Penembakan di Kelapa Gading, Ini 5 Cara Atasi Kriminalitas Menurut Islam

0
33

Penembakan di Kelapa Gading – Lagi-lagi perbuatan kriminal mencuat beritanya menyebar luas. Indonesia sebagai negara hukum yang anti kriminalitas diresahkan dengan kriminal yang datang tak diundang, dengan berbagai gelagat.

Ada sekian banyak kasus kriminal seperti perampokan, penyelundupan narkoba, pembunuhan, pemerkosaan, hingga penembakan di Kelapa Gading yang terjadi pada Kamis, 13 Agustus 2020 dengan motif yang belum diketahui.

Korban penembakan di Kelapa Gading diduga seorang pengusaha pelayaran yang berinisial S, yang mana pihak korban ingin pulang ke rumah untuk makan siang. Namun, sayang di tengah perjalanan pulang empat peluru menewaskannya.

Sobat Cahaya Islam, miris melihat kriminal yang terjadi menyesaki bui tahanan di Indonesia. Belajar dari berbagai kriminal yang terjadi, sebagai umat Islam patut mengambil ibrah (pelajaran).

Sebenarnya kasus kriminal bisa diatasi untuk tidak bertandang kembali, dengan berbagai cara menurut hukum yang berlaku di Indonesia serta berdasarkan syariat Islam. Adapun cara mengatasi kriminalitas menurut Islam diantaranya.

Kasus Penembakan di Kelapa Gading, Islam Berbagi 5 Cara Mengatasi Kriminalitas

Tindakan kriminalitas merupakan musuh besar ketertiban dan kenyamanan masyarakat dapat terwujudkan. Oleh karena itu, perlunya ditegakkan tindakan guna mengatasinya, seperti cara berikut ini

  1. Penegakan Hukum bagi Pelaku

Pelaku tindakan kriminalitas sudah sepantasnya digiring ke ranah hukum, dengan mengacu pada Undang-undang Pidana di Indonesia. Diharapkan dengan tindakan tegas dari pemerintah dapat membuat jera pelaku.

  1. Meminimalisasi Pemicu Kriminalitas

Tindakan apa pun pasti memiliki motif, untuk apa melakukan hal serupa. Kriminalitas dapat diatasi dengan meminimalisasi hal-hal apa saja yang mendorong  tindakan kriminalitas.

Misalnya pencurian dengan motif kemiskinan dan pengangguran Agama Islam telah memerintahkan setiap umat untuk menyisihkan sebagian hartanya atau memberikan pekerjaan kepada orang yang membutuhkan.

Dalam kasus seperti itu, kesenjangan sosial dapat teratasi, sehingga pihak yang ingin mencuri karena sudah mempunyai pekerjaan yang awalnya pengangguran bisa ditepis.

  1. Pembelajaran Problem Solving

Setiap orang yang hidup akan menemui namanya masalah. Masalah adalah pemicu terjadinya tindakan yang tidak diinginkan. Problem  (penyelesaian masalah dengan cara berpikir).

Ingat Allah SWT menciptakan masalah tidak luput juga solusi, apabila ada informasi yang membuat kenyamanan kalian terganggu, Islam menyarankan untuk bertabayyun terlebih dahulu.

Tabayyun berarti meneliti atau menyelusuri kebenaran atas informasi yang didapat. Selain itu juga diperlukan penyelesaian masalah tanpa emosi, seperti halnya dalam surah Al,-Maidah ayat 48

فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللهُ وَلاَ تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ عَمَّا جَاءَكَ مِنَ الْحَقِّ

“Maka, putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan (al-Quran) dan janganlah kamu mengikuti hawa hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran (hukum Allah) yang telah datang kepadamu” (QS al-Maa-idah : 48).

  1. Digalakkan Pendidikan Karakter

Pendidikan karakter sangat penting, bahkan tidak kalah penting dengan pendidikan yang menekankan kemampuan intelektual sekalipun. Tindakan kriminalitas tidak akan terjadi selama semua orang mempunyai karakter yang baik.

Tidak khayal, kurikulum pendidikan tahun 2013 dicanangkan memprioritaskan pendidikan karakter bagi peserta didik, ini adalah upaya mewujudkan Indonesia yang Madani.

  1. Mendoakan Pelaku Kriminalitas

Semua program mengatasi kriminalitas tidak dapat tercapai selama Allah SWT belum berkehendak, berdoa adalah jawabannya setelah berusaha. Berdoa untuk pelaku kriminal agar tobat dan tidak melakukan kejahatannya lagi sebuah upaya yang mudah dan arif membela kebenaran.

Sobat Cahaya Islam, lima cara mengatasi kriminalitas semoga dapat bermanfaat demi kebaikan, kenyamanan hidup dan tujuan bangsa Indonesia seperti yang tertera dalam Pembukaan UUD 1945 dan ajaran Islam.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!