Iktikaf Ala Nabi Muhammad SAW di Bulan Ramadhan

0
250
Iktikaf ala nabi

cahayaislam.id – Nabi Muhammad SAW sering melaksanakan ibadah pada bulan suci Ramadhan, salah satunya adalah iktikaf. Lantas seperti apakah iktikaf ala Nabi Muhammad SAW?

Sebentar lagi kita akan memasuki bulan Ramadhan, yakni bulan yang disebut paling mulia di antara bulan-bulan lainnya.

Di dalam bulan itu pun, segala amal ibadah yang kita kerjakan akan dilipat gandakan pahalanya oleh Allah SWT. Selain itu, pintu-pintu surga dibuka lebar dan pintu neraka ditutup sementara.

Ada pula yang sangat bernilai harganya yakni suatu malam yang memiliki kebaikan lebih dari seribu tahun, yaitu malam lailatul qadar. Sementara itu, segala dosa yang pernah kita perbuat akan mendapatkan ampunan.

Allah SWT berfirman:

اِنَّاۤ اَنۡزَلۡنٰهُ فِىۡ لَيۡلَةِ الۡقَدۡرِ

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam qadar.”

وَمَاۤ اَدۡرٰٮكَ مَا لَيۡلَةُ الۡقَدۡرِؕ

“Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?”

لَيۡلَةُ الۡقَدۡرِ  ۙ خَيۡرٌ مِّنۡ اَلۡفِ شَهۡرٍؕ

“Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan.” (QS. Al-Qadr:1-3)

Banyak umat Muslim yang berlomba-lomba untuk memperbanyak amalan ibadah, termasuk beriktikaf. Sebagaimana hal ini juga biasanya dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW.

Iktikaf adalah suatu kesempatan yang dimanfaatkan untuk mengungkapkan perasaan patuh dan tunduknya seorang hamba kepada Sang Pencipta.

Iktikaf Ala Nabi Muhammad SAW di Bulan Ramadhan

Iktikaf juga seringkali dinilai sebagai suatu ibadah yang senantiasa membuat kita menjalin ikatan dengan Allah SWT. Nah, Sobat Cahaya Islam, lantas bagaimanakah iktikaf ala Nabi Muhammad SAW di bulan Ramadhan semasa hidupnya? Demikian ulasannya.

Mengencangkan Ikat Pinggang

Salah satu amalan ibadah yang dilakukan Rasulullah SAW secara berkala setiap tahunnya adalah iktikaf. Beliau sampai harus memutuskan hubungan dengan seluruh kegiatan keluarga maupun masyarakat.

Nabi Muhammad SAW selalu menjauhi tempat tidurnya lalu mengencangkan ikat pinggang yang dikenakannya. Kemudian bergegas pergi ke masjid untuk menyendiri, Beliau berdiri dan sujud hanya untuk beribadah kepada Allah SWT.

Iktikaf ala nabi

Selalu Mengqadhanya

Amalan iktikaf yang biasa dilakukan oleh Rasulullah, tidak pernah sekali pun terlewatkan dengan suatu alasan. Sebab apabila beliau jatuh sakit dan ada situasi yang menghalanginya untuk bergegas pergi maka tidak pernah sekali pun Rasulullah SAW lupa untuk mengqadhanya.

Sepuluh Hari Terakhir Bulan Ramadhan

Nabi Muhammad SAW juga menjalankan iktikaf ini selama sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. Beliau selalu rutin setiap tahunnya dan tidak pernah ada satu hari saja yang terlewatkan.

Mengapa harus sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan?

Sebab sepuluh hari terakhir pada bulan yang dimuliakan tersebut merupakan satu kesempatan emas yang dipilihkan oleh Allah SWT bagi sang Rasul dan seluruh umatnya. Waktu terbaik yang selalu dimanfaatkan Nabi Muhammad SAW untuk menyendiri dan berkhalwat dengan Sang Khalik.

Iktikaf ala nabi

Malam demi malam hanya dihabiskan oleh Beliau untuk terus bermunajat kepada Dzat yang sangat dicintainya, yakni Allah SWT.

Kendati demikian, iktikaf juga bisa kita isi dengan berbagai macam amalan ibadah. Mulai dari membaca Alquran, berdzikir dan sholat. Maka sudah sepatutnya bagi kita mengikuti langkah Nabi Muhammad melakukan iktikaf sebagai kesunnahan.

Sebab Allah akan memberikan kita pahala yang besar, mengabulkan segala hajat, menghapus dosa-dosa dan memudahkan segala urusan di dunia dan di akhirat kelak. Aamin Allahumma Aamiin.

Demikian di atas adalah ulasan mengenai iktikaf ala Nabi Muhammad SAW di bulan suci Ramadhan. Semoga artikel ini bermanfaat.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY