Amalan Setara Pahala Haji – Haji adalah rukun Islam yang ke-5. Setiap muslim yang mampu wajib melaksanakan ibadah haji. Lalu, bagaimana solusinya jika tidak mampu? Tak perlu berkecil hati, ada beberapa amalan yang pahalanya setara dengan ibadah haji atau umrah. Apa saja amalan tersebut? Pastikan sobat Cahaya Islam menyimaknya sampai selesai!
Amalan Setara Pahala Haji: Shalat Berjamaah di Masjid Shalat Dhuha


Sobat Cahaya Islam pasti sudah tahu bahwa shalat berjamaah lebih utama dari shalat sendirian. Apalagi jika shalat berjamaah di masjid bagi kaum laki-laki. Dalam sebuah hadits dari Abu Umamah, Rasulullah bersabda:
مَنْ خَرَجَ مِنْ بَيْتِهِ مُتَطَهِّرًا إِلَى صَلاَةٍ مَكْتُوبَةٍ فَأَجْرُهُ كَأَجْرِ الْحَاجِّ الْمُحْرِمِ وَمَنْ خَرَجَ إِلَى تَسْبِيحِ الضُّحَى لاَ يُنْصِبُهُ إِلاَّ إِيَّاهُ فَأَجْرُهُ كَأَجْرِ الْمُعْتَمِرِ
“Siapa yang keluar rumah (pergi ke masjid) dengan berwudhu untuk shalat fardhu, maka pahalanya seperti pahala haji. Dan siapa yang keluar rumah (pergi ke masjid) untuk shalat dhuha tanpa ada tujuan lain, maka pahalanya seperti pahala umrah.” (1)
Hadits di atas menunjukkan betapa besarnya pahala shalat berjamaah di masjid ibarat pahala orang yang melakukan ibadah haji. Sementara itu, orang yang melaksanakan shalat dhuha hanya karena Allah semata, maka baginya mendapatkan pahala yang sangat besar seperti ibadah umrah.
Shalat Subuh Berjamaah, Lalu Berdzikir, Kemudian Shalat Sunnah 2 Rakaat
Selain itu, shalat Subuh berjamaah juga bisa mendapatkan keutamaan pahala haji dan umrah jika sesuai dengan tuntunan Rasulullah berikut ini:
مَنْ صَلَّى الْغَدَاةَ فِي جَمَاعَةٍ ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللَّهَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ كَانَتْ لَهُ كَأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ
“Siapa yang melaksanakan shalat Subuh berjamaah, lalu ia tetap duduk sambil berdzikir hingga matahari terbit, kemudian mengerjakan shalat 2 rakaat, baginya pahala haji & umrah.” (2)
Dalam Mirqatul Mafatih, Ali Mula Al-Qari menjelaskan bahwa dzikir dalam hadits tersebut bisa dengan melafalkan kalimah tayyibah, berada dalam majelis ilmu, dll. hingga matahari terbit dan setinggi tombak (kurang lebih 15 menit setelah matahari terbit). Sementara itu, shalat 2 rakaat maksudnya adalah shalat sunnah isyraq.
Berbakti Kepada Orangtua
Bahkan, berbakti pada orangtua pun bisa mendapatkan pahala ibadah haji. Saat itu, ada seseorang datang ke Rasulullah dan menyatakan bahwa ia sangat ingin berjihad tapi tidak mampu. Rasulullah menanyakan apakah ia masih punya orangtua, maka ia pun menjawab bahwa ibunya masih hidup. Lalu, Rasulullah bersabda:
فَأَبْلِ اللَّهَ فِي بِرِّهَا، فَإِذَا فَعَلْتَ ذَلِكَ فَأَنْتَ حَاجٌّ، وَمُعْتَمِرٌ، وَمُجَاهِدٌ، فَإِذَا رَضِيَتْ عَنْكَ أُمُّكَ فَاتَّقِ اللَّهَ وَبِرَّهَا
“Bertakwalah pada Allah dengan berbuat baik pada ibumu. Jika engkau berbuat baik padanya, maka statusnya adalah seperti berhaji, berumrah dan berjihad.” (3)
Namun, sobat Cahaya Islam harus ingat bahwa ibadah haji tetaplah wajib bagi yang mampu melaksanakannya. Mudah-mudahan kita semua diberi kemampuan untuk melaksanakan ibadah haji dan umrah guna menyempurnakan rukun Islam.
Referensi:
(1) Sunan Abi Dawud 558
(2) Jami’ at-Tirmidhi 586
(3) HR. Ath-Thabrani dalam Al-Mu’jam Al-Ausath 5/234/4463 dan Al-Baihaqi dalam Syu’ab Al-Iman 6/179/7835)



































