Jihad di Zaman Sekarang, Masih Bisakah?

0
675
Jihad-di-Zaman-Sekarang

Jihad di Zaman Sekarang – Sobat Cahaya Islam pasti sudah tahu betapa besarnya pahala jihad. Bahkan, Allah menjanjikan surga firdaus bagi mereka yang gugur sebagai mujahid. Tapi, saat ini sudah tidak ada lagi perang antara kaum Islam dengan kaum kafir. Lalu, apakah umat Islam saat ini masih bisa mendapatkan pahala yang setara dengan jihad?

Jihad di Zaman Sekarang: Menuntut Ilmu

Untungnya, ada banyak amalan yang pahalanya setara dengan jihad. Amalan-amalan tersebut sangat relevan dengan zaman modern saat ini. Salah satunya adalah menuntut ilmu.

‏ مَنْ خَرَجَ فِي طَلَبِ الْعِلْمِ فَهُوَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ حَتَّى يَرْجِعَ 

“Barangsiapa keluar/pergi untuk menuntut ilmu, maka dia sedang (berjuang) di jalan Allah hingga dia kembali/pulang.” (1)

Hadits ini menjelaskan bahwa orang yang menuntut ilmu akan mendapatkan pahala seperti berjihad di jalan Allah. Apalagi, ilmu sangat penting bagi umat Islam untuk bisa bersaing dengan non-muslim di kehidupan zaman modern sekarang.

Begitu juga dengan ilmu agama, banyak umat Islam yang tidak bisa membaca Al-Quran, apalagi paham maknanya. Itulah kenapa menuntut ilmu, khususnya ilmu agama, menjadi sebuah urgensi di zaman sekarang.

Membantu Janda & Orang Miskin Pahalanya Setara Jihad

Selain itu, membantu janda & orang miskin juga berpahala layaknya jihad fi sabilillah. Nabi Muhammad pernah bersabda:

 السَّاعِي عَلَى الأَرْمَلَةِ وَالْمِسْكِينِ كَالْمُجَاهِدِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ، أَوِ الْقَائِمِ اللَّيْلَ الصَّائِمِ النَّهَارَ 

“Orang yang berusaha (menolong) janda & orang miskin ibarat orang yang jihad di jalan Allah, atau orang yang melaksanakan qiyamul lail semalaman dan puasa seharian.” (2)

Menolong janda atau orang miskin bisa dengan menikahinya atau memberikan shodaqoh. Jika melakukannya secara ikhlas dan semata-mata hanya mengharap ridha Allah, maka pahalanya setara dengan pahala berperang atau jihad di jalan Allah.

Berbakti Kepada Ibu dan Bapak

Di zaman Rasulullah, seorang laki-laki mendatangi Rasulullah untuk izin ikut jihad. Kemudian, Rasulullah bersabda:

‏ أَحَىٌّ وَالِدَاكَ ‏ ‏.‏ قَالَ نَعَمْ ‏.‏ قَالَ ‏ فَفِيهِمَا فَجَاهِدْ

Apakah kedua orangtuamu masih hidup? Laki-laki itu menjawab: Iya, masih. Rasulullah bersabda: Maka berjihadlah pada keduanya. (3)

Maksud berjihad pada kedua orangtua dalam hadits di atas adalah berbakti pada keduanya. Perlu sobat Cahaya Islam ketahui, bahwa jumhur ulama berpendapat bahwa jika orangtua melarang anaknya berjihad, maka ia tidak boleh ikut berjihad. Selain itu, jihad dalam arti berperang melawan kaum kafir hukumnya fardhu kifayah sedangkan berjihad (berbakti) pada orang tua hukumnya fardhu ‘ain.

Demikian beberapa amalan yang pahalanya setara dengan jihad. Artinya, sobat Cahaya Islam masih bisa berjihad di zaman sekarang ini untuk kebaikan agama Islam tercinta.


Referensi:

(1) Jami’ at-Tirmidhi 2647

(2) Sahih al-Bukhari 5353

(3) Sahih Muslim 2549a

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY