Musyrifah adalah Pembimbing dan Pencetak Peradaban yang Gemilang

0
295
musyrifah adalah
Female teacher in classroom. Muslim woman in a hijab showing something on a chalkboard. School and learning concept. Teachers day.

Musyrifah adalah seseorang yang penting kehadirannya atau lebih utama di sisi keilmuannya. Sering ditemui istilah tersebut dalam lembaga keislaman seperti pondok, sekolah Islam, maupun asrama sekolah.

Sobat Cahaya Islam, sebagian besar memahami bahwa musyrifah adalah sosok yang berperan penting dalam proses pembelajaran. Lantas, bagaimana pemuda menyikapinya?

Musyrifah adalah Cahaya Bagi Para Kaum Pembelajar

Musyrifah adalah kata bahasa arab dalam mu’annas dari al musyrif yang dimaknai dengan pengawas atau pembimbing.

Lebih jauh lagi, musyrifah dimaknai sebagai sosok yang mendidik dan mengabdikan dirinya untuk peningkatan keilmuan. Sejatinya, semua umat muslim dengan latar belakang apapun adalah seorang musyrifah.

Hanya saja, untuk menghormati dan afdhaliyahnya, gelar ini disematkan pada seseorang yang mengabdikan dirinya untuk mendidik, mengajari, serta melayani para santri agar dapat meningkatkan keilmuannya.

Selain itu, musyrifah juga memiliki peran untuk menjaga stabilitas dan mentalitas para santri agar tak sampai terjerumus pada hal – hal yang berbau maksiat. Naudzubillah.

Hadirnya musyrifah sebagaimana layaknya penerang dalam kehidupan ilmu para santri. Santri pun perlu memahami makna seorang musyrifah baginya, agar mereka sadar bahwa hadirnya musyrifah adalah sebuah urgensitas.

Menjadi seorang musyrifah merupakan salah satu cita – cita besar yang perlu terpatri dalam diri sebab sama halnya mendedikasikan dan berkontribusi pada Islam.

Pun menjadi seorang musyrifah, merupakan salah satu sarana untuk menjalankan kewajiban berilmu sebagaimana dalam surat Al Mujadilah ayat 11 yakni :

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قِيْلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوْا فِى الْمَجٰلِسِ فَافْسَحُوْا يَفْسَحِ اللّٰهُ لَكُمْۚ وَاِذَا قِيْلَ انْشُزُوْا فَانْشُزُوْا يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ

Artinya : Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, “Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis,” maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, “Berdirilah kamu,” maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan.

Tips Menjadi Musyrifah Sejati

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan oleh para pemuda untuk menjemput karakter kebaikan sebagai seorang musyrifah sejati. Beberapa langkah yang dilakukan yakni adalah :

1.    Meningkatkan Keilmuan

Salah satu hal yang bisa dilakukan untuk dapat menjadi seorang musyrifah sejati yakni dengan meningkatkan keilmuan.

musyrifah adalah

Adanya teknologi canggih seperti sekarang, tentu akan memberikan kemudahan pada calon musyrifah untuk bisa melakukan eksplorasi keilmuan dimanadapun dan kapanpun berada. Bahkan sambil rebahan pun bisa. Masya Allah.

2.    Berkontribusi dalam Dakwah

Hal selanjutnya yakni dengan berkontribusinya para calon musyrifah dalam dakwah Islam. Syiar merupakan salah satu hal wajib yang harus dilakukan setiap umat muslim.

Kendati hal satu ayat yang dimiliki dan dipahami, maka itupun penting untuk disampaikan. Kontribusi pemuda dalam syiar sendiri juga menjadi salah satu landasannya dalam menyebar kebaikan. Hal ini sebagaimana yang ada dalam surat Ali Imran ayat 104 yakni :

وَلْتَكُنْ مِّنْكُمْ اُمَّةٌ يَّدْعُوْنَ اِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۗ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ

Artinya : Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.

Keikutsertaan pemuda dalam dakwah tentu bukan semata – mata karena perintah saja, melainkan kebutuhan bagi pemuda agar saling menyampaikan Islam satu sama lain.

Surga amatlah luas dihuni sendiri, maka dari itu penting bagi pemuda untuk saling bersapa dan menyampaikan risalah. Masya Allah. Hal ini sebagaimana firman Allah Ta’ala dalam surat Al Baqarah ayat 148 yakni :

وَلِكُلٍّ وِّجْهَةٌ هُوَ مُوَلِّيْهَا فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرٰتِۗ اَيْنَ مَا تَكُوْنُوْا يَأْتِ بِكُمُ اللّٰهُ جَمِيْعًا ۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

Artinya : Dan setiap umat mempunyai kiblat yang dia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan. Di mana saja kamu berada, pasti Allah akan mengumpulkan kamu semuanya. Sungguh, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.

3.    Mengamalkan Alquran

Kemudian aktivitas selanjutnya yakni dengan mengamalkan Alqur’an dalam kehidupan sehari – hari. Ada banyak amalan yang bisa dilakukan. Selain itu, mengamalkan Alqur’an adalah bagian dalam kewajiban seorang pemuda muslim.

Nah Sobat Cahaya Islam, demikianlah ulasan yang berkaitan dengan musyrifah adalah seorang pembimbing dan tips untuk menjadi sosok yang hebat bagi para anak didiknya. Semoga bermanfaat.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY