Pendidikan Seks ala Yuni Shara Untuk Anak

0
29
Yuni Shara

Yuni Shara – Beberapa hari yang lalu pubilk tengah gempar terkait strategi Yuni Shara dalam mengajarkan pendidikan seks bagi anaknya. Ia bertujuan agar sang anak tidak kebablasan dalam bergaul sehingga dapat menghentikan laju free sex.

Sontak saja, hal ini menjadikan umat berada pada dua kubu yakni pro dan kontra. Kubu kontra beranggazan justru hal tersebut sangatlah tidak etis sebab malah menjadi pemantik bagi sang anak untuk berbuat hal yang bertentangan dengan syariat Islam.

Sobat Cahaya Islam, pendidikan yang Yuni Shara jadikan sebagai ajang pembelajaran bagi anak perlu umat kaji lebih lanjut terkait urgensitasnya. Alih – alih menjadi pembelajaran, malah kekhawatiran akan kondisi degradasi moral semakin terlihat di depan mata.

Bagaimana Umat Menyikapi Pendidikan Seks ala Yuni Shara?

Sobat Cahaya Islam, umat hari ini perlu bersikap tegas terkait penyikapan terhadap tontonan film dewasa untuk anak. Sebab seringkali ekspektasi tak akan sesuai dengan realita apalai berkaitan dengan hal yang dapat menjadikan nafsu tak terkendalikan.

Selain itu, umat pun juga tidak perlu menjadikannya sebagai acuan utama dalam mengajarkan hal tersebut. Sebab, Islam telah memberikan pengaturan tersendiri. Salahs atu kunci utama dalam pembelajaran Islam yakni penguatan aqidah.

Sehingga, ketika sang anak bertambah dewasa maka semakin meningkat pula keimanannya. Selain itu, tujuan dari peningkatan aqidah tersebut yakni agar umat tak jauh dari syariat. Sebab, tantangan hari ini semakin besar.

Salah satu tantangannya yakni pertumbuhan generasi harus berbenturan dengan berbagai pemikiran selain Islam. Pemikiran tersebut nyatanya sebagian besar telah merusak karakter generasi seperti terbiasa bercengkrama dengan lawan jenis tanpa hal yang mendesak bahkan pacaran. Semua problem ini tentu tidaklah berasal dari kemurnian ajaran Islam bukan?

Maka dari itu, strategi mengajak anak menonton dewasa sebagai pembelajaran kehidupan seks bisa saja menjadikan generasi semakin rusak. Sebab, jika tontonan tersebut tidak umat sandingkan dengan keimanan, hasilnya adalah memupuk aktivitas kemaksiatan. Umat harus menyadari bahwa aktivitas tersebut tak akan memberikan dampak positif apapun sebab memang terdapat pelarangan dalam Islam.

Hukum Menonton Film Dewasa dalam Islam

Yuni Shara

Umat Islam memahami bahwa menonton film adalah aktivitas mubah. Namun, perlu umat renungi bahwa tak semua kemubahan itu terhindar dari dosa. Sebab, kemubahan hanyalah sebagai batasan antara yang benar dan salah sesuai syariat.

Dengan kata lain, aktivitas kemubahan juga dapat mendekatkan umat pada kemaksiatan salah satunya yakni menonton dewasa. Umat secara jelas telah dilarang untuk mendekati perbuatan zina. Konteks kata “mendekati” bermakna bahwa umat sebaiknya menjauhi aktivitas zina agar terhindar dari murka Allah SWT. Berikut firman Allah Ta’ala yakni dalam surat Al Isra ayat 32 :

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنٰىٓ اِنَّهٗ كَانَ فَاحِشَةً ۗوَسَاۤءَ سَبِيْلًا

Artinya : Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk.

Namun, nampaknya umat hari ini malah seperti ingin bermain – main dengan dalil tersebut. Alih – alih menjauhi, malah umat lebih sering menantang dengan melakukan zina tersebut baik secara langsung maupun melalui berbagai sarana salah satunya menonton film. Naudzubillah.

Nah Sobat Cahaya Islam, demikianlah ulasan mengenai pendidikan seks yang Yuni Shara ajarkan pada anaknya. Semoga ke depan, ia dapat menyadari bahwa strategi pendidikan yang ia lakukan bertentangan dengan syariat Islam dan berpotensi untuk terjerumus dalam kemaksiatan.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY