Pelajari Tata Krama Sopan Santun dan Rasa Malu Sejak Dini

0
83
tata krama sopan santun dan rasa malu

Tata krama sopan santun dan rasa malu – Banyak yang mengatakan bahwa tata krama sopan santun dan rasa malu di kalangan anak muda mulai terkikis, tergerus zaman. Benarkah demikian? Bagaimana bila generasi muda tak lagi mengenal tata krama dan norma sopan santun yang berkaitan dengan adab?

Pendidikan mengenai tata krama dan sopan santun dimulai dari keluarga sejak dini. Jika sedari kecil tidak dikenalkan dengan sopan santun dan rasa malu, maka tidak heran jika seseorang kehilangan adab ketika sudah dewasa.

Pelajari Tata Krama Sopan Santun dan Rasa Malu Sejak Usia Dini

Dalam agama Islam, adab adalah hal yang sangat penting. Dengan mengenal adab sejak dini, seseorang akan memiliki sopan santun dan rasa malu sehingga senantiasa menjaga sikapnya. Rasul pun selalu   mencontohkan bagaimana menjaga sopan santun dan tata krama.

Secara etimologi, tata krama terdiri dari dua buah kata yaitu tata dan krama. Tata memiliki pegertian adat atau aturan dan krama berarti sopan santun atau perbuatan. Dari dua kata ini dapat disimpulkan bahwa tata krama merupakan sebuah perihal yang mengatur sopan santun seseorang.

Beberapa contoh tata krama yang telah diajarkan sejak kecil yaitu menggunakan tangan kanan saat makan atau berjabat tangan. Dengan memiliki tata krama yang baik, seseorang akan memiliki adab dan rasa malu untuk berbuat tidak sopan.

Orang tua patut menjadi contoh dalam bersikap dan bertata krama di depan putera dan puterinya. Jika tata krama dan sopan santun sudah diajarkan sejak dini, maka kualitas sosial seseorang sudah terbangun sejak dini.

Bagaimana Umat Muslim Menjaga Tata Krama dan Sopan Santun Dalam Dirinya?

Menjaga tata krama sopan santun dan rasa malu akan bermuara pada adab yang baik. Tata krama yang baik harus diterapkan baik kepada sesama manusia maupun kepada Allah SWT. Umat Islam yang beradab akan tahu bagaimana cara bersikap kepada sesama manusia dan kepada sang Pencipta.

Cara menjaga tata krama bagi umat Islam telah diajarkan dalam surah Al Hujurat ayat 2,

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَرْفَعُوْٓا اَصْوَاتَكُمْ فَوْقَ صَوْتِ النَّبِيِّ وَلَا تَجْهَرُوْا لَهٗ بِالْقَوْلِ كَجَهْرِ بَعْضِكُمْ لِبَعْضٍ اَنْ تَحْبَطَ اَعْمَالُكُمْ وَاَنْتُمْ لَا تَشْعُرُوْنَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu meninggikan suaramu melebihi suara Nabi, dan janganlah kamu berkata kepadanya dengan suara keras sebagaimana kerasnya (suara) sebagian kamu terhadap yang lain, nanti (pahala) segala amalmu bisa terhapus sedangkan kamu tidak menyadari.” (QS. Al Hujurat : 2)

Allah melarang hambaNya untuk menyebarkan fitnah, meninggikan suara kepada orang lain dan merendahkan orang lain melalui surah Al Hujurat ini.

Selain itu, umat Islam juga diajarkan untuk senantiasa menjaga sikap terhadap orangtua sebagai bagian dari adab dan tata krama. Dalam surah Luqman ayat 13-14 tertuang,

وَاِذْ قَالَ لُقْمٰنُ لِابْنِهٖ وَهُوَ يَعِظُهٗ يٰبُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللّٰهِ ۗاِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيْمٌ

وَوَصَّيْنَا الْاِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِۚ حَمَلَتْهُ اُمُّهٗ وَهْنًا عَلٰى وَهْنٍ وَّفِصَالُهٗ فِيْ عَامَيْنِ اَنِ اشْكُرْ لِيْ وَلِوَالِدَيْكَۗ اِلَيَّ الْمَصِيْرُ

“Dan (ingatlah) ketika Lukman berkata kepada anaknya, ketika dia memberi pelajaran kepadanya, ”Wahai anakku! Janganlah engkau mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar. Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada Aku kembalimu.” (Q.S Luqman : 13-14)

Pentingnya Memiliki Rasa Malu Agar Tidak Melakukan Perbuatan Tercela

Mengapa memiliki  tata krama sopan santun dan rasa malu menjadi hal yang penting bagi umat Islam? Semua itu diperlukan agar seorang Muslim dapat menjaga dirinya dari perbuatan tercela. Ia akan merasa malu untuk berbuat hal yang melanggar norma adat dan norma agama.

tata krama sopan santun dan rasa malu

Memiliki rasa malu terbukti dapat menjadi rem yan g sangat ampuh bagi seseorang untuk tidak melakukan pelanggaran. Dengan demikian dirinya akan terjaga dari perbuatan yang menimbulkan dosa baginya.

Jika seseorang sudah tidak memiliki rasa malu, Ia akan melakukan perbuatan apa saja sesuka hatinya.

Sobat Cahaya Islam, adab dan tata krama adalah satu hal yang sangat penting untuk dijaga. Umat Islam harus tetap menjaga norma susila agar tatanan kehidupannya berjalan sebagaimana mestinya. Jagalah agar diri kita tetap memiliki tata krama sopan santun dan rasa malu sehingga senantiasa menjaga sikap dan perilaku kita.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY