Sholat Gerhana Matahari – Penduduk Arab Saudi gelar sholat gerhana matahari ketika peristiwa alam (gerhana matahari) terjadi, Selasa 25 Oktober 2022. Peristiwa ini berlangsung selama 4 menit.
Masyarakat Indonesia tidak dapat menyaksikannya, karena wilayah kita tidak dilalui bayang penumbra bulan.
Adapun wilayah yang dapat menyaksikan gerhana secara langsung sebagaian besar negara Eropa, kecuali bagian Aljazair bagian barat laut, Tunisia, Libiya, dan Spanyol.
Gerhana ini juga dapat disaksikan wilayah Timur Tengah, Mesir, Asiat Timur, Asia Tengah, serta Rusia bagaian barat. Masyarakat di wilayah Arab pun melakukan sholat khusyu, tepat ya di Masjidil Haram Makkah dan dipimpin oleh Syekh Bandar Baleelah.
Sudahkah Sobat tahu bagaimana tata cara sholat khusuf atau gerhana? Jika belum, simak penjelasannya melalui artikel ini.
Tata Cara Sholat Gerhana Matahari
Kita perlu melakukan sholat gerhana matahari, sebagai bentuk mengingat betapa besarnya kekuasaan Allah di muka bumi. Lalu bagaimanakah tata caranya? Berikut ini caranya.
1. Melafadzkan Niat
Sholat gerhana dilaksanakan sebanyak dua rakaat. Bacaan niat yang dilafalkan adalah sebagai berikut:
- Niat sholat gerhana bulan
Ushallî sunnatal khusûf rak’ataini imâman/makmûman lillâhi ta’âlâ
Artinya: “Saya shalat sunah gerhana bulan dua rakaat sebagai imam/makmum karena Allah SWT.”
- Niat Sholat gerhana matahari
Ushalli sunnatan-likhusuufi-syamsi imaaman/makmuman lillali ta’ala
Artinya: “Saya niat shalat sunnah gerhana matahari sebagai imam atau makmum karena Allah semata.”
2. Melakukan Takbiratul ihram
3. Baca taawudz dan surah Al Fatihah
4. Baca surah Al-Baqarah atau dengarkan ketika sudah tersebut dibaca dengan lantang
5. Berikutnya, Rukuk kemudian baca kalimat tasbih, selama 100 ayat surat Al-Baqarah
6. I’tidal
7. Baca surath Al-Fatihah, kemudian surah Ali Imran
8. Rukuk kembali, lanjutkan dengan I’tidal
9. Sujud serta baca tasbih selama rukuk pertama
10. Duduk di antara dua sujud.
11. Sujud kedua baca kalimat tasbih selama rukuk kedua
12. Duduk sejenak sebelum bangkit. Lalu kerjakan rakaat kedua
13. Rakaat kedua sama dengan gerakan rakaat pertama. Hanya saja, ketika rakaat kedua baca surat An-Nisa, kemudian dianjurkan membaca surah Al-Maidah
14. Salam
15. Akan lebih Afdhal mendengarkan 2 khutbah tausiyah.
Itulah tata cara dari sholat gerhana matahari dan bulan, yang bisa Sobat praktikan ketika terjadi gerhana. Peristiwa ini telah Allah abadikan dalam Al-Qur’an.
“Sebagian tanda-tanda kebesaran-Nya ialah malam, siang, matahari, dan bulan. Jangan kalian bersujud pada matahari dan jangan (pula) pada bulan, tetapi bersujudlah kalian kepada Allah yang menciptakan semua itu, jika kamu hanya menyembah-Nya. (QS Fushilat [41]: 37).
Sabda Rasulullah berikut ini juga menjelaskan tentang gerhana dan terkait perintah untuk sholat khusuf.
”Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Gerhana ini tidak terjadi karena kematian seseorang atau lahirnya seseorang. Jika melihat gerhana tersebut, maka berdo’alah kepada Allah, bertakbirlah, kerjakanlah shalat dan bersedekahlah.” (HR. Bukhari no. 1044)
Di masa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam pernah terjadi gerhana matahari ketika hari kematian Ibrahim. Kemudian orang-orang mengatakan bahwa munculnya gerhana ini karena kematian Ibrahim. Lantas Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,
“Sesungguhnya gerhana matahari dan bulan tidak terjadi karena kematian atau lahirnya seseorang. Jika kalian melihat gerhana tersebut, maka shalat dan berdo’alah.’” (HR. Bukhari no. 1043)
Setelah mengetahui bagaimana tata cara sholat khusuf, simak juga apa saja jenis dari gerhana matahari untuk memperluas ilmu pengetahuan Sobat Cahaya Islam.
Jenis-jenis Gerhana Matahari
Gerhana matahari yang terjadi merupakan salah satu bagian dari jenis gerhana matahari. Hal ini dapat diketahui melalui penampakannya secara langsung. Berikut ini jenisnya.
1. Gerhana Matahari Total
Jenis gerhana matahari yang pertama ini, terjadi ketika piringan matahari tertutup penuh oleh piringan bulan. Saat itu bulan bisa terlihat sama besar dengan matahari atau bahkan lebih besar.


2. Gerhana Matahari Parsial (Sebagian)
Gerhana matahari terjadi saat piringan bulan hanya menutupi sebagaian saja matahari. Sisi lain matahari akan terlihat selama gerhana berlagsung.


3. Gerhana Matahari Cincin
Gerhana matahari cincin, merupakan peristiwa langka dan menakjubkan. Ketika ini terjadi langit akan terlihat gelap dan durasi maksimalnya 12 menit 30 detik.
4. Gerhana Matahari Hibrida
Terakhir, merupakan peristiwa gerhana matahari yang terjadi pada satu titik dan tampak seperti gerhana total dan diwaktu lainnya terlihat seperti gerhana cincin.
Itulah tata cara sholat gerhana matahari dan bulan, juga informasi terkait jenis gerhana matahari. Semoga bermanfaat.






























