Kematian Budi Tjarot, Saatnya Siapkan Pemimpin Amanah

0
36
kematian Budi Tjarot

Kematian Budi Tjarot – Duka menyelimuti anggota Gerakan Jaga Indonesia atas berita kematian Budi Tjarot. Kepemimpinan dalam menjaga Indonesia tentu memiliki ciri khas tersendiri yang mungkin bisa saja tak mudah tergantikan oleh generasi selanjutnya.

Sobat Cahaya Islam, kematian Budi Tjarot menjadi suatu bukti nyata bahwa jangka waktu kehidupan manusia sangatlah terbatas. Sehingga umat perlu untuk memaksimalkan jatah umur selama di dunia agar tak merugi di akhirat.

Bagaimana Respon Umat terhadap Kematian Budi Tjarot?

Umat Islam idealnya memahami bahwa seseorang yang telah meninggalkan dunia berhak untuk mendapatkan do’a atau biasa disebut takziah. Kematian seorang pemimpin bukanlah hal yang sepele. Sebab, umat memiliki tanggung jawab besar yakni mencari pengganti yang dapat mengimplementasikan keseluruhan program sewaktu dia memimpin.

Sebab, jika umat tak melakukan persiapan sejak dini untuk pemilihan pemimpin yang baru, dikhawatirkan malah akan terpilih seseorang yang tidak memiliki keahlian di bidang kepemimpinan. Naudzubillah.

Fakta ketidakpiawaian pemimpin menggawangi kebijakan sangatlah banyak. Sebagian besar kondisi kepemimpinan hari ini bahkan di tingkat daerah sekalipun juga terwarnai dengan berbagai kecurangan.

Ada yang pemimpinnya melakukan korupsi, lalu kemudian terdapat pemimpin yang juga tak sesuai dengan janji selama kampanye. Beberapa program yang ia rancang nyatanya hanya sekedar isapan jempol belaka.

Bagaimana Strategi Untuk Memilih Pemimpin dalam Islam?

Memilih seorang pemimpin amanah tentunya membutuhkan beberapa aspek yang harus terpenuhi. Beberapa di antaranya yakni :

1. Sesuaikan Dengan Keahlian

kematian Budi Tjarot

Salah satu hal yang perlu umat pastikan yakni calon pemimpin harus sesuai dengan kualifikasi bidang yang akan ia pimpin. Memang tak ada jaminan bahwa umat yang punya keahlian akan mampu mengatasi masalah yang ada. Namun, setidaknya orang – orang yang ahli ini sudah memiliki keilmuan khusus agar masalah tersebut dapat segera teratasi.

2. Melihat Rekam Jejak Sang Calon

Pastikan juga rekam jejak sang calon pemimpin. Di zaman serba canggih ini, umat perlu berhati – hati agar tak salah pilih dalam melihat rekam jejak sang calon. Sebab, alih – alih benar malah yang tersebar kebanyakan adalah propaganda untuk menjatuhkan sang calon.

3. Mempertanyakan Pada Lingkungan Sekitar

kematian Budi Tjarot

Salah satu cara yang dapat umat jadikan alat ukur yakni menanyakan profil sang calon pemimpin kepada beberapa orang yang mengenalnya. Tujuannya yakni agar umat dapat mengetahui secara pasti kepribadian umat. Jadi, pernyataan terkait kepribadian sang calon pemimpin tidak hanya sekedar dari satu sisi saja. Tapi juga dari beberapa sisi.

4. Berkarakter Amanah

Salah satu hal yang perlu umat pastikan kembali yakni apakah sang calon pemimpin amanah atau tidak. Seseorang yang amanah pasti akan dapat umat beri kepercayaan untuk menjabat sebagai pemimpin. Selain itu, amanah juga menjadiks eseorang yang menjadi calon untuk senantiasa berusaha agar dapat meningkatkan kepercayaan umat padanya. Hal ini sesuai dengan firman Allah Ta’ala yakni dalam surat Al Anfal ayat 27 :

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَخُوْنُوا اللّٰهَ وَالرَّسُوْلَ وَتَخُوْنُوْٓا اَمٰنٰتِكُمْ وَاَنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ

Artinya : Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.

Nah Sobat Cahaya Islam, demikianlah ulasan mengenai renungan kematian Budi Tjarot serta strategi dalam memilih pemimpin yang benar. Semoga ke depan umat dapat lebih cerdas dan bijak dalam menentukan pemimpin baik untuk komunitas, organisasi, pergerakan bahkan negeri sekalipun.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY