Cerita Islami: Zubair bin Awwam, Pembela Rasulullah yang Pemberani

0
1925

Rasulullah adalah utusan Allah untuk menyebarkan agama Islam. Pada masanya, Rasulullah memiliki banyak sahabat. Selain 4 khulafaur rasyidin yang paling terkenal, masih banyak lagi sahabat-sahabat Rasulullah yang kisahnya tak kalah menarik untuk diikuti. Dalam cerita Islami ini kami akan mengajak sobat Cahayaislam untuk menengok sedikit kisah Zubair bin Awwam. Ia adalah salah satu sahabat nabi yang paling pemberani. Pasti sangat seru kisahnya untuk diikuti. Jadi, perhatikan baik-baik ya.

Masuk Islam Saat Masih Muda

Zubair bin Awwam adalah salah satu orang yang paling beruntung. Selain hidup pada zaman Rasulullah, ia juga menjadi salah satu sahabat paling akrab dengan beliau. Ada banyak versi kisah Islam yang menyebutkan tentang masuk Islamnya Zubair ini. Kebanyakan, sejarah menceritakan kalau Zubair bin Awwam masuk Islam pada usia 16 tahun yakni ketika masih remaja.

Namun, ada juga cerita lain yang menyebutkan kalau Zubair masuk islam saat masik anak-anak yakni berusia 8 tahun. Kisah lain menceritakan kalau Zubair masuk Islam pada usianya yang ke 12. Meskipun banyak cerita Islam yang berbeda versi, yang pasti Zubair mendapat hidayah masuk Islam saat usianya masih sangat muda. Dan itu merupakan sebuah anugerah Allah yang tiada tara.

Sifat dan Kepribadian Zubair bin Awwam

Dalam cerita-cerita Islam, Zubair bin Awwam dikenal sebagai seorang sahabat nabi yang pemberani, selain Umar bin Khattab. Perawakannya juga tinggi besar serta gagah. Tak heran banyak orang baik dari golongan Islam ataupun orang kafir yang segan dengannya.

Selain pemberani, Zubair juga dikenal sebagai orang yang loyal terhadap Rasulullah karena kesetiannya untuk menemani Rasulullah dalam menyebarkan Islam. Zubair dikenal sebagai sosok yang tidak takut kepada siapapun yang berani menentang Rasulullah. Karena itulah Zubair dikenal dengan sifatnya yang pemberani.

Julukan Zubair bin Awwam

Sobat Cahayaislam, mungkin kita sudah tak asing dengan julukan Al-Faruq yang diberikan kepada Umar bin Khattab ataupun As-Shiddiq yang diberikan kepada Abu Bakar. Tapi, masih banyak sahabat nabi yang juga memiliki julukannya masing-masing. Sejarah Islam ini akan membahas tentang julukan yang disandang oleh Zubair bin Awwam.

Julukan yang diterima Zubair bin Awwam berasal dari Rasulullah secara langsung. Julukannya adalah Hawari. Hawari artinya adalah pembela. Di sini, maksudnya adalah pembela Rasulullah karena Zubair bin Awwam tak henti-hentinya membela Rasulullah dari kaum kafir yang melawannya. Jadi, tak berlebihan jika julukan ini dilekatkan kepadanya. Begitulah julukan Hawari yang disandang Zubair berdasarkan cerita Islam.

Keberanian Zubair bin Awwam

Banyak sekali keberanian-keberanian yang ditunjukkan oleh Zubair bin Awwam dalam cerita Islam. Misalnya saja dalam perang Khandaq, Zubair adalah orang yang berani mencari informasi tentang Bani Quraidzah padahal ini sangat beresiko. Selain itu, Zubair bin Awwam juga membuktikan kehebatan dan keberaniannya dalam perang Badr ataupun perang Yarmuk dalam menghadapi kaum kafir. Dalam perang Hunain, Zubair bin Awwam juga berhasil membuat kaum musyrikin bercerai-berai. Dan masih banyak lagi keberanian-keberanian dari Zubair.

Wafatnya Zubair bin Awwam

Zubair bin Awwam wafat saat berusia sekitar 67 tahun karena dibunuh oleh Amrn bin Jurmuz. Karena dedikasinya kepada Islam dan Rasulullah, berita wafatnya Zubair ini tentu membuat kaum muslimin sangat berduka dan terpukul. Dan hingga kini, namanya dikenang sebagai salah satu pahlawan Islam yang gagah benari.

Begitulah cerita Islam tentang Zubair bin Awwam. Semoga menginspirasi sobat Cahayaislam semua. Memang dalam Islam sendiri kita dituntut untuk tidak takut membela agama Islam dari orang-orang kafir seperti yang dijelaskan dalam Quran surat Al-Anfal ayat  15:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا لَقِيتُمُ الَّذِينَ كَفَرُوا زَحْفًا فَلَا تُوَلُّوهُمُ الْأَدْبَارَ

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bertemu dengan orang-orang yang kafir yang sedang menyerangmu, maka janganlah kamu membelakangi mereka (mundur).”

TIDAK ADA KOMENTAR

Ikut Berkomentar Yuk!