Suhu Dingin Hari di Indonesia, Bagaimana Penjelasannya dalam Islam?

0
61

Suhu Dingin – Sedari awal Juli 2020 fenomena suhu dingin telah terjadi di berbagai wilayah Indonesia. Fenomena ini ramai diperbincangkan dalam berbagai media, tak sedikit yang mengaitkan fenomena suhu dingin ini dengan posisi bumi terhadap matahari. Lantas, apa yang sebenarnya terjadi dibalik menurunnya suhu bumi pada malam hari ini?

Dilansir dari Kabid Diseminasi Informasi Iklim dan Kualitas Udara BMKG, Hary T Djatmiko menjelaskan bahwa suhu yang terasa lebih dingin pada saat malam hari ini menandakan puncak musim kemarau yang akan segera tiba.

Banyak media yang memberitakan fenomena suhu dingin ini merupakan dampak dari posisi bumi yang berada pada titik Aphelion. Posisi ini terjadi kala bumi berputar mengitari matahari di titik terjauh dan terjadi sekali dalam setahun. Nyatanya, hal ini tidaklah sepenuhnya benar.

Indonesia merupakan negara dengan iklim tropis yang memiliki dua musim, yakni musim kemarau dan musim penghujan. Pada musim kemarau, kandungan uap yang terdapat dalam atmosfer lebih sedikit, hal ini dapat terlihat pada intensitas awan yang tidak signifikan.

Kondisi inilah yang kemudian menyebabkan suhu bumi lebih rendah pada malam hari di musim kemarau. Hal ini dibenarkan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika. Lantas bagaimana pandangan Islam terhadap suhu dingin pada bumi? Mari kita simak penjelasan berikut!

Islam Memandang Suhu Dingin

Malas beraktifitas pada musim dingin merupakan hal yang manusiawi. Pada saat suhu bumi lebih rendah dari biasanya kita akan merasa kedinginan sehingga lebih nyaman untuk berada dibalik selimut dan menunda segala aktifitas yang seharusnya dilakukan.

Namun hal ini tidak akan terjadi kepada umat muslim yang memiliki jiwa yang terjalin kuat dengan sang pencipta. Musim dingin menjadi waktu yang sangat dinantikan oleh umat muslim. Mengapa demikian? Pada musim dingin waktu siang akan terasa lebih singkat, sehingga bagi mereka yang menjalankan ibadah puasa tidak akan merasa kelelahan.

Waktu malam yang terasa lebih panjang dimanfaatkan untuk bersujud dan berdzikir memuji sang pencipta. Umat muslim meyakini dengan sepenuh hati bahwa musim dingin adalah sesuatu yang memiliki makna sangat berarti.

الشِّتَاءُ رَبِيعُ الْمُؤْمِنِ قَصُرَ نَهَارُهُ فَصَامَ وَطَالَ لَيْلُهُ فَقَامَ

Musim dingin seperti musim semi bagi orang beriman. Siangnya begitu singkat, maka ia gunakan untuk berpuasa dan malamnya begitu panjang, maka ia gunakan untuk shalat malam.” HR. Al Baihaqi dalam Sunan Al Kubro (4/297)

Suhu dingin yang terasa pada bumi merupakan salah satu bukti kekuasaan Allah Azza wa Zalla yang maha pengasih lagi maha pemurah. Sejarah telah mencatat bagaimana Allah menolong umat muslim dari pasukan Abu Sufyan yang akan menyerang Madinah Al-Munawarah.

Pada 10 Syawal tahun 5 Hijriah, pasukan kaum muslimin dibawah pimpinan Rasulullah SAW menghadapi pasukan Abu Sufyan dalam perang Khandaq yang bertujuan untuk menghancurkan Islam. Berdasarkan saran Salman Al-Farisi, kaum muslimin menggali parit di sekitar kota Madinah dan berhasil memukul mundur pasukan Abu Sufyan.

Pada saat perang ini terjadi, Allah menunjukkan kekuasaannya dengan menurunkan suhu pada bumi, sehingga terasa lebih dingin. Suhu dingin yang terasa menusuk menjadikan pasukan Abu Sufyan enggan untuk segera melintasi parit-parit yang dibangun oleh kaum muslimin disekitar kota Madinah. Mereka memilih untuk bermalas-malasan dan berlama-lama di perkemahan.

Melalui pristiwa ini, Allah menunjukkan kepada umat Islam agar tidak menjadikan musim dingin sebagai alasan bermalas-malasan yang kemudian membawa kehancuran terhadap diri kita sendiri. Karna sejatinya musim dingin bukanlah alasan untuk kita menunda amal kebaikan.

Suhu dingin yang terasa pada bumi merupakan bentuk ujian dari Allah SWT terhadap hamba-Nya. Apakah kita termasuk kedalam golongan umat muslim yang mengikuti teladan Rasulullah SAW atau malah sebaliknya mengikuti jejak kedurhakaan Abu Sufyan dan pasukannya.

Wallahu’alambishowab, sesungguhnya hanya Allah yang maha mengetahui segala sesuatu yang ada di langit dan bumi.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!