Memberi Nama Anak Islami dan Kekinian? (Dakwah islam)

0
110
memberi nama anak

Tips Islami – Nama adalah doa, itu kata-kata yang seringkali kita dengar. Kita tidak bisa seenaknya mengikuti kata-kata Juliet dalam drama Shakespeare bahwa apalah arti sebuah nama. Bagi kita, dan terutama bagi umat Islam, nama adalah bagian dari identitas. Karena itulah, memberi nama anak sebagai bagian dari identitas sekaligus merupakan doa yang ikut menentukan pula seperti apa kita jadinya.

Memberi Nama Anak Islami dan Kekinian?

Ingat bahwa nama yang diberikan orang tua bisa dimaknai sekaligus sebagai doa orang tua. Nama yang bagus adalah doa yang bagus. Salah satu contoh nama yang bagus adalah nama yang juga berperan menonjolkan dakwah islam.

Nama Bagus, Doa yang Bagus

Dalam agama Islam, nama yang bagus adalah nama yang menonjolkan posisi manusia sebagai makhluk ciptaan Allah SWT. Ada sebuah hadis nabi yang berbunyi:

حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، وَإِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، قَالَ عُثْمَانُ حَدَّثَنَا وَقَالَ، إِسْحَاقُ أَخْبَرَنَا جَرِيرٌ، عَنْ مَنْصُورٍ، عَنْ سَالِمِ بْنِ أَبِي الْجَعْدِ، عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ، قَالَ وُلِدَ لِرَجُلٍ مِنَّا غُلاَمٌ فَسَمَّاهُ مُحَمَّدًا فَقَالَ لَهُ قَوْمُهُ لاَ نَدَعُكَ تُسَمِّي بِاسْمِ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏.‏ فَانْطَلَقَ بِابْنِهِ حَامِلَهُ عَلَى ظَهْرِهِ فَأَتَى بِهِ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ وُلِدَ لِي غُلاَمٌ فَسَمَّيْتُهُ مُحَمَّدًا فَقَالَ لِي قَوْمِي لاَ نَدَعُكَ تُسَمِّي بِاسْمِ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏.‏ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏ “‏ تَسَمَّوْا بِاسْمِي وَلاَ تَكْتَنُوا بِكُنْيَتِي فَإِنَّمَا أَنَا قَاسِمٌ أَقْسِمُ بَيْنَكُمْ ‏”‏ ‏.‏

Ibnu Umar melaporkan bahwa Rasulullah (ﷺ) berkata: Nama-nama yang paling dicintai Allah adalah ‘Abdullah dan’ Abd al-Rahman. [1]

Dari hadis tersebut jelas dinyatakan bahwa nama yang bagus dalam ajaran Islam adalah Abdullah dan Abdurrahman. Makna keduanya sama sebenarnya, yakni hamba Allah.

Dengan demikian, nama semacam ini merupakan doa supaya si anak memiliki kerendahan hati untuk menjadi hamba Allah yang saleh. Kalau dipandang dari segi dakwah Islam, nama Abdullah dan Abdurrahman menyiratkan pokok ajaran Islam yang memandang bahwa manusia memang diciptakan hanya untuk beribadah kepada Allah.

Selain itu, nama Abdullah dan Abdurrahman juga memberikan kesadaran pada diri kita bahwa kita ini hanyalah makhluk. Makhluk artinya yang diciptakan. Dalam ajaran dakwah Islam, sang pencipta atau khaliq adalah Allah SWT. Hakikatnya seorang yang diciptakan jelas harus menuruti perintah yang menciptakan.

Maka umat manusia harus semata tunduk pada perintah Allah SWT karena kesadaran tersebut. Dengan demikian, bisa dilihat bahwa dalam Islam nama bukanlah sesuatu yang remeh. Dari nama yang pendek saja aspek filosofis islam sudah terkandung di dalamnya sebagaimana juga doa yang sangat indah.

Nama Islami Kekinian

Masalah nama seringkali menyesuaikan perkembangan zaman. Kadangkala ada umat Islam yang merasa minder menggunakan nama-nama Islami hanya karena terlihat tidak sesuai dengan perkembangan zaman, terkesan jadul. Pada akhirnya mereka bisa memilih nama-nama yang sama sekali tidak menyiratkan apapun dari dakwah islam. Tindakan semacam itu tentu saja patut disesalkan. Sebenarnya ada pilihan lain yang lebih baik yaitu dengan cara memilih nama-nama yang selain Islami juga tetap kekinian.

Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah memilih nama yang sesuai dengan dakwah islam sekaligus mengkombinasikannya dengan nama lokal yang kekinian. Meskipun demikian, penting juga untuk mempertimbangkan bahwa nama yang dikombinasikan ini tetap harus memiliki makna yang bagus sehingga kombinasi itu membentuk konsep dakwah islam nusantara.

Salah satu contohnya misalnya mengkombinasikan nama Abdulloh dengan Asep untuk orang yang hidup di daerah Sunda. Dalam bahasa Sunda asep bermakna kegantengan fisik. Kombinasi kata itu menjadi Asep Abdulloh akan bermakna sebagai sebuah doa yang bermakna hamba Allah yang ganteng. Artinya, secara fisik dia diharapkan bagus, secara rohani dia sesuai dengan nilai-nilai ajaran agama islam.

Dengan demikian, anggapan bahwa nama-nama Islami sudah ketinggalan zaman dan tidak bersifat lokal jelas keliru. Apa yang dibutuhkan oleh sobat cahayaislam adalah kreativitas. Dengan menggunakan nama yang berkombinasi antara dakwah islam dan kekinian, hasilnya adalah nama yang membuat percaya sekaligus tetap rendah hati sebagai makhluk ciptaan Allah SWT.

Selain itu, kalaupun anda tidak bisa menciptakan sendiri maka anda sekarang bisa mendapatkan bantuan dari kamus nama-nama Islami yang sudah bisa didapatkan di berbagai toko buku dengan harga yang terjangkau.


Catatan Kaki

[1] Sahih Muslim nomor hadis 2132

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!