Tiba di Aceh, Pengungsi Rohingya Tampak Memprihatinkan

0
1281
pengungsi Rohingya

Pengungsi Rohingya – Sebanyak 180 pengungsi Rohingya terdampar di lautan selama berminggu-minggu lamanya, selepas meninggalkan Bangladesh sejak bulan November lalu.

Para pengungsi tersebut memilih berlabuh di Indonesia, karena khawatir meninggal dunia. Pasalnya kapal reyot yang digunakan mengarungi lautan tersebut, telah tenggelam. UNCHR menyatakan Kapala tidak layak melaut tersebut tenggelam setelah dikonfirmasi hilang di lautan.

Hal ini karena adanya laporan kerabat kehilangan kontak dengan para pengungsi tersebut. Bahkan menganggap mereka sudah meninggal dunia. Lebih dari satu juta warga Rohingya, Myanmar mencari tempat pengungsian.

Sebagian tinggal di camp Bangladesh penuh sesak, karena di sana penduduknya mayoritas muslim. Termasuk di dalamnya, mereka yang melarikan diri dari peristiwa penumpasan mengerikan pemerintah Myanmar pada tahun 2017 lalu.

Penderitaan Pengungsi Rohingya

Ada alasan tersendiri mengapa para pengungsi ini, terus berkepanjangan mengarungi duni demi bertahan hidup. Untuk lebih jelasnya, silakan Sobat ketahui penderitaan para oengungsi ini.

1. Alasan Pengungsi Rohingya Luntang-lantung

Menilik kembali kasus yang telah berlalu, masyarakat Myanmar penduduknya adalah mayoritas bergama Hindu. Penduduk Rohingya yang kebanyakan adalah pemeluk agama Islam, tidak diterima oleh pemerintah.

Bahkan pemerintah Myanmar menganggap mereka sebagai penyusup, bahkan imigran ilegal dari wilayah Asia Selatan. Untuk itulah pemerintah melakukan pembantaian mengerikan pada penduduk muslim di Rohingya.

pengungsi Rohingya

Mereka pun memutuskan untuk melarikan diri ke Bangladesh. Namun sayangnya, di Bangladesh mereka tidak memiliki akses untuk berkerja sama sekali. Kemudian para oknum perdagangan manusia memikat perhatian.

Dengan menawarkan pekerjaan, tapi harus melakukan perjalanan berbahaya melewati lautan ke negara-negara Asia Tenggara seperti salah satunya adalah Malaysia.

Dalam keadaan lapar dan dahaga para pengungsi tersebut tidak jarang berakhir dengan hanyut di perairan. Padahal keinginan mereka pergi dari Bangladesh, supaya bisa mendapatkan makanan, pekerjaan serta tempat berlindung.

2. Laporan Terkair Para Pengungsi

Menurut laporan aktivitas Myanma, sejak dua pekan lalu sudah 20 orang yang meninggal dunia, akibat kehausan dan kelaparan. Karena mereka terdampar di lautan lepas India selama dua Minggu lamanya.

Kapal yang membawa sedikitnya 100 orang tersebut, berada di perairan Malaysia. Perjalanan tersebut terus berlanjut, hingga AL Sri Lanka menemukan dan menyelamatkan 104 pengungsi Rohingya yang mengapung di peraian Samudera Hindia.

UNCHR juga mendesak agar semua negara mau membantu krisis kemanusian ini. Kehadiran Rohingya juga mengingatkan dunia, agar tidak melupakan penderitaan yang mereka alami.

3. Laporan Terkini Pengungsi Rohingya

Kedatangannya ke Aceh menarik perhatian masyarakat sekitar. Bahkan menumbuhkan rasa kemanusiaan penduduk Pidie. Selasa malam tampak warga berduyun-duyun menghampiri mereka ke SMP 2 Muara Tiga.

pengungsi Rohingya

Banyak yang memvideokan keadaan para pengungsi tersebut. Tidak hanya itu, petugas medis juga tampak memapah pengungsi untuk melakukan pengecekan kesehatan. Menurut petugas, banyak dari mereka yang lemas akibat mengarungi lautan selama beberapa pekan tersebut.

Melihat peristiwa ini, mengingatkan kita sebagai umat muslim. Untuk saling membantu satu sama lain.

“Barangsiapa membantu kebutuhan saudaranya, maka Allâh Azza wa Jalla senantiasa akan menolongnya. Barangsiapa melapangkan kesulitan orang Muslim, maka Allâh akan melapangkan baginya dari salah satu kesempitan di hari Kiamat dan barangsiapa menutupi (aib) orang Muslim, maka Allâh menutupi (aib)nya pada hari Kiamat.” (HR. Bukhari 2442)

“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa.“ (QS. Al-Mā’idah: 2)

Bagi Sobat yang berada di sekitar lokasi pengungsian bisa langsung datang ke lokasi, dan bantulah saudara kita pengungsi Rohingya dengan sepenuh hati.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY