Kisah Para Nabi: Sulaiman Dan Semut-Semut

0
2360

وَوَرِثَ سُلَيْمَانُ دَاوُودَ ۖ وَقَالَ يَا أَيُّهَا النَّاسُ عُلِّمْنَا مَنْطِقَ الطَّيْرِ وَأُوتِينَا مِنْ كُلِّ شَيْءٍ ۖ إِنَّ هَٰذَا لَهُوَ الْفَضْلُ الْمُبِينُ

Dan Sulaiman telah mewarisi Daud, dan dia berkata: “Hai Manusia, kami telah diberi pengertian tentang suara burung dan kami diberi segala sesuatu. Sesungguhnya (semua) ini benar-benar suatu kurnia yang nyata”. (An-Naml 16)

Ia adalah Sulaiman bin Daud bin Isya bin Uwaid bin Abir bin Salamun bin Nakhsyun bin Amina Idab bin Iram bin Hashrun bin Faridh bin Yahudza bin Ya’qub bin Ishak bin Ibrahim ‘alaihimussalam. Yang banyak diceritakan dalam berbagai kumpulan kisah para nabi, ialah seorang putra yang telah mewarisi Daud, dalam hal kenabian dan kerajaan, bukan dalam hal kekayaan, karena Daud mempunyai anak lain selain Sulaiman.

Selain karena telah ditegaskan dalam hadits bahwasannya Rasulullah SAW bersabda, “Kami tidak mewariskan apa yang kami tinggalakan, melainkan semuanya itu adalah sedekah.”

Dengan demikian Rasulullah SAW telah memberitahukan dalam kisah para nabi bahwa para nabi itu tidak mewariskan kekayaannya, tetapi harta kekayaannya itu merupakan sedekah bagi orang-orang miskin dan yang membutuhkannya, bukan dikhususkan untuk kaum keluarganya.

Selain warisan di atas, Nabi Sulaiman ‘alaihissalam seperti yang telah kita ketahui, juga diberi kemampuan berkomunikasi  dengan binatang-binatang dan memiliki segala yang dibutuhkan seorang raja seperti berbagai macam alat, tentara, pasukan baik dari bangsa jin, manusia, dan burung, lalu mereka diatur dengan tertib. Ada beberapa kisah yang menarik seputar peristiwa Nabi Sulaiman dan beberapa hewan yang ditemuinya. Yang banyak diceritakan diantara banyak kisah komunikasi Nabi Sulaiman dengan hewan adalah kisah semut-semut.

Semut yang berbisik karena khawatir terinjak

Dalam kisah para nabi, suatu hari beliau sedang menunggangi kudanya bersama dengan bala tentaranya yang telah disebutkan sebelumnya, dalam sebuah surat Al-Quran Allah Azza wa Jalla berfirman:

حَتَّىٰ إِذَا أَتَوْا عَلَىٰ وَادِ النَّمْلِ قَالَتْ نَمْلَةٌ يَا أَيُّهَا النَّمْلُ ادْخُلُوا مَسَاكِنَكُمْ لَا يَحْطِمَنَّكُمْ سُلَيْمَانُ وَجُنُودُهُ وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ

“Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari.” (An-Naml 18)

Sulaiman bin Daud ‘alaihissalam mampu memahami seruan yang disampaikan seekor semut kepada bangsanya berupa pendapat yang cemerlang dan perintah yang terpuji.  Karena itu Sulaiman tersenyum karena merasa senang atas apa yang dikaruniakan Allah SWT kepadanya saja dan tidak kepada yang lainnya.

Karenanya, Sulaiman memohon kepada Allah Ta’ala supaya dibimbing untuk senantiasa mensyukuri segala sesuatu yang dia anugerahkan kepadanya dan keistimewaan khusus yang diberikan kepadanya. Beliau juga memohon supaya diberikan kemudahan dalam berbuat amal shalih  serta mengumpulkannya dalam golongan orang-orang yang shalih.

Kisah-kisah semut yang mendambakan hujan

Dalam kisah para nabi yang lain Abdurrazak menceritakan, dari Al-Zuhri, bahwa Sulaiman bin Daud ‘alaihissalam pernah pergi bersama para sahabatnya untuk mencari air, lalu ia melihat seekor semut berdiri seraya mengangkat satu kakinya untuk meminta air, maka ia berkata pada sahabatnya , “Kembalilah, kalian telah diberi air. Sesungguhnya semut ini telah meminta air, dan telah diperkenankan baginya.”

Al-Sadi dalam kisah para nabi juga mengatakan, “Pada masa Nabi Sulaiman ‘alaihissalam, orang-orang pernah mengalami musim kemarau. Kemudian ia memerintahkan orang-orang keluar rumah meminta hujan, tiba-tiba ada seekor semut yang berdiri di atas dua kakinya dan menengadahkan tangannya seraya berucap, “Ya Allah sesungguhnya kami ini salah satu makhluk-Mu, dan kami senantiasa membutuhkan pertolongan-Mu.” Lebih lanjut, Al-Sadi mengatakan, “Lalu Allah menurunkan hujan kepada mereka.”

Kisah nabi sulaiman dan semut lainnya juga pernah kami ulas dalam artikel lainnya disini.

Begitulah cuplikan cerita para semut dengan Nabi Sulaiman yang penuh hikmah dari berbagai kumpulan kisah-kisah teladan para nabi. Hingga Ishak bin Basyar menceritakan , dari Muhammad bin Ishak, dari Al Zuhri, dan ulama lainnya dalam kisah para nabi bahwa Sulaiman ‘alaihissalam pernah hidup selama lima puluh dua tahun, sedangkan kekuasaannya berlangsung selama empat puluh tahun.

Sulaiman dengan jiwa kepemimpinannya, dengan banyaknya bala tentara yang ia miliki dari berbagai kalangan, dan menjadi penguasa selama kurang lebih empat puluh tahun. Sulaiman yang tetap baik dan hormat pada semut-semut kecil. Sulaiman yang mendahulukan kepentingan umatnya. Dan Sulaiman yang berusaha untuk tetap tawaduk dengan segala anugerah yang Allah berikan padanya, senantiasa meminta pada Allah agar ia tidak salah dalam menggunakan kemampuannya.

Untuk itu mari kita mengambil manfaat dari kisah para nabi agar Allah mencurahkan rahmat serta pertolongan-Nya kepada kita semua dan menjauhkan kita dari bala bencana yang mengerikan. Amiin.

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!