minum sesama manusia. Tentu lebih mulia dong?

Secara bersamaan hadits diatas juga memberikan dorongan kepada kita sebagai orang islam yang beriman kepada Allah untuk senantiasa berlomba-lomba dalam melakukan kebajikan di dunia ini. Dan untuk banyaknya kebajikan yang kita lakukan itu, kita tidak boleh memilih-milih, namun harus secara merata. Kita harus bisa berusaha mencontoh barang sedikit sifat dermawan Allah untuk mengasihi hambanya. Tentu kita harus berusaha untuk bisa mengasihi sesama kita.


Catatan Kaki

[1] H.R. Sahih Muslim 2244 Bab: Kebajikan Memberi Makanan Dan Air Kepada Hewan Yang Dilarang Makan

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY