Rabu Wekasan yang Sering Dilupakan dan Amalan-amalannya  

0
18

Rabu Wekasan – Hari yang sering dilupakan dengan tanda kutip bila tidak diingatkan, mungkin hanya  segelintir orang yang ingat dengan hari satu itu yang jatuh hanya sekali dalam satu tahun. Bahkan, ada yang baru mendengarnya. Tapi tidak masalah, justru menjadi hal yang baru. Yuk kita bahas bersama!

Rabu terakhir di bulan Safar, bulan yang berada sebelum bulan Rabiul Awal atau bahasa yang lebih merakyatnya adalah wulan mulud dinamakan dengan Hari Rabu Wekasan. Pada tahun 2020 ini, bertepatan pada tanggal 14 Oktober 2020 Masehi atau 26 Safar 1442 Hijriyah.

Sobat Cahaya Islam, ada apa dibalik hari Rabu yang istimewa itu? Pada hari itu Nabi Muhammad SAW. awal sakitnya beliau hingga akhirnya beliau wafat di tanggal 12 Rabiul Awal. Selain itu, berdasarkan beberapa kitab Allah menurunkan bala (musibah) pada hari itu juga.

Oleh karena itu, sebagai umat Islam dianjurkan untuk melakukan beberapa amaliah di hari istimewa itu.

Amalan-Amalan pada Hari Rabu Wekasan

  1. Bersedekah

Bersedekah, dengan sedekah dapat menolak musibah. Ada berbagai macam sedekah yang dapat dilakukan, bisa dengan memberikan materi, jasa, tersenyum, membaca kalimah thoyibah pun direken dengan sedekah.

Berikut dalil yang menguatkan bahwa sedekah dapat menolak musibah.

عن أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنَّ الصَّدَقَةَ لَتُطْفِئُ غَضَبَ الرَّبِّ وَتَدْفَعُ مِيتَةَ السُّوءِ

Artinya: Dari Anas bin Malik Radhiyallahu `anhu ia berkata, “Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, ’Sesungguhnya sedekah benar-benar memadamkan kemurkaan Rabb, dan mencegah kematian su’ul khatimah.’” (Riwayat At Tirmidzi [664], dan ia menghasankannya)

Berdasarkan hadis di atas dijelaskan bahwa lewat perantara memberikan sedekah, orang akan terhindar dari murka-Nya, serta mencegah dari meninggal dalam keadaan yang tidak baik (su’ul khatimah).

  1. Sholat Rabu Wekasan

Sholat yang dilakukan saban malam hari istimewa itu hukumnya sunah, sunah berarti bila dilakukan dapat pahala, sedangkan bila ditinggalkan tidak masalah. Sholat itu dilaksanakan empat rakaat dua kali salam, dengan niat :

أُصَلِّيْ سُنَّةَ الْحَاجَةِ لِدَفْعِ الْبَلَاءِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ لِلهِ تَعَالَى

Empat rakaat yang didirikan, setiap rakaatnya membaca surah pendek yang berbeda. Rakaat pertama membaca surah Al-Ikhlas sebanyak 17 kali, rakaat kedua membaca surah Al-Ikhlas lima kali, rakaat ketiga membaca surah Al-Falaq satu kali, dan rakaat terakhir membaca An-Nahl satu kali.

Selesai sholat membaca Doa ini:

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

وَصَلَّى اللهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. اللّٰهُمَّ يَا شَدِيْدَ الْقُوَى وَيَا شَدِيْدَ الْمِحَالِ يَا عَزِيْزُ ذَلَّتْ لِعِزَّتِكَ جَمِيْعُ خَلْقِكَ اِكْفِنِيْ مِنْ جَمِيْعِ خَلْقِكَ يَا مُحْسِنُ يَا مُجَمِّلُ يَا مُتَفَضِّلُ يَا مُنْعِمُ يَا مُكْرِمُ يَا مَنْ لَآ إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ بِرَحْمَتِكَ ياَ أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. اللّٰهُمَّ بِسِرِّ الْحَسَنِ وَأَخِيْهِ وَجَدِّهِ وَأَبِيْهِ اِكْفِنِيْ شَرَّ هٰذَا الْيَوْمِ وَمَا يَنْزِلُ فِيْهِ يَا كَافِيْ فَسَيَكْفِيْكَهُمُ اللهُ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ وَحَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ. وَصَلَّى اللهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.

  1. Membaca Surah Yasin

Pada malam Rabunya dianjurkan untuk membaca surah yang berada di urutan ke-36 mushaf Al-Qur’an tidak lain adalah surah Yasin, surah yang mengandung banyak fadhilah bagi pembacanya. Ada pun cara membacanya yakni dengan membaca secara keseluruhan, tetapi sampai ayat 58 yang berbunyi.

سَلَامٌ قَوْلًا مِن رَّبٍّ رَّحِيمٍ

Artinya: (Kepada mereka dikatakan): “Salam” sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang.

Dibaca 313x kemudian dibaca terus hingga akhir, setelah selesai diakhiri dengan membaca sholawat munjiyat.

  1. Berdoa kepada Allah SWT

Apalah artinya berusaha dengan beberapa amaliah tetapi tidak berdoa, itu namanya sombong. Berdoalah kepada Allah SWT untuk senantiasa diberi perlindungan, kesehatan, dan dijauhkan dari segala yang tidak diinginkan.

  1. Tawakal

Ini adalah poin yang terakhir, berusaha dan berdoa sudah diupayakan tinggallah bertawakal. Bertawakal berarti berserah diri dengan ketentuan telah melaksanakan usaha dan berdoa, titik ini adalah titik pasrah atas ketentuan yang ditetapkan oleh Sang Maha Menetapkan.

Terkait berhasil ataupun tidak dalam segala hal yang diupayakan. Serahkan saja, tentu yang terjadi adalah yang terbaik untuk kita. Mengapa harus repot?

Sobat Cahaya Islam, itu lima poin yang dapat kita lakukan di Rabu Wekasan. Jika merasa masih asing, dan hari telah berlalu bisa kita lakukan di tahun kemudian dengan ilmu pengetahuan yang lebih tajam lagi. Semoga kita mendapati hari istimewa itu pada tahun selanjutnya dan dapat mengamalkannya. Aamiin.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!