Dirgahayu RI 75 dan Pandangannya dalam Islam

0
63

Dirgahayu RI – Nama lain dari ucapan doa panjang umur untuk Republik Indonesia yang dilakukan setiap satu tahun sekali, dan kini 17 Agustus 2020 genap 75 tahun Indonesia merdeka. Beruntung kita hidup di Indonesia yang telah merdeka bebas dari jeratan penjajahan.

Bendera-bendera merah-putih yang telah lama disimpan, dikeluarkan, dipasang di atas tiang tinggi menyambut Dirgahayu RI. Indonesia tanah air kita berpijak, mencintai tanah air adalah sebuah kewajiban warga negara, siapa lagi yang mau mencintai tanah air sendiri kalau bukan kita?

Sobat Cahaya Islam, lantas bagaimana Islam memandang Hari Kemerdekaan Indonesia? Bolehkah agama memperingati hari yang penuh momentum itu, yang dibangun dari darah para pejuang.

Pandangan Islam tentang Dirgahayu RI

Memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia sama halnya mencintai tanah air. Mencintai tanah air merupakan bagian dari iman. “Hubbul wathon minal iman” mengapa demikian? Ungkapan cinta tanah air ini relevan jika dilihat membela tanah air itu termasuk jihad di jalan Allah SWT.

Agar semakin mantap keteguhan hati kita memperingati HUT RI, berikut ini salah satu perintah Allah SWT yang mengisyaratkan cinta tanah air termasuk ajaran agama Islam.

ولو أنا كتبنا عليهم أن اقتلوا أنفسكم  أو أخرجوا من دياركم ما فعلوه إلا قليل منهم

“Dan sesungguhnya jika seandainya Kami perintahkan kepada mereka  (orang-orang munafik): “Bunuhlah diri kamu atau keluarlah dari kampung halaman kamu!” niscaya mereka tidak akan melakukannya, kecuali sebagian kecil dari mereka…” (Qs. al-Nisa’: 66)

Inti dari ayat di atas menurut ahli tafsir Al-Razi yakni meninggalkan tanah air bagi orang yang berakal adalah perkara yang berat sebagaimana sakitnya orang yang bunuh diri. Jadi, cinta tanah air bisa dikatakan sebagai fitrah manusia.

Bentuk Memperingati HUT RI Ditinjau dari Islam

  1. Bersyukur kepada Allah SWT

Bersyukur hidup di tengah kemerdekaan bukan penjajahan, sehingga dapat semakin khusus beribadah kepada Allah SWT. Melaksanakan salat dengan tenang tidak seperti negara-negara yang masih berada ditekanan negara lain seperti Palestina yang mendapat tekanan dari Israel.

  1. Mendoakan Pahlawan

Perantara pahlawan yang berjuang tak gentar meski darah mengucur hingga pulang hanya tinggal nama memperoleh kemerdekaan. Oleh karena itu sudah sepantasnya kita membalas Budi dengan beliau dengan cara mendoakan di Hari Kemerdekaan ini.

Semoga amal ibadah para pahlawan dapat diterima di sisi Allah, serta mendapatkan tempat yang nikmat di alam kubur hingga akhirat. Aamiin.

  1. Mengobarkan Semangat Juang

Apapun profesi kalian, semangat tidak boleh kendor. Berjuang harus terus dilakukan, meski kemerdekaan telah didapat. Ingat penjajahan bukan hanya tempat tinggal, penjajahan moral dan kepribadian lebih berbahaya di zaman globalisasi ini. Kuatkan tekad semangat juang, dan bangun bangsa lewat kiprahnya masing-masing.

  1. Isi dengan Kegiatan Positif

Hari Kemerdekaan di tengah pandemi tidak jadi masalah untuk menyemarakkan dengan kegiatan yang positif. Tidak harus berkumpul individu pun bisa, dengan cara mengisi dengan kegiatan menyalurkan hobi, menyelesaikan tugas, atau membuat sekumpulan target hidup.

  1. Membuka Lembaran Baru

Membuka lembaran baru yang sering disangkutpautkan dengan pernikahan, atau tahun baru, bisa juga dilakukan di tanggal 17 Agustus ini. Bila kemarin merasa hidup berantakan tidak terarah, tugas-tugas tidak ada yang kelar karena menunda-nunda.

Yuk kita gerakkan diri, memperbaiki sikap di waktu yang bagus ini! Bertepatan dengan momen sejarah Indonesia.

Sobat Cahaya Islam, lima poin upaya memperingati Dirgahayu RI semoga dapat kita jalankan. Selamat Hari Kemerdekaan Indonesia Ke-75! Merdeka!

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY