Pelaku Sindiran Terhadap Gibran Ditangkap, Kaum Muslimin Perlu Perhatikan Ini Sebelum Lontarkan Sindiran

0
36
Pelaku Sndiran 2

Pelaku sindiran – Seorang warga Siawi ditangkap akibat komentarnya di media sosial. Komentar yang dilontarkan oleh warga ini dianggap menghina Wali Kota Gibran Rakabuming yang tidak lain adalah putra Jokowi. Kejadian ini membuat Amnesty International Indonesia angkat suara dan menagih ucapan presiden Jokowi. Dimana Jokowi mengatakan bahwa akan memberikan keadilan kepada masyarakat dalam menyampaikan pendapat.

Pelaku Sndiran 2

Dalam hidup bernegara, tentu saja masyarakat memiliki hak untuk bersuara. Itu sebabnya masyarakat juga berhak untuk menyuarakan pendapatnya. Asalkan tindakan ini dilakukan dengan cara yang benar. Islam sendiri juga mengatur mengenai bagaimana adab dalam menyampaikan pendapat. Itu artinya, islam juga membenarkan tentang hak berpendapat. Namun bagaimana jika pendapat yang disampaikan adalah berupa sindiran?

Pelaku Sindiran Terhadap Gibran Ditangkap, Perhatikan Ini Sebelum Lontarkan Sindiran

Pelaku Sndiran 2

Pelaku sindiran terhadap Wali Kota Gibran ini ditangkap beberapa waktu lalu. Ini karena sindiran yang dilontarkan dianggap sebagai tindakan menghina. Dalam islam, kaum muslimin memiliki hak untuk berpendapat. Seperti yang tertuang dalam hukum negara juga, bahwasanya masyarakat memiliki hak untuk menyuarakan pendapatnya.

Itu sebabnya, tidak ada larangan berpendapat selama dalam penyampaiannya dilakukan dengan adab yang benar tentu saja. Lalu bolehkah menyampaikan pendapat dengan sindiran?

Dan (bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Tuhannya dan mendirikan shalat, sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarat antara mereka; dan mereka menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka.(1)

Dalam ayat ini dijelaskan mengenai musyawarah, yang artinya didalamnya terdapat penyampaian pendapat dan juga adu argumen. Hanya saja, sebagai seorang muslimin tentu saja harus mengetahui bagaimana adab menyampaikan pendapat. Seperti menyampaikan dengan damai, musyawarah yang baik untuk mencapai mufakat dan lain sebagainya. Sementara islam juga menganjurkan untuk menasehati atau mengkritik dengan adab sembunyi-bunyi, bukan di depan publik.

Lalu bagaimana dengan sindiran? Sebelum melontarkan sindiran juga perlu memperhatikan beberapa hal lho sobat CahayaIslam. Ini karena sindiran bisa menghantarkan pada perpecahan jika tidak memperhatikan nilai-nilai agama.

Pelaku Sndiran 3

Pemilihan Kata dan Tujuannya

Dalam melontarkan sindiran, kaum muslimin perlu memilih kata yang baik dan tepat. Ini untuk menghindari kesalahpahaman apalagi suudzon. Dan lagi perlu juga dipertimbangkan kembali apa tujuan dan manfaatnya. Jika sindiran yang akan dilontarkan tidak memberikan manfaat bagi diri sendiri dan orang lain, maka alangkah lebih baik tidak dilontarkan.

Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.(2)

Menimbulkan Perdebatan atau Perselisihan

Perhatikan juga sebelum melontarkan sindiran yang bertujuan untuk menyampaikan pendapat, Apakah ini akan menimbulkan perpecahan atau perselisihan atau tidak. Tahukah sobat CahayaIslam, bahwa sindiran bisa mengacu pada suudzon dan prasangka. Inilah yang bisa membuat kesalahpahaman dan justru timbul perselisihan.

Pelaku sindiran – Sobat CahayaIslam, dalam menyampaikan pendapat tentu saja ada adab yang harus diperhatikan. Begitu juga saat kita memilih kalimat sindiran, kaum muslimin harus berhati-hati dan perlu memperhatikan beberapa hal.


Catatan Kaki:

(1) – Surat Asy-Syura Ayat 38

(2) – Surat Al-Anfal Ayat 46

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY