Putus Pacaran? Berbahagialah

0
47
pacaran

Motivasi islam – Fenomena pacaran sudah menjadi fenomena biasa di kalangan muda-mudi. Bukan hanya orang dewasa bahkan anak remaja pun sekarang sudah memandang itu biasa. Lebih diperparah lagi sebagian orang tua pun memandang hal itu biasa dan pada akhirnya mereka memberikan kebebasan penuh. Kebebasan penuh semacam ini seringkali memberikan akhir yang menyedihkan pada kisah muda-mudi itu.

Putus Pacaran? Berbahagialah

Islam mengajarkan kehati-hatian dan memberikan aturan mengenai hubungan muda-mudi terutama untuk mencegah akhir menyedihkan semacam itu. Dalih memotivasi seperti misalnya pacaran menambah semangat belajar harus dipertimbangkan dengan lebih hati-hati.

Karena meskipun misalnya pada awalnya memang demikian, misalnya pada awal-awal pacaran menjadi semangat karena ada kawan belajar, tetapi kemudian ada banyak godaan muncul. Berduaan dengan lawan jenis akan memancing timbulnya keinginan melakukan yang bukan-bukan. Kalau sudah demikian, orang biasanya mudah tergoda melakukan hal-hal yang dilarang oleh ajaran agama. Maka pacaran yang tadinya disangkutkan kepada motivasi islam pun kemudian berubah menjadi malapetaka.

Aturan Hubungan dengan Lawan Jenis

Aturan hubungan dengan lawan jenis dalam islam sangat jelas. Umat islam dilarang berduaan dengan lawan jenis yang bukan mahram. Ada satu hadis dalam Islam yang berbunyi:

حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ مَنْصُورٍ، أَخْبَرَنَا أَبُو هِشَامٍ الْمَخْزُومِيُّ، حَدَّثَنَا وُهَيْبٌ، حَدَّثَنَا سُهَيْلُ بْنُ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏ “‏ كُتِبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ نَصِيبُهُ مِنَ الزِّنَى مُدْرِكٌ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ وَالأُذُنَانِ زِنَاهُمَا الاِسْتِمَاعُ وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلاَمُ وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ وَالرِّجْلُ زِنَاهَا الْخُطَا وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ وَيُكَذِّبُهُ ‏”‏ ‏.‏

Abu Huraira melaporkan Rasulullah (ﷺ) mengatakan. Allah menetapkan bagian perzinahan yang akan dilakukan seseorang. Tidak akan ada jalan keluar darinya. Perzinahan mata adalah pandangan penuh nafsu dan perzinahan telinga mendengarkan menggairahkan (nyanyian atau pembicaraan) dan perzinahan lidah adalah ucapan yang tidak senonoh dan perzinahan tangan adalah pegangan nafsu (pelukan) dan perzinahan kaki adalah untuk berjalan (ke tempat) di mana dia bermaksud untuk melakukan perzinahan dan hati merindukan dan keinginan yang dia mungkin atau tidak mungkin diberlakukan. [1]

Hadis ini dimulai dengan menyebut zina mata. Di situlah biasanya segalanya bermula. Kebersamaan dengan dalih motivasi islam mulai semakin hangat. Belajar dibarengi dengan tatapan-tatapan sayang. Dari sana muncullah syahwat untuk melakukan lebih dari itu. Dilanjutkanlah dengan mengobrol, setelah mengobrol lanjut pegang tangan.

Setelah itu muncul keinginan berduaan di tempat sepi. Dalam hati kemudian muncul berbagai godaan melakukan hal-hal terlarang. Perbuatan semacam itu kemudian bisa berujung dengan zina kemaluan yang sangat dilarang dalam ajaran agama islam.

Karena itulah kalaupun misalnya ingin belajar bersama, akan lebih bagus kalau belajar dilakukan beramai-ramai, bukan hanya berdua. Hal tersebut juga sebenarnya akan lebih efektif. Sisi negatif yang mungkin timbul juga menjadi lebih sedikit.

Kiat-kiat motivasi islam memberikan sokongan kepada umat islam untuk selalu bersemangat dalam menuntut ilmu, tetapi hal itu pun harus dilakukan dengan cara-cara yang sesuai dengan ajaran syariat islam. Jangan sampai kemudian niat belajar bersama hanya menjadi kedok untuk menutupi keinginan-keinginan lain yang berbuah dosa.

Alhamdulillah Putus

Seringkali kita menemukan fenomena muda-mudi yang merasa frustrasi karena putus pacaran. Nah, sobat cahayaislam, sebenarnya putus pacaran justru harus diambil sisi baiknya. Kita bisa selalu mendapatkan motivasi islam bahkan dari hal-hal yang mungkin tampak menyakitkan.

Putus pacaran memang menyakitkan hati manusia, tetapi dalam pandangan islam, bukankah hal tersebut bisa menjadi satu awal baru yang lebih Islami? Kita bisa memulai hidup baru tanpa pacaran. Pacaran lebih banyak sisi negatifnya daripada sisi positifnya. Ketika kita bisa terlepas dari fenomena itu, sebaiknya kita justru mensyukurinya.

Melalui pacaran, bisikan-bisikan setan bisa mudah masuk ke telinga manusia. Semakin kita memperdalam pengetahuan kita tentang ajaran islam, semakin akan menjauh kita dari tindakan tersebut. Putus pacaran mungkin menjauhkan kita dari manusia, khususnya tokoh yang tadinya pacaran dengan kita, mantan kita, tetapi hal itu bisa membuat kita menjadi lebih dekat dengan Allah SWT.

Tentu saja sebagai hamba Allah SWT, kita harus selalu lebih berbahagia ketika lebih dekat dengan Allah. Putus pacaran, dengan demikian, justru bisa menjadi motivasi islam yang melecut kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik yang terhindar dari maksiat dan dosa besar.


Catatan Kaki

[1] H.R. Sahih Muslim nomor hadis 2658

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!