Doa Orang yang Terdzolimi Terkabulkan, Ternyata Bukan Mitos

0
1198
Doa-Orang-yang-Terdzolimi-Terkabulkan

Doa Orang yang Terdzolimi – Sobat Cahaya Islam pasti pernah mendengar bahwa orang yang terdzolimi doanya mudah dikabulkan. Ternyata, itu bukan sekedar mitos belaka. Ada banyak kisah yang membuktikannya. Bahkan, Rasulullah pun pernah mengatakan yang demikian yang bisa kita temukan dalam beberapa hadits. Oleh karena itu, ada nasehat bagi kita semua untuk berhati-hati atau mewaspadai doanya orang yang terdzolimi.

Hadits Tentang Doa Orang yang Terdzolimi Itu Mustajab

Kita musti waspada dan berhati-hati terhadap orang yang terdzalimi. Pasalnya, doanya sangat mustajab (mudah terkabul). Sampai-sampai Rasulullah bersabda:

اتَّقِ دَعْوَةَ الْمَظْلُومِ، فَإِنَّهَا لَيْسَ بَيْنَهَا وَبَيْنَ اللَّهِ حِجَابٌ

“Takut dan waspadalah terhadap doa orang yang terdzalimi karena antara ia dan Allah tidak ada penghalang.” (1)

Hadits di atas menunjukkan betapa dahsyatnya doa mereka. Bahkan, dalam sebuah ayat di Al-Qur’an, Allah berfirman:

لَا يُحِبُّ اللّٰهُ الْجَهْرَ بِالسُّوْۤءِ مِنَ الْقَوْلِ اِلَّا مَنْ ظُلِمَ ۗ وَكَانَ اللّٰهُ سَمِيْعًا عَلِيْمًا

“Allah tidak menyukai perkataan buruk (yang diucapkan) secara terus terang, kecuali oleh orang yang terdzalimi.” (2)

Kisah Dahsyatnya Doa Orang yang Dizalimi

Alkisah, ada seorang nelayan yang merasa sangat senang karena baru saja mendapatkan ikan besar. Ia pulang dengan wajah penuh keceriaan karena tak sabar ingin memberikan ikan yang ia dapatkan kepada anak-anaknya di rumah. Namun, wajah senyumnya berubah seketika setelah ada seorang raja dzalim yang merebut ikan hasil tangkapannya tersebut.

Singkat cerita, Sang Raja menderita sakit setelah makan ikan tersebut. Bahkan, tabib harus mengamputasi tangan Sang Raja, namun tak kunjung sembuh juga. Akhirnya, ada seseorang yang menyuruh Sang Raja untuk mengingat apakah ia telah berbuat dzalim pada orang lain. Seketika, Sang Raja ingat bahwa ikan yang ia makan adalah hasil merebut dari seorang nelayan.

Lalu, Sang Raja menyuruh prajuritnya untuk mencari nelayan tersebut dan membawanya ke Kerajaan. Sesampainya di Kerajaan, Sang Raja meminta agar nelayan tersebut mau memaafkan. Nelayan tersebut pun sudah memaafkannya. Karena penasaran, Sang Raja bertanya apa yang ia lakukan sehingga dirinya mendapatkan adzab seperti ini. Nelayan itu pun menjawab bahwa ia hanya berdoa: “Ya Allah, Sang Raja telah menunjukkan kuasanya. Sekarang aku mohon, tunjukkan kuasa-Mu.” Seketika, Sang Raja pun menangis dan bertaubat.

Larangan Berbuat Dzalim

Sebagai agama yang haq, Islam sangat menolak kedzaliman. Dalam Al-Qur’an, Allah mengancam akan melaknat kepada siapapun yang berbuat dzalim.

أَلاَ لَعْنَةُ اللّهِ عَلَى الظَّالِمِينَ

“Ingatlah, laknat Allah (ditimpakan) kepada orang-orang yang dzalim.” (2)

Tentu saja, Islam tidak membenarkan perbuatan dzalim dengan alasan atau motif apapun. Kemudian, ancaman bagi pelakunya adalah siksa yang pedih di neraka. Jadi, jika sobat Cahaya Islam tidak ingin mendapat laknat Allah dan siksa neraka, jangan sekali-kali berbuat dzalim terhadap orang lain, apalagi terhadap sesama saudara muslim. Karena doa orang yang didzalimi sangat mudah terkabulkan, termasuk orang non-muslim sekalipun.


Referensi:

(1) Sahih al-Bukhari 2448

(2) Q.S. Al-Hud Ayat 18

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY