Gunung Krakatau Meletus, Ternyata Sudah Ada Di Al-Quran

0
181
gunung krakatau

Gunung Krakatau – Pada Jumat tanggal 10 April 2020 kemarin, Gunung Anak Krakatau yang merupakan sisa letusan Gunung Krakatau kembali meletus. Gunung tersebut erupsi sebanyak dua kali pada hari Jumat kemarin. Gunung Anak Krakatau menyemburkan abu vulkanis ke langit hingga menyebabkan kolom setinggi 500 mdpl.

Gunung Krakatau dan Gunung Anak Krakatau

Gunung Krakatau muda atau Gunung Anak Krakatau merupakan salah satu gunung paling aktif di dunia. Sebelum ada Gunung Anak Krakatau, telah ada Gunung Krakatau. Yaitu, ibu dari Anak Krakatau. Gunung Krakatau meletus dengan dahsyat pada tahun 1883. Gunung tersebut hancur karena letusannya sendiri. Gunung baru muncul dari sisa letusan besar itu, kemudian dinamai Gunung Anak Krakatau.

gunung krakatau

Klenik Gunung Meletus

Masyarakat Indonesia pada umumnya masih percaya tentang klenik gunung meletus. Sebagian menganggap gunung meletus karena masyarakat setempat tidak memberikan sesajen seperti larung saji, sedekah alam, dsb. Ritual seperti itu sepertinya sudah melekat di kehidupan masyarakat.

Dalam syariat Islam mungkin kita tidak diharuskan untuk memberi sesaji atau sedekah alam kepada gunung atau mungkin lautan.Tetapi kita wajib hukumnya untuk menjaga alam dan menjaga perilaku akhlak kita dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Al-Quran, Gunung Tidak Diam

Sobat Cahaya Islam, jika kalian pernah membaca ayat Al-Quran tentang gunung, kalian akan menemukan ayat yang menyatakan, gunung itu tidak diam.

Apa maksudnya tidak diam?

Ya, di dalam Al-Quran Allah menyitir bahwa gunung-gunung itu sebenarnya bergerak, dan tidak diam seperti yang manusia lihat. Mereka (para gunung-gunung) tersebut terus bergerak dengan kehendak Allah.

Hal itu ternyata juga dibenarkan oleh ilmuwan-ilmuwan, bahwa gunung itu tidak diam. Sesuai dengan firman Allah:

“Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya. Padahal ia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. An Naml ayat 88)

Dalam teorinya, ilmuwan mengatakan gunung-gunung itu memang bergerak. Gunung-gunung termasuk Gunung Krakatau dan Anak Krakatau bergerak karena disebabkan oleh pergerakan kerak bumi. Kerak bumi mengapung di atas lapisan magma.

Gunung diciptakan oleh Allah sebagai pasak bumi. Para ilmuwan telah sepakat bahwa kerak bumi mengapung di atas cairan magma. Gunung berfungsi sebagai pasak atau paku untuk menahan agar kerak bumi tidak bergerak-gerak.

gunung krakatau

Gunung Sebagai Tanda Kiamat

Banyak ayat Al-Quran yang membahas tentang gunung. Salah satu ayat menyatakan bahwa fungsi gunung adalah sebagai pasak bumi. Ayat lain juga menyatakan bahwa, gunung juga sebagai bukti kekuasaan Allah, sebagai tanda kiamat, sebagai gunung yang hidup dan berjalan.

Gunung sebagai tanda kiamat, memang benar. Ada dua jenis kiamat menurut ulama, yaitu kiamat sugro atau kiamat kecil dan kiamat kubro atau kiamat besar yang terjadi pada akhir zaman. Letusan Gunung Krakatau dan Anak Krakatau bisa masuk kategori ke dalam kiamat sugro atau kiamat kecil.

gunung krakatau

Letusan Gunung Bukan Hal Mistis

Seperti yang telah disinggung di atas, masih banyak masyarakat yang menganggap bahwa letusan gunung dikarenakan hal-hal mistis. Gunung meletus adalah bukti dari kekuasaan Allah. Sudah merupakan sunnatullah suatu gunung meletus (mengeluarkan isi perutnya).

Hikmah yang bisa diambil oleh Sobat Cahaya Islam dari letusan gunung adalah cara untuk mendekatkan diri kepada Allah. Segala sesuatu terjadi atas kehendak-Nya. Kita sebagai manusia juga harus bisa hidup berdampingan dengan alam.

 

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY