Pamali dalam Islam, Seperti Apa Faktanya?

0
1914
pamali dalam Islam

Pamali dalam Islam – Pamali dicirikan sebagai istilah yang tak asing di mana mengacu pada masyarakat Indonesia. Namun, seperti apa pamali dalam Islam?

Ini berisi ungkapan yang dapat digunakan oleh orang tua untuk memberikan pengajaran kepada seorang anak anak.

Selain itu, ungkapan yang biasa digunakan seperti “jangan duduk di atas bantal nanti bisulan”.

Kalimat yang disebutkan di atas sering kali dipercaya, namun ada pula yang mengatakan bahwa itu mitos.

Secara logika, memang kerap pamali tidak dapat diterima bagi akal. Padahal sebenarnya, itu tidak berkaitan dengan akibat melainkan sebuah kebiasaan yang dapat dikatakan ‘kurang baik’.

Faktanya, orang tua jaman dulu mengatakan terkait larangan duduk di atas bantal adalah sebagai alat untuk mengajarkan perihal kesopanan.

pamali dalam Islam

Sebab bantal fungsinya untuk tidur dan tidak etis jika yang memiliki kegunaan sebagai sandaran kepala justru dibuat sebagai alas untuk bokong kita.

Ketika situasi yang dibuat sebagai sandaran kepala menjadi alas bagi bokong sendiri, tentu hal tersebut dianggap tidak sopan.

Pamali dalam Islam, Seperti Apa Faktanya?

Salah satu aspek terpenting dari syariat Islam adalah konsep dilusi. Ada tiga hal dalam syariat: Al-Quran, Hadits nabawi, dan ulama Ijma’ (kesepakatan)

Secara fungsional, kemurnian syariat Islam disebutkan. ada pendapat seseorang yang boleh dianggap benar, ada pula yang tidak.

Sehingga penting untuk mempertimbangkan apakah ucapan atau pendapat itu memiliki kaitan dengan dalil yang shahih atau tidak.

Sehingga syariat yang haq justru tidak lagi berguna sebagai pedoman dan kalah dipercaya dengan mitos tersebut.

Sobat Cahaya Islam, dalam hal apa Islam menggunakan istilah “kata pamali”?

Ada istilah “tathayyur” yang mengacu pada takut sial (pamali) yang digunakan dalam syariat. Orang Arab menyebut “pamali” setelah zaman jahiliah. Satu hal lagi adalah melihat bagaimana ketika akan bersafari mereka menerbangkan burung. Jika burung terbang ke arah kanan, orang yang safar kemungkinan akan mulus.

Bila burung terbang ke arah kiri, seseorang menganggapnya sebagai petaka.

Akibat dihubungkan dengan syariat, apa itu?

1.   Gelisah pada Takdir Allah SWT

Hubungan seseorang dengan Allah Yang Mahakuasa mungkin seperti was-was, resah dan gelisah. Dia urung melakukan rencana karena adanya alasan yang tidak dibenarkan menurut Islam.

Pada akhirnya, dia pun akan suudzon dengan takdir Allah SWT.

Jika ada was-was tathayyur di hati, amalkanlah petunjuk dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut ini,

من ردته الطيرة فقد قارف الشرك

“Siapa yang mengurungkan rencana karena ‘pamali’ maka dia telah melakukan kesyirikan.” (Hadits shahih; lihat As-Silsilah Ash-Shahihah [Al-Mukhtasharah], no. 1065)

2.   Syirik Asghar

Alasan yang dimaksud adalah penyebab itu adalah yang dapat mendatangkan kesialan, maka itu termasuk syirik asghar. Misalnya: Seseorang percaya bahwa burung ke arah kiri adalah tanda sial di safar nanti.

الطيرة شرك الطيرة شرك الطيرة شرك

“Tathayyur itu kesyirikan! Tathayyur itu kesyirikan! Tathayyur itu kesyirikan!” (Hadits shahih, diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu; lihat Ghayatul Maram, no. 303)

3.   Syirik Akbar

Soal syirik akbar, memang benar alasan yang dimaksud adalah yang menjadi kuasa untuk mengidentifikasi kesialan. Misalnya: Seseorang sadar bahwa burung ini kemungkinan besar akan mengakibatkan kesialan.

pamali dalam Islam

Nah, Sobat, pamali didefinisikan oleh Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) sebagai pantangan;larangan (selain adat dan kebiasaan).

Hal penting yang harus kita cermati sebagai umat Muslim adalah unsur dasar dari pamali sendiri.

Dalam Islam, sebenarnya tujuan membuat istilah pamali itu baik. Sebab untuk menghindarkan seseorang dari hal-hal buruk. Faktanya, itu tidak terkait dengan dalil syariat yang shahih. Sehingga Islam pun melarangnya.

Ini adalah fakta unik pamali dalam Islam yang harus kita pelajari sebagai umat Muslim.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY