Hadits Arbain Nawawi 19, Apa Maksud Menjaga Allah?

0
2369
Hadits-Arbain-Nawawi-19

Hadits Arbain Nawawi 19 – Salah satu kitab hadits yang cukup populer dan mudah dipelajari adalah Arbain Nawawi. Meski begitu, ada beberapa hadits yang sering membingungkan orang awam. Salah satunya adalah hadits ke 19. Agar tidak ikut bingung, sobat Cahaya Islam wajib memperhatikan penjelasannya di bawah ini.

Hadits Arbain Nawawi 19, Kenapa Harus Menjaga Allah?

Yang cukup membingungkan dari hadits ini adalah bagian awal hadits. Berikut ini penggalan haditsnya:

 احْفَظْ اللَّهَ يَحْفَظْك، احْفَظْ اللَّهَ تَجِدْهُ تُجَاهَك

“Jagalah Allah, maka Allah akan menjagamu. Jagalah Allah, maka engkau akan mendapati-Nya di hadapanmu.” (1)

Allah Maha Kuasa, lalu kenapa kita masih harus menjaga-Nya? Pertanyaan ini mungkin muncul di benak sobat Cahaya Islam. Maksud dari perintah menjaga Allah adalah menjalankan syariat-syariat Islam dari Allah dan memenuhi hak-hak Nya dengan cara menunaikan kewajiban kita, yakni menyembah Allah.

Maksud Perintah Menjaga Allah dan Cara Melaksanakannya

Menjaga Allah artinya menjaga semua hak, batasan, perintah, dan larangan Allah. Beberapa cara untuk menjaga hak Allah antara lain dengan mendirikan Shalat, menjaga pandangan, menjauhi maksiat, belajar ilmu agama, dan lain sebagainya.

Dari hadits ini, kita harus belajar menanamkan dalam diri kita bahwa menyembah Allah itu wajib serta menjadi kebutuhan kita. Penting juga untuk selalu ingat bahwa Allah adalah tempat kita untuk menggantungkan harapan.

Bagaimana Allah Akan Menjaga Kita?

Penggalan hadits Arbain Nawawi di atas maksudnya adalah seseorang yang menjaga aturan Allah serta memperhatikan hak-Nya, maka dia akan mendapati Allah dalam keadaan apapun, di mana Allah akan selalu menjaga, menolong, dan juga memberi petunjuk padanya.

Oleh karena itu, tugas kita hanyalah bertaqwa kepada Allah dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Pasalnya, Allah akan selalu menyertai orang yang bertaqwa, sebagaimana janji Allah dalam Al-Quran:

إِنَّ اللَّهَ مَعَ الَّذِينَ اتَّقَوْا وَالَّذِينَ هُمْ مُحْسِنُونَ

“Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertaqwa dan berbuat kebaikan.” (2)

Kesimpulannya, jika kita ingin Allah menjaga dan menolong kita, maka kita hanya boleh meminta pertolongan kepada Allah, sebagaimana perintah Allah dalam Ummul Qur’an:

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

“Hanya kepada-Mu lah kami menyembah, dan hanya kepada-Mu lah kami minta pertolongan.” (3)

Terakhir, sebagai seorang muslim, kita harus selalu menerima keadaan kita, baik itu berupa nikmat maupun musibah. Pasalnya, semua itu adalah takdir Allah. Saat mendapatkan nikmat, seorang muslim harus memperbanyak syukur. Saat mendapat musibah, kita harus bersabar. Bahkan, akan lebih baik lagi jika kita bisa ridha menerima takdir tersebut, tanpa merasa sakit dan mengurangi keimanan kita sedikitpun.


Referensi:

(1) Arbain Nawawi Hadits No 19

(2) Q.S. An-Nahl Ayat 128

(3) Q.S. Al-Fatihah Ayat 5

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY